Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
diabetik ketoasidosis

diabetik ketoasidosis

Ratings: (0)|Views: 143 |Likes:
Published by Rodzi ArRashid

More info:

Published by: Rodzi ArRashid on Aug 31, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/23/2013

pdf

text

original

 
I.PENDAHULUAN
Ketoasidosis diabetik adalah kondisi medis darurat yang dapat mengancam jiwa bila tidak ditangani secara tepat. Ketoasidosis diabetik disebabkan oleh penurunan kadar insulin efektif disirkulasi yang terkait dengan peningkatan sejumlah hormon seperti glukagon, katekolamin,kortisol, dan growth hormone. Ketoasidosis diabetik (KAD) merupakan penyebab utamamorbiditas dan mortalitas pada anak dengan diabetes mellitus tipe 1 (IDDM). Mortalitas terutama berhubungan dengan edema serebri yang terjadi sekitar 57% – 87% dari seluruh kematian akibatKAD.
1
Data komunitas di Amerika Serikat, Rochester menunjukkan bahwa insidens KetoasidosisDibetik (KAD) sebesar 8 per 1000 pasien Diabetes Melitus (DM) per tahun untuk semua kelompok umur, sedangkan untuk kelompok umur di bawah 30 tahun sebesar 13,4 per 1000 pasien DM per tahun. Walaupun data komunitas di Indonesia belum ada, agaknya insidens KAD di Indonesiatidak sebanyak negara Barat, mengingat prevalensi DM tipe I yang rendah. Laporan insidens KADdi Indonesia umumnya berasal dari data rumah sakit, dan terutama pada pasien DM tipe II.
4
Di negara maju dengan sarana yang lengkap, angka kematian KAD berkisar antara 9-10%,sedangkan di klinik dengan sarana sederhana dan pada pasien usia lanjut angka kematian dapatmencapai 25-50%. Angka kematian KAD di RS Dr. Cipto Mangunkusumo dari tahun ke tahuntampaknya belum ada perbaikan. Selama periode 5 bulan terdapat 39 episode KAD dengan angkakematian 15%. Angka kematian menjadi lebih tinggi pada beberapa keadaan yang menyertai KAD,seperti, sepsis, syok yang berat, infark miokard akut yang luas, pasien usia lanjut, kadar glukosadarah awal tinggi, uremia dan kadar keasaman darah yang rendah. Kematian pada pasien KADusia muda, umumnya dapat dihindari dengan diagnose yang cepat, pengobatan yang tepat danrasional, serta memadai sesuai dengan dasar patofisiologinya. Pada pasien kelompok usia lanjut, penyebab kematian lebih sering dipicu oleh faktor penyakit dasarnya. Dari data yang ada tampak  bahawa jumlah pasien KAD dari tahun ke tahun relatif tetap tidak berkurang dan angkakematiannya juga belum menggembirakan. Mengingat 80% pasien KAD telah diketahui menderitaDM sebelumnya, upaya pencegahan sangat berperan dalam mencegah KAD dan diagnosis diniKAD.
4
II.DIABETES MELITUS
1
 
2.1DEFINISI
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengankarakteristik hiperglikemia (meningkatanya kadar gula darah) yang terjadi karena kelainansekresi insulin, kerja insulin atau keduanya atau dengan kata lain defisiensi insulin absolutataupun relatif.
2
2.2EPIDEMIOLOGI
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia kini menempati urutanke-4 terbesar dalam jumlah penderita diabetes melitus di dunia. Pada 2006, jumlah penyandangdiabetes (diabetasi) di Indonesia mencapai 14 juta orang. Dari jumlah itu, baru 50% penderitayang sadar mengidap, dan sekitar 30% di antaranya melakukan pengobatan secara teratur.Menurut beberapa penelitian epidemiologi, prevalensi diabetes di Indonesia berkisar 1,5sampai 2,3, kecuali di Manado yang cenderung lebih tinggi, yaitu 6,1 %.
2
Penyakit diabetes di Indonesia adalah DM tipe 2, merupakan jenis penyakit diabetes yangmencakup lebih dari 90% seluruh populasi diabetes. Data WHO mengungkapkan, beban globaldiabetes melitus pada tahun 2000 adalah 135 juta, di mana beban ini diperkirakan akanmeningkat terus menjadi 366 juta orang setelah 25 tahun (tahun 2025). Pada 2025, Asiadiperkirakan mempunyai populasi diabetes terbesar di dunia, yaitu 82 juta orang dan jumlah iniakan meningkat menjadi 366 juta orang setelah 25 tahun.
2
Hasil penelitian epidemiologi di Jakarta beberapa waktu lalu membuktikan adanya peningkatan prevalensi diabetes melitus dari 1,7 % pada 1982 menjadi 5,7% tahun 1993, yangdisusul pada 2001 di Depok (sub-urban Jakarta) menjadi 14,7%. Peningkatan prevalensidiabetes melitus juga terjadi di Makassar yang meningkat dari 1,5 % pada 1981 menjadi 2,9 %tahun 1998 dan 12,5 pada 2005.
 
Pada 2005, daerah semi-urban seperti Sumatera Baratmelaporkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 5,1% dan Pekajangan (Jawa Tengah) 9,2%.Bali telah meneliti prevalensi beberapa daerah rural dengan hasil antara 3,9-7,2% pada 2004dan Singaparna tahun 1995 tercatat 1,1%.
2
WHO memperkirakan, prevalensi global diabetes melitus tipe 2 akan meningkat dari 171 jutaorang pada 2000 menjadi 366 juta tahun 2030. Indonesia berada di urutan ke-4 terbanyak kasus
2
 
diabetes di dunia. Beberapa waktu lalu, International Diabetes Federation (IDF) menyatakan,tahun 2003 terdapat 194 juta orang terkena diabetes.
 
Pada 2030 akan terdapat lebih dari 82 jutaorang berumur di atas 64 tahun dengan diabetes di negara sedang berkembang, di negara majuhanya 48 juta orang, dan secara global diperkirakan 333 juta orang menderita diabetes.
2
Seiring dengan pola pertambahan penduduk, pada 2005 di Indonesia ada 171 juta penduduk berusia di atas 15 tahun dan dengan asumsi prevalensi diabetes melitus makaterdapat kira- kira 24 juta penyandang diabetes. Tendensi kenaikan kekerapan diabetes secaraglobal, terutama dipicu oleh peningkatan kesejahteraan suatu populasi, sehingga sangatdimungkinkan dalam kurun waktu satu-dua dekade silam, kekerapan diabetes melitus diIndonesia telah meningkat signifikan.
2
2.3ETIOLOGI
Diabetes melitus sangat erat kaitannya dengan mekanisme pengaturan gula normal. Padakondisi normal, kadar gula tubuh akan selalu terkendali, berkisar 70-110 mg/dL, oleh pengaruhkerjahormon insulinyang diproduksi olehkalenjar pankreas.Setiap sehabis makan, terjadi  penyerapan makanan seperti tepung-tepungan (karbohidrat) di usus dan kadar gula darah akanmeningkat. Peningkatan kadar gula darah ini akan memicu produksihormon insulinolehkalenjar pankreas.
2
Berkat pengaruh hormon insulin ini, gula dalam darah sebagian besar akan masuk ke dalam berbagai macam sel tubuh (terbanyak sel otot) dan akan digunakan sebagai bahan energi dalamsel tersebut. Sel otot kemudian menggunakan gula untuk beberapa keperluan yakni sebagaienergi, sebagian disimpan sebagai glikogen dan jika masih ada sisa, sisa sebagian tersebutdiubah menjadi lemak dan protein.
2
Penyebab diabetes mellitus sebenarnya bisa dengan berbagai macam caramisalnya:
2
1. Genetik atau faktor keturunan
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->