Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Islam & Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Era Globalisasi

Pendidikan Islam & Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Menghadapi Era Globalisasi

Ratings: (0)|Views: 684 |Likes:
Published by Arif Rahman

More info:

Published by: Arif Rahman on Aug 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

 
 Kapita Selekta Pendidikan Islam
PENDIDIKAN ISLAM DAN PENGEMBANGANSUMBER DAYA MANUSIADALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASIDosen Pembimbing:A. Mahsuri, M. Pd. IDi susun oleh:Arif Rahman0821019
FAKULTAS TARBIYAHJURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAMINSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN FATAHPALEMBANG2010
1
 
 Kapita Selekta Pendidikan Islam
A.
 
Pendahuluan
 Pendidikan merupakan interaksi antara manusia dengan lingkungannya termasuk lingkungan alam dan lingkungan manusi. Di dalam intearksi tersebut manusia bukan hanyahasil interaksi dengan alamnya dan dengan sesama manusia, melainkan hasil pegembangan potensi manusia secara optimal sesuai dengan suatu ruangan yang terbuka bagi pengembangan inovasi dan kreativitas. Pendidikan Islam diharapkan dapat lebih berkembang sehingga lembaga pendidikan Islam memiliki daya tarik tersediri, karena lebih berdimensi keluar dan global.Proses peningakatan kualitas sumber daya manusia memerlukan berbagai prasyaratdi dalam pelaksanaannya, antara lain lingkungan kehidupan manusia hendaknyamemberikan kesempatan kepada perkembangan peserta didik untuk berkembang sesuaidengan potensi yang ada padanya. Pendidikan Islam, dalam pertumbuhan spiritual danmoral akan mampu menolong individu menguatkan iman, akidah, dan pengenalan terhadapAllah SWT, melalui hukum, moral dan ajaran agama, dengan demikian peserta didik dalammelaksnakan tuntunan iman kepada Allah SWT dan pemahaman yang mendalam terhadapajaran agama dan nilainya dalam kehidupan pada tingkah lakunya, dan hubungannyadengan Allah SWT dengan sesama manusia dan seluruh makhluk, akanmempertegas pentingnya pendidikan akhlak dan spiritualitas dalam menyongsongglobalisasi.Di era persaingan global ini,
trend 
 pendidikan mengalami pergeseran orientasi yangmenempatkan pembangunan manusia seutuhnya melalui pendidikan dan latihan dengan beragam jenis, jenjang, sifat dan bentuknya. Pendidikan manusia Indonesia seutuhnyadiidealisasikan menjadi titik puncak tercapainya pendidikan nasional yang sampai saat inimenjadi dambaan bangsa Indonesia. Sosok pribadi yang diidolakan belum juga dihasilkan,maka lembaga pendidikan dijadikan ekspektasi alternatif, sebagai instrumen utama proseskemanusiaan dan pemanusiaan, yaitu menghargai dan memberi kebebasan untuk  berpendapat dan berekspresi. Penghargaan yang demikian adalah benih yang mulaitumbuh, dan sebagai sebuah proses kebebasan terus-menerus diperjuangkan (Mahmud
ed 
.,2005: 256). Bagaimana mungkin bisa menjadi manusia yang sesungguhnya, kalau dalamrealitasnya memang pendidikan Islam sebagai subsistem dinilai masih kering dari aspek 2
 
 Kapita Selekta Pendidikan Islam
 pedagogis, dan lebih mekanistik dalam menjalankan fungsinya sehingga terkesan hanyaakan melahirkan peserta didik yang ”kerdil” karena tidak memiliki dunianya sendiri.Menurut Ma’arif (2007: 105) konsep pendidikan telah dipaksa untuk menuruti konsepdevelopment-kapitalis yang terelaborasi sedemikian rupa, demi memenuhi kebutuhanindustrialisasi, sehingga pendidikan yang seharusnya menjadi media pemberdayaan malahmenjadi sarana pembodohan yang sistematis, penciptaan robot-robot intelektual yangterprogram secara marathon dan monoton.Pendidikan Islam dewasa ini, benar-benar telah menjadi salah satu wilayah yang banyak mengeluarkan biaya. Pendidikan yang pada hakekatnya adalah untuk semua(
education for all 
), sebagai hak individu warga negara dan juga warga dunia memiliki hak memperoleh pendidikan secara adil. Ternyata, hal yang semestinya merupakan hak tersebutkini tergantikan oleh pendidikan sebagai barang dagangan. Pendidikan menjadi ritusmasyarakat yang membodohkan. Bahkan pendidikan menjadi penyebab terjadinya ketidak adilan, karena masyarakat yang mampu sekolah adalah golongan elite yang kayasedangkan mereka yang tidak mampu sekolah adalah masyarakat miskin.Di sisi lain, menurut Fadjar (dalam Rahardjo, 2006: 11) kurang tertariknyamasyarakat untuk memilih lembaga-lembaga pendidikan Islam sebenarnya bukan kerenatelah terjadi pergeseran nilai atau ikatan keagamaannya yang mulai memudar, melainkankarena sebagian besar lembaga pendidikan Islam yang ada kurang menjanjikan masa depandan kurang responsif terhadap tuntutan dan permintaan saat ini maupun mendatang.Padahal, paling tidak ada tiga hal yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilihlembaga pendidikan, yaitu nilai (agama), status sosial dan cita-cita.Masyarakat yang terpelajar akan semakin beragam pertimbangannya dalammemilih pendidikan bagi anak-anaknya. Fenomena seperti diuraikan di atas, dalammemilih lembaga pendidikan untuk menyekolahkan anak-anak mereka pun sudah sangatrasional dan mempertimbangkan prospektif ke depan. Mereka yang berpeluang memilih,akan menentukan pilihan kepada lembaga pendidikan yang dipandangnya ideal. Lembaga pendidikan yang dipandang ideal itu adalah lembaga yang mampu mengembangkan potensispiritual dan akhlak para peserta didik, yang mampu mengembangkan aspek intelektual,yang biasanya diukur dari perolehan NEM, dan lembaga pendidikan yang mampumengembangkan potensi sosial maupun keterampilan peserta didiknya. Lembaga yang3

Activity (15)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
David Watzu liked this
Jenderal Unyil liked this
Veny Kaa liked this
Nitha Adhe liked this
Nitha Adhe liked this
Nitha Adhe liked this
Dahlia Tambajong liked this
Hesri Rhefuza liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->