Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
13Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISIS KEBIJAKAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PRAKTIK KEPERAWATAN (DRAF KE-19)

ANALISIS KEBIJAKAN RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PRAKTIK KEPERAWATAN (DRAF KE-19)

Ratings: (0)|Views: 451 |Likes:
Published by Agung Dwi Laksono

More info:

Published by: Agung Dwi Laksono on Sep 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2013

pdf

text

original

 
105
ANALISIS KEBIJAKAN RANCANGAN UNDANG-UNDANGTENTANG PRAKTIK KEPERAWATAN (DRAF KE-19)
Agung Dwilaksono
1
, Widodo J. Pudjirahardjo
2
, Ratna Dwi Wulandari
2
 ABSTRACT 
Nurses wishes to pursued them from doctors as a profession. The realization was through conducting nursing law. Theimplementation of this nursing law need circumstantial policy analysis to comprehend its consequences. This policy analysisstudied the 19
th
device of nursing law. Several questions should be answered in the policy review of nursing law devicesuch as kinds of policy problem which will be entered, value of changing, important actors which involved, approachesthat will be used, kinds of resistance which possible emerge and trades off which predicted has possibility goes into effect.Conclusion of this article is that this nursing law device represent policy which relative new anticipating other professionwhich have established. This policy device was less detailed, less clear about boundaries and some section becomeweaknessess to this policy. There are resistant to effort application of this device, especially from nurses which can not 
fulll the law’s criterion on nursing practices.
Key words:
policy analysis, nursing practice, nursing law device
PENDAHULUAN
Seiring dengan munculnya UU No. 29 Tahun2004 tentang Praktik Kedokteran dan tumbuhnyakesadaran masyarakat sebagai pengguna pelayanankesehatan, keresahan mulai muncul di kalanganprofesi perawat yang telah bekerja sama dengandokter selama hampir sepadan umurnya dengankedua profesi tersebut. Keresahan tersebut muncultidak hanya dalam skala lokal, tapi sudah menjadi isupublik di level nasional, hal ini terlihat dari maraknyapemberitaan tentang hal tersebut di media populer.Keresahan perawat sebagai isu publik terlihatpada ‘Hukum Online’ tanggal 11 April 2007 yangmemuat tentang ‘Perawat Minta Payung HukumTindakan Anestesia’. Perawat anastesia yang selamaini lebih berperan sebagai kepanjangan tangan dokter anastesia menjadi ketakutan menjalankan profesinya,karena ketidakjelasan payung hukumnya.Opini tentang ‘Undang-undang KesehatanPojokkan Perawat’, yang ditulis oleh MuhammadImron di Harian Suara Merdeka tanggal 1 Januari2006 menunjukkan betapa merasa terpojoknyaperawat sebagai sebuah profesi yang berada dibawah bayang-bayang profesi dokter yang sudahlebih dulu mapan.Harian Kompas pada tanggal 29 Juni 2001menulis ‘Perawat Ingin Menjadi Mitra Sejajar Dokter’. Dalam artikel tersebut memuat kegelisahanperawat Indonesia yang lebih dari dua dekademengkampanyekan perubahan paradigma. Perawatyang dulunya berfungsi sebagai perpanjangan tangandokter, kini berupaya menjadi mitra sejajar dokter sebagaimana para perawat di negara maju.Media Sehat Utama edisi 01, April 2006 menulistentang ‘Kesejahteraan dan Eksistensi Jadi Taruhan’.Dalam artikel tersebut dituliskan ada dua hal mendesakke depan yang menjadi konsentrasi perjuangan PPNI(Persatuan Perawat Nasional Indonesia). Pertamasoal kesejahteraan anggota, kedua tentang eksistensi.Sebagai organisasi profesi, tanpa punya eksistensinyata dilapangan, maka profesi tidak akan memilikiarti apa-apa.Harian Kompas pada tanggal 29 Juni 2001 jugamenulis tentang kesejahteraan perawat dengan judul ‘Nasib Perawat: Pendidikan Rendah, GajiRendah’. Dalam artikel tersebut diuraikan betapa
1
Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan, Jl. Indrapura 17 Surabaya 60176Korespondensi: Agung DwilaksonoE-mail: agung_dwilaksono@yahoo.co.id
2
Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya
 
106
 
Buletin Penelitian Sistem Kesehatan – Vol. 11 No. 2 April 2008: 105–112
banyak tantangan berat untuk menjadikan perawatsebagai pekerja profesional dan mendapat imbalanprofesi. Saat ini kondisi perawat di Indonesia memangterpuruk. Dibanding rekannya di negara lain, bahkansesama negara ASEAN, gaji perawat di Indonesiarelatif rendah, rata-rata tingkat pendidikannya punrendah, kebanyakan hanya lulusan Sekolah PerawatKesehatan (SPK).Lain ladang lain belalang, di KabupatenTanggamus ketua DPRD sampai turun tangan ketikaada aparat yang berusaha menegakkan peraturandengan memanggil dan memperingatkan salah satuperawat untuk tidak berpraktik ‘medis’ yang berbuntutmogoknya seluruh perawat di Kabupaten tersebut.Pada akhirnya ketua DPRD setempat meminta DinasKesehatan untuk 'memberikan kelonggaran perawatberpraktik‘ sebatas di daerah yang tidak terjangkaudokter, demikian headline yang ditulis Lampung Post,pada bulan April 2007.‘Perawat Rentan terhadap Tuntutan’ demikian judul yang diangkat Harian Suara Merdeka, tanggal12 November 2001. Dengan berlakunya PermenkesNomor 647 Tahun 2000 tentang Registrasi dan PraktikPerawat bukanlah sebuah jaminan akan payunghukum yang cukup jelas. Karena perlu kerangkasosialisasi yang jelas, sehingga perawat dapatmenjalankan profesinya melakukan praktik asuhankeperawatan dengan baik dan juga menghindariterjadi tuntutan dari pasien.Dengan beragamnya isu publik tentang profesikeperawatan yang mengemuka, menjadikandiperlukannya payung hukum yang jelas untukmewadahi keresahan profesi tersebut. Keresahanini seakan terjawab dengan hadirnya RancanganUndang-undang tentang Praktik Keperawatan.Meski demikian, tidak perlu tergesa-gesa dalammemutuskan, perlu kajian lebih lanjut tentang substansiyang seharusnya ada, kesesuaiannya dengan nilainormatif yang belaku secara universal, atau punprediksi ke depan pasca ditetapkannya RancanganUndang-undang tersebut menjadi Undang-undang.Untuk itu tulisan ini menguraikan analisis kebijakanterhadap Rancangan Undang-undang tentang PraktikKeperawatan yang menggunakan dua pendekatanyaitu pendekatan prediktif dan normatif. Pendekatanprediktif lebih berorientasi pada kepentingan ke depanuntuk mewujudkan tata nilai baru agar perawat sebagaisebuah profesi dapat berperan sejajar dengan profesilainnya sesuai dengan peran masing-masing, danupaya prediksi adanya resistensi sebelum tata nilaibaru tersebut terbentuk. Sedang pendekatan normatif dilakukan untuk menilai kesesuaian kebijakan tentangpraktik keperawatan dengan nilai-nilai yang berlakusecara universal.Tujuan analisis adalah mengkaji kebijakan RUUPraktik Keperawatan draft ke-19 tentang substansiyang seharusnya ada, kesesuaiannya dengan nilainormatif yang belaku secara universal, atau punprediksi ke depan pasca ditetapkannya RancanganUndang-undang tersebut menjadi Undang-undang.
METODE
Tahapan analisis kebijakan yang digunakan adalahtahapan
 policy review 
. Metode pendekatan yangdipergunakan dalam analisis kebijakan RUU tentangPraktik Keperawatan ini menggunakan pendekatanyang berbeda pada setiap pokok bahasan.Pada bahasan kajian kebijakan, metode yangdigunakan adalah pendekatan secara normatif dengantujuan yang menekankan pada apa yang benar atauapa yang berlaku secara universal. Pada bahasankonsekuensi dan resistensi metode yang digunakanadalah metode pendekatan prediktif dengan tujuanuntuk menggambarkan adanya serangkaian tindakanyang dilakukan untuk menghadapi konsekuensi daridiberlakukannya kebijakan baru ini.Pada bahasan prediksi, metode pendekatanyang digunakan adalah pendekatan prediktif dengan tujuan untuk memberikan informasi tentangkonsekuensi di masa mendatang, baik berupakeberhasilan maupun kegagalan apabila kebijakanUndang-undang tentang Praktik Keperawatantersebut diberlakukan. Sedang pada kesimpulan danrekomendasi, metode pendekatan yang digunakanadalah metode pendekatan preskripsi dengan tujuanuntuk memberikan rekomendasi atau menyediakaninformasi mengenai
value
atau kegunaan relatif daridiberlakukannya kebijakan Undang-undang tentangPraktik Keperawatan tersebut.
KAJIAN PADA RANCANGAN UNDANG-UNDANGTENTANG PRAKTIK KEPERAWATAN (DRAF KE-19)
Dalam bagian ini dianalisis tentang masalah dasar meliputi macam masalah, ciri masalah, tata nilai danaktor yang terlibat; tujuan yang ingin dicapai olehkebijakan ini.
 
 Analisis Kebijakan Rancangan Undang-undang (Agung Dwilaksono, dkk.)
107Masalah Dasar 
Keperawatan sebagai bentuk pelayananprofesional, merupakan bagian integral daripelayanan kesehatan, yang didasarkan pada ilmudan kiat pelayanan biopsikososial dan spiritualyang komprehensif. Untuk melaksanakan tanggung jawab profesi, perawat dituntut memiliki kecakapan,kemampuan, dan kemauan, agar bisa memberikanpelayanan kepada pasien dengan penuh tanggung jawab.1. Macam masalaha) Pekerjaan perawat yang semula vokasionalhendak digeser menjadi pekerjaanprofesional;b) Perawat yang dulunya berfungsi sebagaiperpanjangan tangan dokter, kini berupayamenjadi mitra sejajar dokter c) Kesiapan pihak lain (dokter, pekerja kesehatan)menerima perubahan paradigma itud) Perawat akan berhadapan dengan beberapabentuk sanksi hukum. Dari hukum pidana,hukum perdata, hukum perburuhan (berkaitandengan tempat kerja), hukum kedokteransampai masalah etika dan disiplin profesie) Kesiapan perawat menerima konsekuensi dariperubahan tata nilai baru tersebutf) Perlu kejelasan regulasi dari pemerintahyang mengatur penyelenggaraan praktikkeperawatan yang menjelaskan batasanwewenang, tugas dan tanggung jawab perawatdalam melaksanakan asuhan keperawatang) Perlunya organisasi profesi terkait dudukbersama untuk merumuskan batas kompetensimasing-masing profesi, sehingga tidak terjaditumpang tindih pekerjaan dan meminimalkanterjadinya malapraktik.2. Ciri MasalahAda dua ciri dominan realitas yang menjadi masalahdalam kebijakan tentang praktik keperawatan,yaitu:a. Kesiapan Perawat: Tingkat pendidikan tenagaperawat yang ada saat ini sangat beragam,tetapi masih didominasi oleh tenaga lulusanSekolah Perawat Kesehatan.b. Perawat praktik mandiri: Sampai dengan saatini masih banyak perawat yang melakukanpraktik mandiri. Bukan hanya perawat yangdengan level pendidikannya yang seharusnyatidak boleh berpraktik tetapi juga perawat yangberpraktik di luar kewenangannya.3. Tata NilaiTata nilai yang diatur dalam kebijakan tentangpraktik keperawatan ini adalah:a) Nilai moral yaitu perlindungan terhadapmasyarakat atas praktik keperawatan yangtidak bertanggung jawab.b) Nilai ekonomis terkait dengan pemerataanpelayanan kesehatan.c) Nilai teknikal adalah pelayanan asuhankeperawatan harus sesuai dengan standardprofesi yang mengikuti perkembangan (
up todate
).4. Aktor yang terlibatAda beberapa aktor yang terlibat danberkepentingan dengan kebijakan ini, antaralain:a) Perawat, digolongkan atas tiga jenis perawat,yaitu: perawat lulusan SPK, perawat lulusanDIII, dan perawat lulusan S1 ke atas.b) Dokter praktikc) Organisasi Profesi Perawat, PPNI (PersatuanPerawat Nasional Indonesia),d) Organisasi Profesi Dokter, IDI (Ikatan Dokter Indonesia),e) Departemen Kesehatan.5. Tujuan yang Ingin Dicapai dalam KebijakanTujuan yang ingin dicapai dengan adanyakebijakan ini adalah untuk menciptakan tata nilaibaru tentang praktik keperawatan yangterincing terincisebagai berikut; 1) Memberikan perlindungan dankepastian hukum kepada penerima dan pemberi jasa pelayanan keperawatan; 2) Mempertahankandan meningkatkan mutu pelayanan keperawatanyang diberikan oleh perawat.Secara normatif tujuan yang ingin dicapai olehkebijakan tentang praktik keperawatan ini sudahtepat dan sesuai sasaran.6. Substansi Kebijakan1) Ciri KebijakanAda dua ciri yang menonjol dalam kebijakantentang praktik keperawatan ini, yaitukebijakan regulatif dan protektif. Regulatif karena mengatur penyelenggaraan pelayanankesehatan keperawatan dalam hal praktikperawat, mulai dari perijinan praktik perawat,penyelenggaraan sampai dengan pengawasan

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Askar Metta liked this
Thalib Mks liked this
miftahol liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->