Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sangkan Paraning Dumadi

Sangkan Paraning Dumadi

Ratings: (0)|Views: 90 |Likes:
Published by Bambang Triatmoko

More info:

Published by: Bambang Triatmoko on Sep 03, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

 
Jan 4, '08 7:32 AMfor everyone
Sangkan Paraning Dumadi
 
Kawruh dan Ngelmu
 Kawruh itu pengetrapan pikiran, mempelajari apa yang nyata dan masuk akal, berdasarkenyataan pikir, percaya kepada diri sendiri dan keteguhan kehendak, melalui guru dan buku,pembuktian umum, menghasilkan pengertian. Ngelmu itu pengetrapan rasa, mempelajari rahasia kehidupan dan kematian, berdasar kenyataanrohani, kerendahan hati dan penyerahan diri (sumarah), pembuktian pribadi, melalui GuruSejati, menghasilkan terang rohani dan mengikuti daya hidup yang dihidupi, lelaku. 
Ngelmu Kasampurnan
 bertujuan untuk kesempurnaan jiwa, terdiri 2 hal: -
 
ngelmu kasukman:
o
 
betujuan kehidupan kekal antara lahir dan mati. 
o
 
Agama luar menyebut sebagai jalan masuk surga -
 
semu kamuksan:
o
 
berakibat kebebasan kekal antara hana (ada) dan musna (tiada) 
o
 
memahami asal dari materi dan roh 
o
 
memahami kehidupan sukma sesudah kematian 
o
 
Semu= tidak ada lagi cita dan tujuan, bebas dari aku. 
o
 
Semu itu Sejati. Sapa anggugu ing Semu bakal tinemu. 
o
 
Sesudah lukar dari busana jalmi, kita bukan lagi abdi Ngelmu tetapi abdi Semu 
Keris
adalah lambang ngelmu. Keris adalah pelengkap busana manusia dalam masyarakat, di dalam keris terdapat daya hidupyang disebut yoni (tuah). Ngelmu adalah pelengkap busana manusia terhadap Gusti, dalam ngelmu terdapat daya hidupyaitu terang rohani. Daya hidup dapat kita hayati langsung dengan rasa, tetapi Gusti sebagai Daya Hidup Asal tidak akan dapat dihayati langsung dengan kemampuan rasa manusia. Maka ngelmu kasampurnanterbagi dua tingkatan: ngelmu kasukman dan semu kamuksan. 
Tujuan Hidup:
 -
 
kebahagiaan jasmani -
 
kebahagiaan rohani Persatuan jasmani mendatangkan kebahagiaan dengan lahirnya putera, namun ini juga awalpenderitaan si putera dan orang tua untuk memenuhi tanggung jawabnya. 
 
Persatuan rohani (persatuan kehendak manusia dengan Kehendak kehidupan) mendatangkankebahagiaan dengan kelahiran jiwa manusia di dalam suatu alam kehidupan yang bebas darikebutuhan dan derita. 
Tujuan hidup berngelmu:
 1.
 
persatuan kehendak pribadi dengan kehendak Gusti (manunggal ing Karsa) 2.
 
persatuan rasa pribadi dengan rasa yang sawetah (terbebas dari ruang dan waktu)(manunggal ing Rasa). Jika manusia sudah mencapai terang rohani dank arena kurnia Gusti dapat mempunyai kesadaransebagai sentana dan kesadaran sebagai purba (kuasa), dia telah dibebaskan dari keinginan, citadan harapan. Dia tak memiliki tujuan hidup lagi karena dialah kehidupan. Dialah yang telah sempurna tercerahkan. 
Jiwa
 Daya hidup dalam kesadaran aktif. Manusia dalam jiwa punya: pikiran, karep/karsa, dan rasa.Jiwa adalah sukma yang dengan watak, sifat, naluri dan nafsu badan menghidupi ragar menjadipribadi di dunia ini. 
Roh / Sukma
Kaidah/ketentuan (norma)
 – 
bukan ciri: -
 
aku = maya yang berasal dari warana (bayangan) -
 
hidup = daya yang merupakan sarana-
 
sadar (terang) = cahya yang berasal dari dahana (api). Roh / sukma bukan satu tetapi kesatuan dari ketiga ketentuan yang sama sifat tetapi beda fungsi. Sukma tidak bisa mati, tetapi bisa musna, kembali ke ketiadaan. 
Nyawa
 Daya hidup yang berfungsi menghidupi jiwa dalam badan. 
Sukma, jiwa, dan nyawa adalah kesatuan.
 Sesudah kematian, sukma berbadan rohani sehingga dapat dikenal sebagai suatu sukma pribadi. 
 Apa yang dikenali oleh panca indera, tidak kekal di alam nyata ini.
 
 Apa yang dikenali oleh indera batin, tidak kekal di alam batin.
 
Budi dan Cahya
 
 
Budi = terang yang diakibatka oleh Cahya. Cahya menyinarkan terang rohani ke dalam pangkal kehidupan, sukma. Merupakan kurniapembawaan agar dapat menerangi sukma Cahya akan berlalu lebih dulu dari sukma menjelang kematian. Kemurnian terang rohani adalah jalan yang menuju kehidupan kekal. 
Bawanatraya
 Tiga alam kehidupan dengan trilaksana (tiga sifat): -
 
alam langgeng (kekal) - kelanggengan -
 
alam driya (lahiriah) - lahiriah -
 
alam triya (rohaniah) - rohaniah 
Penyerahan Diri:
 1.
 
Sumarah ing karep
, meniadakan keinginan diri dan membiarkan Daya Hidup yangbekerja 2.
 
Sumeleh ing pamikir 
, meniadakan pemikiran dan gagasan Sifat manusia: was (ragu, khawatir). Siapa was akan tiwas. Sifat Gusti: wur (maha, tak dapat dijangkau pikiran). 
Kepercayaan kepada Gusti:
 1.
 
kepercayaan dalam taraf pemikiran yang menimbulkan pendapat manusia dalam angan-angannya tentang Hyang Murbeng Dumadi, kreasi anak-anak menjadi Gusti itupurbawisesa 2.
 
kepercayaan dalam taraf laku perbuatan, dihidupi menjadi kenyataan: a.
 
sumarah ing karep b.
 
sumeleh ing pamikir 
Jalan menuju tinarbuka:
 -
 
 Andhap asor 
(Kerendahan hati): tumungkuling raga dan tumungkuling rasa. Dibinadengan tirakat (hati yang raket / kesengsem pada keutamaan.) -
 
Sumarah dan sumeleh
 
-
 
 Ngripta raga
 Tidak ada ngelmu tanpa lelaku, tidak ada lelaku tanpa sumarah dan sumeleh, tidak ada sumarahdan sumeleh tanpa andhap asor, tidak ada andhap asor tanpa kesadaran budi.. 
Tinarbuka
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->