Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mohammad Yamin

Mohammad Yamin

Ratings: (0)|Views: 36 |Likes:
Published by Ika Fitri Hadiyanti

More info:

Published by: Ika Fitri Hadiyanti on Sep 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/01/2012

pdf

text

original

 
Mohammad Yamin
 
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Mohammad Yamin
 
Masa jabatan
Presiden
Pendahulu
Pengganti
 
 
Kebangsaan
Agama
Mr. Prof. Muhammad Yamin, SH
 – 
meninggal di Jakarta, 17 Oktober 1962 pada umur 59 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia.Ia dimakamkan di Talawi, Sawahlunto  Beliau merupakan salah satu perintis puisi modern di Indonesia, serta juga 'pencipta mitos'yang utama kepada Presiden Sukarno. 
Daftar isi
 
o
 
o
 
 
 
 
[sunting]Biografi
[sunting]Kesusasteraan
Dilahirkan di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat,Yamin memulai karier sebagai seorang penulis pada dekade 1920-an semasa dunia sastra Indonesia mengalami perkembangan. Karya-karya pertamanya ditulis dalam bahasa Melayu dalam  jurnal 
 Jong Sumatera
, sebuah jurnal berbahasa Belanda,pada tahun 1920.Karya-karyanya yang awal masih terikat kepada bentuk-bentuk  bahasa Melayu Klasik .  Pada tahun 1922,Yamin muncul buat pertama kali sebagai penyair dengan puisinya,
Tanah Air 
; maksud "tanah air"-nya ialah Sumatera. 
Tanah Air 
merupakan himpunan puisi modernMelayu yang pertama yang pernah diterbitkan.
Sitti Nurbaya
, novel modern pertama dalambahasa Melayu  juga muncul pada tahun yang sama, tetapi ditulis oleh Marah Rusli yang jugamerupakan seorang Minangkabau.Karya-karya Rusli mengalami masa kepopuleran selama sepuluh tahun .Himpunan Yamin yang kedua,
Tumpah Darahku
, muncul pada 28 Oktober 1928.Karya ini amat penting dari segi sejarah karena pada waktu itulah, Yamin dan beberapa orang pejuangkebangsaan memutuskan untuk menghormati satu tanah air, satu bangsa,dan satu bahasa  Indonesia yang tunggal. Dramanya,
Ken Arok dan Ken Dedes
yang berdasarkan sejarah Jawa  muncul juga pada tahun yang sama. Antara akhir dekade 1920-an sehingga tahun 1933,  Roestam Effendi, Sanusi Pane,dan Sutan Takdir Alisjahbana merupakan pionir-pionir utama bahasa Melayu-Indonesia dan kesusasteraannya.
 
Walaupun Yamin melakukan banyak eksperimen bahasa dalam puisi-puisinya, dia masihlebih menepati norma-norma klasik bahasa Melayu, berbanding dengan generasi-generasipenulis yang lebih muda. Ia juga menerbitkan banyak  drama, esei, novel sejarah dan puisi yang lain, serta juga menterjemahkan karya-karya William Shakespeare (drama 
[sunting]Politik
Pada tahun 1932,Yamin memperoleh ijazahnya dalam bidang hukum di Jakarta.Ia kemudian bekerja dalam bidang hukum di Jakarta sehingga tahun 1942.Karier politiknya dimulai dan beliau giat dalam gerakan-gerakan nasionalis. Pada tahun 1928, Kongres Pemuda II  menetapkan bahasa Indonesia,yang berasal dari bahasa Melayu,sebagai bahasa gerakan nasionalis Indonesia. Melalui pertubuhan Indonesia Muda,Yamin mendesak supaya bahasa Indonesia dijadikan asas untuk sebuah bahasa kebangsaan. Oleh itu, bahasa Indonesiamenjadi bahasa resmi serta alat utama dalam kesusasteraan inovatif.Semasa pendudukan Jepang antara tahun 1942 dan 1945,Yamin bertugas pada Pusat Tenaga Rakyat (PUTERA), sebuah organisasi nasionalis yang disokong oleh pemerintah Jepang.Pada tahun 1945, beliau mencadangkan bahwa sebuah Badan Penyelidik Usaha PersiapanKemerdekaan (BPUPK) diasaskan serta juga bahwa negara yang baru mencakup Sarawak ,  Sabah, Semenanjung Malaya, Timor Portugis,serta juga kesemua wilayah Hindia Belanda.  Sukarno yang juga merupakan anggota BPUPK menyokong Yamin. Sukarno menjadipresiden Republik Indonesia yang pertama pada tahun 1945, dan Yamin dilantik untuk  jabatan-jabatan yang penting dalam pemerintahannya.Yamin meninggal dunia di Jakarta dan dikebumikan di Talawi,sebuah kota kecamatan yang terletak 20 kilometer dari ibu kota Kabupaten Sawahlunto,Sumatera Barat.
[sunting]Karya-karyanya
Sampul Buku Muhammad Yamin dan cita cita persatuan
 
Tanah Air 
(puisi), 1922
 
 Indonesia, Tumpah Darahku
, 1928
 
Ken Arok dan Ken Dedes
(drama), 1934
 
Sedjarah Peperangan Dipanegara
, 1945
 
Gadjah Mada
(novel), 1948

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->