Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
10Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TRAINNING NEED ASSESSMENT KEPALA PUSKESMAS DI KABUPATEN BLITAR- AGUNG DWI LAKSONO

TRAINNING NEED ASSESSMENT KEPALA PUSKESMAS DI KABUPATEN BLITAR- AGUNG DWI LAKSONO

Ratings: (0)|Views: 2,025|Likes:
Published by Agung Dwi Laksono

More info:

Published by: Agung Dwi Laksono on Sep 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See More
See less

03/20/2013

pdf

 
374
 
TRAINING NEEDS ASSESSMENT 
KEPALA PUSKESMASDI KABUPATEN BLITAR
Christine Indrawati,
1
Agung Dwilaksono
2
 ABSTRACT 
Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat = Health Center) is the frontline institution responsible for providing healthservices to the community. A preliminary survey held in January 2008 showed the averaging low managerial skill of Head of Health Center in Blitar Regency. This research aims to assess need of training program for Head of Health Center inBlitar Regency through individual analysis of Head of Health Center. This is a survey research conducted from May 2008 until June 2008 in Blitar Regency by way of measuring the necessity of training for Head of Health Center through their individual characteristics. Done cross sectional, the information sources are 23 Head of Health Center, 5 Subheads of Blitar Regional Health Ofce, 21 Heads of District (Camat), 130 Staff of Health Center, and 150 Village Integrated HealthPost (Posyandu) cadres. The total samplings are the Head of Health Center, Subheads of the Regional Health Ofce, and the Heads of District. For health personnel, the sample is taken by simple random sampling method; meanwhile the VIHP cadres are taken by cluster/area random sampling. The research result showed the managerial skill of Head of HealthCenter in Blitar Regency as follows: the managerial skill to manage Health Center was 39.1% in category insufcient and moderate (conceptual and technical skill); the ability to comprehend tasks and assignments as a Head of Health Center was 91.3% in category insufcient and moderate; the managerial skill in planning was 52.1% in category insufcient and moderate (conceptual, technical and human skill), the ability to implement and to control was 52.1% (conceptual, technical and human skill); the ability to supervise and reporting-recording was 43.4% (conceptual, technical and human skill); themanagerial skill based on the assessment of the Subheads was 83.3% in category insufcient and moderate (conceptual,technical and human skill); the managerial skill based on: a) the assessment of the Heads of District was 95.6% in category insufcient and moderate (conceptual, technical and human skill); b) the assessment of the Health Center staff was 51.1%in category insufcient and moderate (conceptual, technical and human skill); and c) the assessment of Posyandu cadreswas 79.3% in category insufcient and moderate (technical and human skill). The completion of paperwork (reporting/ recording) for the overall performance of Health Center was 26.0% in category insufcient and moderate. Head of HealthCenter motivation was 43.4% in category insufcient and moderate.
Key words:
training needs assessment, headofhealthcenter,managerialskill head of health center,managerialskill , managerial skill 
PENDAHULUAN
Penempatan seseorang sebagai manajer membutuhkan pertimbangan yang teliti dansungguh-sungguh. Hal ini disebabkan posisi manajer yang mempunyai banyak tugas dan peran, yangmembutuhkan orang yang tepat untuk posisi tersebut.Demikian juga dengan posisi kepala puskesmas.Kepala puskesmas merupakan manajer di puskesmas.Untuk menempatkan seseorang sebagai kepalapuskesmas, juga dibutuhkan banyak pertimbangan.Puskesmas adalah penanggung jawabpenyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkatpertama. Dalam kaitan itu, maka diperlukan seorangkepala puskesmas sebagai manajer yang dapatmembawa puskesmas menjadi sarana mencapaitujuan dengan sebaik-baiknya.Di wilayah Kabupaten Blitar terdapat24 puskesmas yang berada di bawah tanggung jawabDinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Dari 24 puskesmastersebut, sejumlah 22 puskesmas dipimpin oleh dokter 
1
Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar 
2
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan, Jl. Indrapura 17 SurabayaKorespondensi: Agung Dwilaksono,Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan KesehatanJl. Indrapura 17 SurabayaE-mail: agung_dwilaksono@yahoo.co.id
 
Training
Needs Assessment 
Kepala Puskesmas
 
(Christina Indrawati, Agung Dwilaksono)
375
umum, dan 2 puskesmas dipimpin oleh dokter gigi.Kepala puskesmas diangkat oleh PemerintahDaerah Kabupaten Blitar berdasarkan usulan dariDinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Dalam mengajukanusulan nama yang akan diangkat sebagai kepalapuskesmas, Dinas Kesehatan tidak melakukan teskhusus mengenai kemampuan manajerial masing-masing calon. Sehingga dapat dipastikan tingkatkemampuan manajerial masing-masing kepalapuskesmas yang diangkat oleh Pemkab Blitar sangatvariatif. Adanya variasi kemampuan manajerial initentunya akan membuat hasil kerja puskesmas secarakeseluruhan bervariasi juga. (Tabel 1)Berdasarkan tabel 1 yang merupakan hasilsurvey awal yang dilakukan peneliti kepada 12 kepalapuskesmas, didapatkan kemampuan manajerialkepala puskesmas yang masih rendah dalam fungsiperencanaan (33,4%), pelaksanaan dan pengendalian(64,1%), dan pengawasan dan pertanggungjawaban(69,4%).Menurut Simamora (2004) rendahnya kemampuanmanajerial kepala puskesmas di Kabupaten Blitar dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah karakteristikindividu kepala puskesmas, karakteristik organisasi(puskesmas dan dinkeskab), karakteristik pekerjaandan faktor lingkungan.Dari empat faktor tersebut yang paling mudahdan memungkinkan untuk dilakukan intervensi adalahfaktor individu kepala puskesmas melalui pelatihan.Untuk itu penelitian ini difokuskan pada analisisindividu kepala puskesmas sebagai manajer linidi puskesmas, dengan melakukan
training needsassessment 
terhadap tiga kompetensi kemampuanyaitu
conceptual skill, technical skill,
dan
humanskill.
Berdasarkan uraian di atas, maka masalah yangdiangkat dalam penelitian ini adalah kemampuanmanajerial rata-rata kepala puskesmas di KabupatenBlitar masih rendah pada tahun 2007 (33,4% kurangbaik dalam fungsi perencanaan, 64,1% kurangbaik dalam fungsi pelaksanaan dan pengendalian,69,4% kurang baik dalam fungsi pengawasan danpertanggungjawaban; dengan nilai standar 100%kepala puskesmas harus mempunyai kategori nilaibaik).Tujuan penelitian ini adalah melakukan
training needs assessment 
manajerial bagi kepala puskesmasdi Kabupaten Blitar melalui analisis individu kepalapuskesmas.
METODE
Penelitian ini adalah penelitian survei yangbersifat observasional. Penelitian dilakukan secara
crossectional 
, dengan teknik pengumpulan datamenggunakan kuesioner dan observasi dokumen
.
 Lokasi penelitian di Kabupaten Blitar, yang memiliki22 kecamatan dengan 24 puskesmas. Populasidan besar sampel dalam penelitian ini (dikurangikecamatan dan puskesmas tempat peneliti bertugas)adalah:1. Kepala puskesmas sejumlah 23 orang2. Kasubdin di Dinkeskab Blitar sejumlah 5 orang3. Camat sejumlah 21 orang4. Tenaga kesehatan di puskesmas sejumlah 130orang5. Kader posyandu sejumlah 150 orang.Seluruh responden diminta untuk mengisikuesioner yang merupakan penilaian terhadapkemampuan manajerial kepala puskesmas. Kepalapuskesmas melakukan
self assessment 
, sementarakasubdin, camat, tenaga kesehatan di puskesmas,dan kader posyandu memberikan penilaian dari sudutpandang mitra kerja kepala puskesmas.
Tabel 1.
Distribusi frekuensi kemampuan manajerial kepala puskesmas di Kabupaten Blitar pada tahun2007
No.Fungsi ManajemenFrekuensiBaik (%)Kurang Baik (%)Jumlah (%)
1.Perencanaan66,66,633,41002.Pelaksanaan dan pengendalian35,964,11003.Pengawasan dan pertanggungjawaban30,669,4100
Sumber: data primer 
 
376
 
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. 11 No. 4 Oktober 2008: 374–382
Cara pengukuran pertanyaan dilakukan denganmemberi pertanyaan yang mempunyai 4 pilihan jawaban dengan skor terendah 1 dan tertinggi 4. Hasilpenilaian jawaban akan dijumlahkan untuk masing-masing kategori yang selanjutnya akan dilakukanpengkategorian menjadi 3 kelas yaitu kurang, sedangdan baik.Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Blitar,dengan waktu penelitian dilakukan antara bulan Mei2008 sampai dengan Juni 2008. Data hasil penelitiandiolah secara deskriptif untuk mendapatkan hasilkebutuhan pelatihan yang diperlukan oleh kepalapuskesmas.Dari kerangka operasional dapat diuraikan bahwalangkah penelitian ini adalah:1. Menganalisis individu kepala puskesmasmengenai kemampuan mengelola organisasi,kemampuan memahami pekerjaan, kemampuanperencanaan, kemampuan pelaksanaan danpengendalian, kemampuan pengawasan danpertanggungjawaban melalui penilaian
self assessment 
, penilaian oleh tenaga kesehatan dipuskesmas, kasubdin di dinkeskab, camat, kader posyandu. JugadilakukanpenilaianterhadapJuga dilakukan penilaian terhadapmotivasi kepala puskesmas.2. Hasil penilaian dibandingkan dengan standar,yaitu Kepmenkes no. 128/2004.3. Mengidentifikasi kesenjangan antara hasilpencapaian atau penilaian dengan standar.4. Menyusun kebutuhan pelatihan manajerial bagikepala puskesmas.
HASIL DAN PEMBAHASANGambaran umum pelayanan kesehatan diKabupaten Blitar 
Sampai tahun 2005 di Kabupaten Blitar terdapatsatu rumah sakit umum yang terdapat di KecamatanWlingi. Sementara itu masih terdapat 24 puskesmasyang tersebar di seluruh kecamatan. Bahkan diKecamatan Ponggok dan Gandusari masing-masingterdapat 2 unit puskesmas. Selain itu masih terdapatsebanyak 68 unit Puskesmas Pembantu. Prasaranakesehatan lain berupa Klinik KB/KIA/Polindes hinggatahun 2005 berjumlah sebanyak 184 unit (Bappeda,2006). Dari 24 puskesmas yang ada, terdapat12 puskesmas dengan fasilitas rawat inap dan UGD.Sisanya sebanyak 12 puskesmas tidak memilikifasilitas rawat inap, hanya UGD saja.
Gambar 1.
Kerangka Operasional PenelitianMelakukan analisis individu Kapuskesmas,mengenai:1. kemampuan mengelola organisasi2. kemampuan memahami pekerjaan3. kemampuan perencanaan4. kemampuan pelaksanaan danpengendalian5. kemampuan pengawasan danpertanggungjawaban melalui penilaianself assessment, pihak internal (nakesdi puskesmas), pihak eksternal(kasubdin, camat, kader posyandu)6. motivasiStandar Kepmenkes no. 128/2004
Mengidentifkasikesenjangan
antara pencapaian dan standar Kebutuhan pelatihan manajerialbagi kapuskesmasDibandingkan
 
Kerangka Operasional Penelitian

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Kang Mas Hatan added this note|
adakah prgram kab. blitar tuk mwujudkan kader pmimpin pskesmas yang baik? shingga kedepannya dpt mnjadi pnerus pemegang pskesmas yg ada?setau sya,tnaga kesehatan yg mmang blajar dan mmpunyai bekal dlm masalah mnajemen dan pelayanan kesehatan di msyarakat adalah yang kuliah di FKM atau di Prodi Kshatan Msyarakat, yang upaya2nya merupakan upaya preventif kesehatan masyarakat, agar lebih baik kdepany
Wuri Handayani liked this
Mega Pratidina liked this
Anto Ahmad liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->