Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hukum Aqiqah Setelah Dewasa « Konsultasi Islam

Hukum Aqiqah Setelah Dewasa « Konsultasi Islam

Ratings: (0)|Views: 112 |Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Sep 04, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
1/9konsultasi.wordpress.com/2009/05/13/hukum-aqiqah-setelah-dewasa/ 
Konsultasi Islam
Mengatasi Masalah dengan SyariahHukum Aqiqah Setelah Dewasa
Posted by Farid Ma'ruf pada 13 Mei 2009
Tanya :
Kalau kita dulu waktu lahir belum diaqiqahi, wajibkah aqiqah ketika kita dewasa selagi mampu?
(Harun, Bandung)
Jawab :
Ada 2 (dua) pendapat fuqaha dalam masalah aqiqah setelah dewasa (baligh).
Pertama
 , pendapat beberapa tabi’in, yaitu ‘Atha`, Al-Hasan Al-Bashri, dan Ibnu Sirin, juga pendapat Imam Syafi’i,Imam Al-Qaffal asy-Syasyi (mazhab Syafi’i), dan satu riwayat dari Imam Ahmad. Merekamengatakan orang yang waktu kecilnya belum diaqiqahi, disunnahkan (
mustahab
) mengaqiqahidirinya setelah dewasa. Dalilnya adalah hadis riwayat Anas RA bahwa Nabi SAW mengaqiqahidirinya sendiri setelah
nubuwwah
(diangkat sebagai nabi). (HR Baihaqi;
 As-Sunan Al-Kubra
 , 9/300;
 Mushannaf Abdur Razaq
 , no 7960; Thabrani dalam
 Al-Mu’jam al-Ausath
no 1006; Thahawi dalam
 Musykil Al-Atsar
no 883).
Kedua,
pendapat Malikiyah dan riwayat lain dari Imam Ahmad, yang menyatakan orang yangwaktu kecilnya belum diaqiqahi, tidak mengaqiqahi dirinya setelah dewasa. Alasannya aqiqah itudisyariatkan bagi ayah, bukan bagi anak. Jadi si anak tidak perlu mengaqiqahi dirinya setelahdewasa. Selain itu, hadis Anas RA yang menjelaskan Nabi SAW mengaqiqahi dirinya sendiri dinilaidhaif sehingga tidak layak menjadi dalil. (Hisamuddin ‘Afanah,
 Ahkamul Aqiqah
 , hlm. 59;
 Al- Mufashshal fi Ahkam al-Aqiqah
 , hlm.137; Maryam Ibrahim Hindi,
 Al-’Aqiqah fi Al-Fiqh Al-Islami
 ,hlm. 101; M. Adib Kalkul,
 Ahkam al-Udhiyyah wa Al-’Aqiqah wa At-Tadzkiyyah
 , hlm. 44).Dari penjelasan di atas, nampak sumber perbedaan pendapat yang utama adalah perbedaanpenilaian terhadap hadis Anas RA. Sebagian ulama melemahkan hadis tersebut, seperti Imam IbnuHajar Al-Asqalani (
Fathul Bari
 , 12/12), Imam Ibnu Abdil Barr (
 Al-Istidzkar
 , 15/376), Imam Dzahabi(
 Mizan Al-I’tidal
 , 2/500), Imam Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyah (
Tuhfatul Wadud
 , hlm. 88), dan Imam
 
2/9konsultasi.wordpress.com/2009/05/13/hukum-aqiqah-setelah-dewasa/ 
Nawawi (
 Al-Majmu’
 , 8/432). Imam Nawawi berkata,”Hadis ini hadis batil,” karena menurut beliaudi antara periwayat hadisnya terdapat
 Abdullah bin Muharrir
yang disepakati kelemahannya. (
 Al- Majmu’
 , 8/432).Namun, Nashiruddin Al-Albani telah meneliti ulang hadis tersebut dan menilainya sebagai hadissahih. (
 As-Silsilah al-Shahihah
 , no 2726). Menurut Al-Albani, hadis Anas RA ternyata mempunyaidua
isnad
(jalur periwayatan).
Pertama
 , dari Abdullah bin Muharrir, dari Qatadah, dari Anas RA. Jalur inilah yang dinilai lemah karena ada Abdullah bin Muharrir.
Kedua
 , dari Al-Haitsam bin Jamil,dari Abdullah bin Al-Mutsanna bin Anas, dari Tsumamah bin Anas, dari Anas RA. Jalur kedua inioleh Al-Albani dianggap jalur periwayatan yang baik (
isnaduhu hasan
), sejalan dengan penilaianImam Al-Haitsami dalam
 Majma’ Az-Zawa`id
(4/59).Terkait penilaian sanad hadis, Imam Taqiyuddin An-Nabhani menyatakan lemahnya satu sanaddari suatu hadis, tidak berarti hadis itu lemah secara mutlak. Sebab bisa jadi hadis itu mempunyaisanad lain, kecuali jika ahli hadis menyatakan hadis itu tidak diriwayatkan kecuali melalui satusanad saja. (Taqiyuddin An-Nabhani,
 Al-Syakhshiyyah Al-Islamiyah
 , 1/345).Berdasarkan ini, kami cenderung pada pendapat pertama, yaitu orang yang waktu kecilnya belumdiaqiqahi, disunnahkan mengaqiqahi dirinya sendiri setelah dewasa. Sebab dalil yangmendasarinya (hadis Anas RA), merupakan hadis sahih, mengingat ada jalur periwayatan lain yangsahih.
Wallahu a’lam
.
[ ]Yogyakarta, 11 Mei 2009Muhammad Shiddiq Al-Jawi
Entri ini dituliskan pada 13 Mei 2009 pada 3:07 pm dan disimpan dalam Ibadah. Dengan kaitkata:aqiqah. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.
25 Tanggapan to “Hukum Aqiqah Setelah Dewasa”
1.
 Arrahmanh
berkata
22 Mei 2009 pada 10:31 amPak Shiddiq dr Jawi, jk ada pertentangan para ulama thdp kesahihan suatu hadits apakah tdksebaiknya, menurut kaidah fiqh, lbh selamat jk kita tinggalkan saja amalan yg disebutkan dlmhadits tsb. Dlm hal ini adl aqiqah stlh dewasa & pd rubrik yg lain ad. sholat dhuha berjama’ah,sholat tasbih dsb. Selain itu banyak sekali amalan2 sunnah yg disepakati oleh seluruh ulamaakan kesahihan haditsnya sehingga tdk perlu mengambil pendapat atas suatu haditsmana yglebih sesuai menurut pikiran kita sendiri.
 
3/9konsultasi.wordpress.com/2009/05/13/hukum-aqiqah-setelah-dewasa/ 
Balas2.
mala
berkata
6 Juni 2009 pada 1:15 pmAssalamualaikum wr wb.Maaf Ustadz saya mau tanya. Bagaimana hukumnya jika kita melakukan pemesanan aqiqahsecara online namun nama bayi kita salah tulis? Bagimana hukumnya? Terimakasih pak atas jawabannya.Wassalamualaikum wr wbBalas
mukhlis habari 
berkata
10 Desember 2009 pada 1:21 pmseingat saya ketika kita beraqiqah/mengaqiqahi disunnahkan untuk menyaksikanpemotongan hewan tersebut, seperti halnya qurban. kalau kita melakukan aqiqah secaraonline dan kita betul-betul menyakini kalau aqiqah tersebut dilaksanakan hukumnya boleh/sah,dan jika ada kesalahan menulis nama anak ,insyaallah aqiqahnya tetap sahkarena sudah kita niatkan untuk anak kita. wallahu’alamBalas3.
iekma
berkata
25 Juli 2009 pada 8:33 amAssalamualaikum..saya mau bertanya tentang apakah keharusan dalam aqiqoh dirupakandalam bentuk sembelih kambing?? apakah bisa diganti dengan memberikan amal jariyah(seharga dengan kambing) kepada orang terdekat yang saat ini terlilit hutang karena sakitkeras???terima kasih untuk jawabannya. WasalamualaikumBalas4.
ogie
berkata
23 September 2009 pada 5:06 pm

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->