Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
REKAYASA GENETIKA DAN “GENETIKA MODIFIED ORGANISM” (GMO) DALAM POLEMIK

REKAYASA GENETIKA DAN “GENETIKA MODIFIED ORGANISM” (GMO) DALAM POLEMIK

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 210 |Likes:
Published by Dwi Tika Afriani

More info:

Published by: Dwi Tika Afriani on Sep 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2014

pdf

text

original

 
 
Dwi Tika Afriani Rekayasa Genetik dan Genetik Modified Organism (GMO) dalam Polemik 
| 1
REKAYASA GENETIKA DAN “GENETIKA MODIFIED ORGANISM”
(GMO) DALAM POLEMIKBAB IPENDAHULUAN
Genetika adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk alih informasi hayatidari generasi ke generasi. Oleh karena cara berlangsungnya alih informasi hayatitersebut mendasari adanya perbedaan dan persamaan sifat diantara individuorganisme, maka dengan singkat dapat pula dikatakan bahwa genetika adalahilmu tentang pewarisan sifat .Dalam ilmu ini dipelajari bagaimana sifat keturunan(hereditas) itu diwariskan kepada anak cucu, serta variasi yang mungkin timbuldidalamnya.Genetika bisa sebagai ilmu pengetahuan murni, bisa pula sebagai ilmupengetahuan terapan. Sebagai ilmu pengetahuan murni ia harus ditunjang olehilmu pengetahuan dasar lain seperti kimia, fisika dan metematika juga ilmupengetahuan dasar dalam bidang biologi sendiri seperti bioselluler, histologi,biokimia, fiosiologi, anatomi, embriologi, taksonomi dan evolusi. Sebagai ilmupengetahuan terapan ia menunjang banyak bidang kegiatan ilmiah dan pelayanankebutuhan masyarakat. Dengan perkembangan ilmu genetika muncullah beberapaterapan ilmu seperti bioteknologi dan rekayasa genetika.Rekayasa genetika (transgenik) atau juga yang lebih dikenal denganGenetically Modified Organism (GMO) dapat diartikan sebagai manipulasi genuntuk mendapatkan galur baru dengan cara menyisipkan bagian gen ke tubuhorganisme tertentu. Rekayasa genetika juga merupakan pencangkokan gen atauDNA rekombinan. Penelitian rekayasa genetika telah dimulai awal tahun 1950-an,oleh Dr. Paul Berg dari Stanford University of California (USA), namun hasilyang memuaskan baru diperoleh setelah 20 tahun kemudian. Pada tahun 1973Stanley Cohen dan Herbert Boyer menciptakan bakteri melalui rekayasa genetikauntuk pertama kalinya. Kemudian tahun 1981, pertama kali di kembangkan tikusdan lalat buah produk rekayasa genetika, menyusul pada tahun 1985 Plant GeneticSystems (Ghent, Belgium), sebuah perusahaan yang didirikan oleh Marc Van
 
 
Dwi Tika Afriani Rekayasa Genetik dan Genetik Modified Organism (GMO) dalam Polemik 
| 2
Montagu dan Jeff Schell, merupakan perusahaan pertama yang mengembangkantanaman tembakau toleran terhadap hama dengan mengambil protein insektisidadari bakteri Bacillus thuringiensis.Belakangan ini perkembangan dan pemanfaatan bioteknologi rekayasagenetika atau transgenik atau modifikasi genetika semakin luas hingga tidak bisadibendung, dimana penggunaannya tidak lagi hanya pada pemenuhan kebutuhanmanusia yang sangat memaksa, juga mulai ditemukan banyak kejadian yangmenunjukkan dampak negatif dari pemanfaatan modifikasi genetika itu sendiri,penyebarluasan penggunaan modifikasi genetika menuai kontroversi. Dimanapara ahli mulai melihat kejadian-kejadian yang merupakan dampak negatif darimodifikasi genetika. Dalam Suara Karya Online edisi 9 Maret 2010 Dr. RosariSaleh dari Lembaga Penelitian Universitas Indonesia (UI) mengatakan bahwa,
“Pada awalnya, teknologi rekayasa genetika ditujukan untuk memperoleh
organisme yang identik demi kepentingan riset dan produksi, seperti tanamanpangan dan hewan riset. Modifikasi gen dilakukan dengan memanipulasi kodegenetik tumbuhan dan hewan serta merekayasa sifat-sifat tertentu dari keduamakhluk hidup tersebut agar diperoleh organisme yang lebih baik.Kemajuandalam mengetahui kemampuan kognitif dan kesehatan manusia secara genetikamembantu pendidikan dan program penyembuhan, tetapi dapat disalahgunakanuntuk mendiskriminasi manusia dengan keterbatasan tertentu dan memperuncingpermasalahan sosial. Modifikasi terhadap organisme juga dapat mengarah padapembuatan senjata biologi."Diantara faktor-faktor yang menjadi sorotan adalahfaktor kesehatan masyarakat, dampak perubahan ekologis, sosial-ekonomi,etikadan budaya, maupun religi. Dampak kesehatan dan perubahan ekologis mulaimenunjukkan bukti-bukti dari kejadian-kejadian yang terjadi di masyarakat.Dampak sosial-ekonomi,etika dan budaya maupun religi belum menunjukkanbukti nyata sehingga amat sedikit mendapat perhatian. Beberapa ahli sangatmenyayangkan sedikitnya perhatian ilmuwan dan pemerintah terhadappertimbangan-pertimbangan terkait dengan penggunaan dan pelepasan organismehasil modifikasi genetika, sebagaimana yang dikatakan oleh Elenita C. Danodalam bukunya yang berjudul Potential Socio-Economis, Cultural and EthicalImpacts of GMOs: Prospects for Socio-Economic Impact Assesment,2007,
 
 
Dwi Tika Afriani Rekayasa Genetik dan Genetik Modified Organism (GMO) dalam Polemik 
| 3
“Pertimbangan social
-ekonomi dan budaya terkait dengan penggunaan danpelepasan organisme hasil modifikasi genetika cenderung mendapat sedikit
 perhatian dibandingkan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi itu sendiri”.
Teknologi tidak dapat dipisahkan dari konteks masyarakat di mana teknologitersebut dimanfaatkan. Tidak ada teknologi dalam sejarah dunia, dari penemuanapi sampai domestikasi tumbuhan dan hewan, bioteknologi tradisional, RevolusiIndustri dan Revolusi Hijau, terjadi di dalam ruang kosong. Oleh karena itu, ruangyang berbeda-beda di dalam masyarakat, baik itu ruang kesehatan, lingkungan,ekonomi, politik, sosial, budaya ataupun etika dan religi, semuanya dipengaruhioleh penggunaan dan diadopsinya sebuah teknologi, dengan sifat dan kecepatanyang berbeda-beda. Dalam sejarah manusia, inovasi teknologi dan ilmupengetahuan sangat berdampak pada ruang-ruang tersebut, tidak terkecuali relasi-relasi sosial-ekonomi dan kehidupan politik. Beberapa dampak tidak kasat matadan dampak lainnya sangat jelas. Secara tidak kasat mata, penerapan pertanianmekanisasi selama periode Revolusi Hijau telah meningkatkan ketidakadilan diantara masyarakat pertanian skala kecil dan skala besar (Conway, 2003) danmenurunkan ketersediaan lapangan kerja bagi perempuan di pertanian (Paris,1998). Sebagai hasil penamanan padi yang intensif di bawah program RevolusiHijau, rakyat pedesaan direstrukturisasi oleh lahirnya kelas ekonomi baru parapedagang yang mengkhususkan diri dalam perdagangan beras, dan buruh-buruhtani baru yang bekerja musiman di pertanian padi.Banyak reaksi yang ditimbulkan masyarakat terhadap pemunculanrekayasa genetika ini, baik pro, kontra maupun tidak peduli. Untuk masyarakatawam, mereka tidak peduli apakah hasil dari rekayasa genetika seperti makananyang dimakanannya produk transgenik apa tidak, asal menguntungkan, murah,dan isinya kurang lebih sama dengan produk yang bukan transgenik. Contohnyaadalah kedelai. Negara kita mengimpor kedelai transgenik dari Amerika yangharganya cukup ekonomis di pasar, sehingga dijadikan bahan baku tempe dantahu yang dikonsumsi sehari-hari. Dan juga dari buah-buahan impor disupermarket, boleh jadi ada diantaranya yang merupakan produk transgenik namun tidak diberi informasi mengenainya.Untuk pemaparan lebih lanjut akan dibahas pada bab selanjutnya.

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Yume Chan liked this
Acie ClaLu CyaNk liked this
Eldi Yansah liked this
BOru Manullang liked this
Lili Cutecutee liked this
Reank Bujank liked this
Dwi Tika Afriani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->