Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
P. 1
Kajian Ilmu Hadis Masih Minim

Kajian Ilmu Hadis Masih Minim

Ratings: (0)|Views: 116 |Likes:
Published by alif fikri
Kajian hadis di Indonesia masih sangat minim. Akibatnya, hadis-hadis lemah dan palsu dengan begitu mudah tersebar luas di Indonesia. Kondisi seperti ini disinyalir karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang keberadaan hadis-hadis lemah dan palsu. Selain itu, kondisi tersebut juga diperparah dengan rendahnya kajian hadis di Indonesia.

Bahkan, karya ulama nusantara dalam kajian hadis juga sangat sedikit. Kalau ada yang bagus, karya tersebut merupakan karangan ulama yang lama bermukim di Arab Saudi, seperti At-Termasi yang menulis Syarah Manhaj Dzawi An-Nadhar.

Di samping itu, merebaknya hadis lemah dan palsu juga turut disebarkan oleh para mubalig (penceramah). Bahkan, di kalangan dai, keberadaan hadis lemah sangat dominan, bahkan tak jarang mereka menggunakan hadis-hadis palsu. “Kajian dan pengajaran metode hadis selama ini sifatnya juga masih normatif, sebatas pada pengertian berikut klasifikasinya saja. Pengajaran hadis di Tanah Air jarang menyentuh level penelitian,” tutur Dr Ahmad Lutfi Fathullah MA, direktur eksekutif Pusat
Kajian Hadis Jakarta.

Menurutnya, saat ini yang paling mendesak adalah mengubah metode pengajaran hadis, dari pengertian makna pada penelitian kualitas hadis. “Tradisi sanad dalam sebuah hadis tidak hanya melalui kitab-kitab fadhail (keutamaan), tetapi juga kitab-kitab utama sekaligus,” ujarnya
Kajian hadis di Indonesia masih sangat minim. Akibatnya, hadis-hadis lemah dan palsu dengan begitu mudah tersebar luas di Indonesia. Kondisi seperti ini disinyalir karena masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang keberadaan hadis-hadis lemah dan palsu. Selain itu, kondisi tersebut juga diperparah dengan rendahnya kajian hadis di Indonesia.

Bahkan, karya ulama nusantara dalam kajian hadis juga sangat sedikit. Kalau ada yang bagus, karya tersebut merupakan karangan ulama yang lama bermukim di Arab Saudi, seperti At-Termasi yang menulis Syarah Manhaj Dzawi An-Nadhar.

Di samping itu, merebaknya hadis lemah dan palsu juga turut disebarkan oleh para mubalig (penceramah). Bahkan, di kalangan dai, keberadaan hadis lemah sangat dominan, bahkan tak jarang mereka menggunakan hadis-hadis palsu. “Kajian dan pengajaran metode hadis selama ini sifatnya juga masih normatif, sebatas pada pengertian berikut klasifikasinya saja. Pengajaran hadis di Tanah Air jarang menyentuh level penelitian,” tutur Dr Ahmad Lutfi Fathullah MA, direktur eksekutif Pusat
Kajian Hadis Jakarta.

Menurutnya, saat ini yang paling mendesak adalah mengubah metode pengajaran hadis, dari pengertian makna pada penelitian kualitas hadis. “Tradisi sanad dalam sebuah hadis tidak hanya melalui kitab-kitab fadhail (keutamaan), tetapi juga kitab-kitab utama sekaligus,” ujarnya

More info:

Published by: alif fikri on Sep 02, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/28/2012

pdf

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->