Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
2Activity
×

Table Of Contents

0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Islam Tentang Nikah Siri « Konsultasi Islam

Hukum Islam Tentang Nikah Siri « Konsultasi Islam

Ratings: (0)|Views: 3,518|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Sep 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/29/2012

pdf

text

original

 
1/84konsultasi.wordpress.com/2009/03/14/hukum-islam-tentang-nikah-siri/ 
Konsultasi Islam
Mengatasi Masalah dengan SyariahHukum Islam Tentang Nikah Siri
Posted by Farid Ma'ruf pada 14 Maret 2009
Soal :
Saat ini masih ramai pembicaraan tentang nikah siri. Pro-kontra pun terjadi. Bagaimana sesungguhnya pandangan Islam tentangnikah siri?
Jawab :
Keinginan pemerintah untuk memberikan fatwa hukum yang tegas terhadap pernikahan siri, kini telah dituangkan dalamrancangan undang-undang tentang perkawinan. Sebagaimana penjelasan Nasarudin Umar, Direktur Bimas Islam Depag, RUU iniakan memperketat pernikahan siri, kawin kontrak, dan poligami.Berkenaan dengan nikah siri, dalam RUU yang baru sampai di meja Setneg, pernikahan siri dianggap perbuatan ilegal, sehinggapelakunya akan dipidanakan dengan sanksi penjara maksimal 3 bulan dan denda 5 juta rupiah. Tidak hanya itu saja, sanksi juga berlaku bagi pihak yang mengawinkan atau yang dikawinkan secara nikah siri, poligami, maupun nikah kontrak. Setiap penghuluyang menikahkan seseorang yang bermasalah, misalnya masih terikat dalam perkawinan sebelumnya, akan dikenai sanksi pidana 1tahun penjara. Pegawai Kantor Urusan Agama yang menikahkan mempelai tanpa syarat lengkap juga diancam denda Rp 6 jutadan 1 tahun penjara. [Surya Online, Sabtu, 28 Februari, 1009]
 
2/84konsultasi.wordpress.com/2009/03/14/hukum-islam-tentang-nikah-siri/ 
Sebagian orang juga berpendapat bahwa orang yang melakukan pernikahan siri, maka suami isteri tersebut tidak memilikihubungan pewarisan. Artinya, jika suami meninggal dunia, maka isteri atau anak-anak keturunannya tidak memiliki hak untukmewarisi harta suaminya. Ketentuan ini juga berlaku jika isteri yang meninggal dunia.Lalu, bagaimana pandangan Islam terhadap nikah siri? Bolehkah orang yang melakukan nikah siri dipidanakan? Benarkah orangyang melakukan pernikahan siri tidak memiliki hubungan pewarisan?
Definisi dan Alasan Melakukan Pernikahan Siri
Pernikahan siri sering diartikan oleh masyarakat umum dengan;
Pertama
; pernikahan tanpa wali. Pernikahan semacam inidilakukan secara rahasia (siri) dikarenakan pihak wali perempuan tidak setuju; atau karena menganggap absah pernikahan tanpawali; atau hanya karena ingin memuaskan nafsu syahwat belaka tanpa mengindahkan lagi ketentuan-ketentuan syariat;
kedua
 ,pernikahan yang sah secara agama namun tidak dicatatkan dalam lembaga pencatatan negara. Banyak faktor yang menyebabkanseseorang tidak mencatatkan pernikahannya di lembaga pencatatan sipil negara. Ada yang karena faktor biaya, alias tidak mampumembayar administrasi pencatatan; ada pula yang disebabkan karena takut ketahuan melanggar aturan yang melarang pegawainegeri nikah lebih dari satu; dan lain sebagainya.
Ketiga
 , pernikahan yang dirahasiakan karena pertimbangan-pertimbangantertentu; misalnya karena takut mendapatkan stigma negatif dari masyarakat yang terlanjur menganggap tabu pernikahan siri; ataukarena pertimbangan-pertimbangan rumit yang memaksa seseorang untuk merahasiakan pernikahannya.Adapun hukum syariat atas ketiga fakta tersebut adalah sebagai berikut.
Hukum Pernikahan Tanpa Wali
Adapun mengenai
fakta pertama
 , yakni pernikahan tanpa wali; sesungguhnya Islam telah melarang seorang wanita menikahtanpa wali. Ketentuan semacam ini didasarkan pada sebuah hadits yang dituturkan dari sahabat Abu Musa ra; bahwasanyaRasulullah saw bersabda;
І І І
“Tidak sah suatu pernikahan tanpa seorang wali.”
[HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy, lihat, Imam Asy Syaukani,
Nailul Authar
VI: 230 hadits ke 2648].Berdasarkan
dalalah al-iqtidla’
 , kata ”laa” pada hadits menunjukkan pengertian ‘tidak sah’, bukan sekedar ’tidak sempurna’sebagaimana pendapat sebagian ahli fikih. Makna semacam ini dipertegas dan diperkuat oleh hadits yang diriwayatkan oleh Aisyahra, bahwasanya Rasulullah saw pernah bersabda:
 
3/84konsultasi.wordpress.com/2009/03/14/hukum-islam-tentang-nikah-siri/ 
І ﮭ
,
І ﮭ
,
І
 
І ﯿ І І
 
ﯿ І І І
“Wanita mana pun yang menikah tanpa mendapat izin walinya, maka pernikahannya batil; pernikahannya batil; pernikahannya batil”.
[HR yang lima kecuali Imam An Nasaaiy. Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 230 hadits ke 2649].Abu Hurayrah ra juga meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw bersabda:
 ﮭ І І І І
 
ﯿ І І
 
І І І І І І
”Seorang wanita tidak boleh menikahkan wanita lainnya. Seorang wanita juga tidak berhak menikahkan dirinya sendiri. Sebab,sesungguhnya wanita pezina itu adalah (seorang wanita) yang menikahkan dirinya sendiri”.
(HR Ibn Majah dan Ad Daruquthniy.Lihat, Imam Asy Syaukaniy, Nailul Authar VI: 231 hadits ke 2649)Berdasarkan hadits-hadits di atas dapatlah disimpulkan bahwa pernikahan tanpa wali adalah pernikahan batil. Pelakunya telahmelakukan maksiyat kepada Allah swt, dan berhak mendapatkan sanksi di dunia. Hanya saja, syariat belum menetapkan bentukdan kadar sanksi bagi orang-orang yang terlibat dalam pernikahan tanpa wali. Oleh karena itu, kasus pernikahan tanpa walidimasukkan ke dalam bab ta’zir, dan keputusan mengenai bentuk dan kadar sanksinya diserahkan sepenuhnya kepada seorangqadliy (hakim). Seorang hakim boleh menetapkan sanksi penjara, pengasingan, dan lain sebagainya kepada pelaku pernikahantanpa wali.
Nikah Tanpa Dicatatkan Pada Lembaga Pencatatan Sipil
Adapun fakta
pernikahan siri kedua
 , yakni pernikahan yang sah menurut ketentuan syariat namun tidak dicatatkan padalembaga pencatatan sipil; sesungguhnya ada dua hukum yang harus dikaji secara berbeda; yakni (1) hukum pernikahannya; dan (2)hukum tidak mencatatkan pernikahan di lembaga pencatatan negaraDari aspek pernikahannya, nikah siri tetap sah menurut ketentuan syariat, dan pelakunya tidak boleh dianggap melakukan tindakkemaksiyatan, sehingga berhak dijatuhi sanksi hukum. Pasalnya, suatu perbuatan baru dianggap kemaksiyatan dan berhak dijatuhisanksi di dunia dan di akherat, ketika perbuatan tersebut terkategori ”mengerjakan yang haram” dan ”meninggalkan yang wajib”.Seseorang baru absah dinyatakan melakukan kemaksiyatan ketika ia telah mengerjakan perbuatan yang haram, ataumeninggalkan kewajiban yang telah ditetapkan oleh syariat.Begitu pula orang yang meninggalkan atau mengerjakan perbuatan-perbuatan yang berhukum sunnah, mubah, dan makruh,maka orang tersebut tidak boleh dinyatakan telah melakukan kemaksiyatan; sehingga berhak mendapatkan sanksi di duniamaupun di akherat. Untuk itu, seorang qadliy tidak boleh menjatuhkan sanksi kepada orang-orang yang meninggalkan perbuatansunnah, dan mubah; atau mengerjakan perbuatan mubah atau makruh.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->