Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membantu Matapencaharian Dalam Pemulihan Pascabencana

Membantu Matapencaharian Dalam Pemulihan Pascabencana

Ratings: (0)|Views: 29 |Likes:
Published by TAKI - TAKI

More info:

Published by: TAKI - TAKI on Sep 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

 
Membantu Matapencaharian dalam Pemulihan Pascabencana1.1. Konsep Pemulihan Matapencaharian
Pendekatan Matapencaharian berkelanjutan
Matapencaharian berkelanjutan/
sustainable livelihood 
dicapai melaluiakses terhadap beragam sumberdaya yang diperlukan matapencaharian (alam,ekonomi, manusia dan modal sosial) yang dikombinasikan dalam rangkapencapaian strategi matapencaharian yang berbeda (intensifikasi pertanian,diversifikasi matapencaharian dan migrasi). Inti dari kerangka kerja ini adalahanalisis mengenai kisaran organisasi formal dan informal serta faktor-faktorinstitusional yang mempengaruhi hasil dari pendekatan matapencaharianberkelanjutan. Landasan dari matapencaharian berkelanjutan yang tahanbencana terletak pada pengembangan basis aset penting dari setiap kelompokmasyarakat, yaitu sumberdaya keuangan, infrastruktur matapencaharian, jejaring sosial, sumberdaya alam (tanah, air , dan hutan) dan strukturpemerintahan untuk mengangkat komunitas keluar dari jerat kemiskinan danmengurangi risiko bencana. Pada setiap tahapan, kegiatan untuk menciptakanmasyarakat tangguh bencana selalu mengambil preseden, tujuannya adalahuntuk menjangkau beragam status sosial hingga tingkatan terendah dantermarjinalkan/berisiko dan memperhatikan isu-isu mengenai gender,ketidakadilan, dan konflik sosial lainnya. (Duryog Nivaran dan Practical Action2005)
Pemulihan Perikehidupan yang Berfokus pada Kemiskinan
Pengentasan kemiskinan sebagai alat untuk mengurangi kemiskinan akanmenunjukkan bahwa pemerintah akan mengikutsertakan Pengurangan RisikoBencana/PRB dalam berbagai rencana dan kebijakan yang dihasilkan daridepartemen-departemen yang berurusan dengan perencanaan nasional,keuangan, dan badan perencanaan di tingkat provinsi dan akan mengawasi
“ 
 
level of mainstreaming” 
dengan melibatkan indikator-indikator yang relevan. Iniberarti bahwa pengentasan kemiskinan, pembangunan pedesaan; pembangunaninfrastruktur, dan dokumen-dokumen perencanaan fisik,
 policy paper,
danstrategi implementasi akan mengikutsertakan PRB didalamnya (termasuk aspeklingkungan dan ekologi). Pada dasarnya rencana-rencana ini harus tahanbencana; mengikutsertakan pengurangan risiko merupakan fondasi penting yangmembentuk landasan dari rencana/kebijakan. Rencana-rencana harusbermaksud mengurangi risiko -secara ekonomi, sosial, dan geografis- lebihpenting lagi tidak menciptakan kondisi-kondisi untuk terbentuknya risiko lain(Nivaran Duryog, 2009).
1.2. Prinsip-Prinsip Pemulihan Matapencaharian Berkelanjutan
Inti dari pendekatan matapencaharian adalah suatu susunan prinsip-prinsip yang menggarisbawahi praktik terbaik dalam setiap intervensipembangunan. Prinsip-prinsip berikut menggarisbawahi pendekatanmatapencaharian berkelanjutan yang dilakukan oleh
Departement For International Development 
(DFID) dan lembaga lainnya(a).
 
Berintikan masyarakat/
 people centered 
; fokus kepada prioritas-prioritasmasyarakat miskin, memahami perbedaan antar kelompok masyarakatdan bekerja bersama mereka dengan suatu cara yang sesuai bagi strategimatapencaharian mereka, lingkungan sosial dan kemampuan untukmenyesuaikan diri pada level praktis, ini berarti bahwa pendekatan :
 
Dimulai dengan analisis mengenai matapencaharian masyarakatdan bagaimana semua itu berubah seiring waktu;
 
Melibatkan masyarakat secara penuh dan menghargai pendapatmereka;
 
Fokus kepada dampak dari beragam kebijakan dan kesepakataninstitusional mengenai masyarakat/rumahtangga juga terhadapdimensi-dimensi kemiskinan yang mereka definisikan;
 
 
Memberikan penekanan pada pentingnya mempengaruhikebijakan dan kesepakatan institusional ini sehingga kebijakandan peraturan ini berpikah pada masyarakat miskin (langkahkuncinya adalah partisipasi politk masyarakat miskin);
 
Bekerja untuk membantu masyarakat mencapai tujuanmatapencaharian mereka.(b).
 
Responsif dan partisipatif; mendengarkan dan bertindak terhadapprioritas-prioritas matapencaharian yang diidentifikasi oleh masyarakatmiskin.(c).
 
Multi-level 
; bekerja pada berbagai tingkatan untuk mengurangikemiskinan-menjamin realitas di tingkat mikro sampai kepada pembuatkebijakan-kebijakan dan menciptakan kondisi lingkungan berdaya, jugastruktur di tingkat makro mendukung masyarakat untuk bangkit dengankekuatannya sendiri.(d).
 
Dilaksanakan dalam kerjasama; dengan sektor publik dan swasta.(e).
 
Berkelanjutan; menyeimbangkan perekonomian, institusional, sosial, dankelestarian lingkungan.(f).
 
Dinamis; mengenali kebiasaan dinamis dari strategi-strategimatapencaharian dan merespon secara fleksibel terhadap situasi yangberubah-ubah di masyarakat.(g).
 
Dibangun atas kekuatan; bekerja untuk membangun kapasitasmasyarakat miskin -kemampuan, pengetahuan, dan sumberdaya-daripada hanya memperhatikan kebutuhan mereka.(h).
 
Menyeluruh; memahami realita kompleks dari matapencaharianmasyarakat miskin daripada hanya melakukan pendekatan secarasektoral atau teknis. Kerangka kerja matapencaharian membantumengorganisasi beragam faktor yang membatasi atau mendorongmasyarakat dan menunjukkan bagaimana semua ini berhubungan satudengan lainnya. Tidak dimaksudkan untuk sebagai model eksak dari

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->