Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Buletin Lestari Desaku Edisi 2 : Sept 2012

Buletin Lestari Desaku Edisi 2 : Sept 2012

Ratings: (0)|Views: 161 |Likes:
Published by alsad owt
Farmers in the tropic are blessed with abundance green cover and farm organic waste which can easily turn out into organic and bio-fertilizer.
Microorganism (bacteria and fungi) plays a key roles on the decomposition process. To do so farmers need to know how to gather and grow local microorganism troop which is often called in Indonesian as ‘MOL’ (mikroorganisme lokal). Farmers can directly use MOL as bio-fertilizer to enhance plant (crop) metabolisms such as ‘Nitrogen” (N) fixation from atmosphere or adsorb ‘Phosphorous’ (P) ion from soil. Farmers can also use MOL to speed up decomposition process on the making of organic fertilizer. Without MOL, it takes more than two months to make compost, while using MOL, organic fertilizer can be readily applied (although still immature) within two weeks. Despite various types of MOL have been available in the market, those can easily developed by farmers. The focus also discuss procedures to develop various types of organic fertilizers and success stories of organic farming.
In this edition, we also promote some selected PNPM-Green smart practices from Sulawesi and Sumatra, several contemplative articles and OWT environmental awareness products.
The dream behind the making of the magazine is to make rural people aware on their on-site abundant resources which should be able to improve their livelihoods. We need to strengthen village governance to make them independence (mandiri); they should be able to build their life without too much expecting outsiders.
The magazine is printed for 3000 copies, the printing cost is funded by World Bank /CIDA PNPM-Green Trust fund and DANIDA ESP-2 Component 3. The magazine can be visited on www.owt.or.id. The hard copies of the magazines will be distributed to PNPM-Green beneficiaries in Sulawesi and Sumatra. The reduced resolution of electronic copy is attached.

Edi Purwanto
Operation Wallacea Trust (OWT)
Mobile: 081 296 55 233
Farmers in the tropic are blessed with abundance green cover and farm organic waste which can easily turn out into organic and bio-fertilizer.
Microorganism (bacteria and fungi) plays a key roles on the decomposition process. To do so farmers need to know how to gather and grow local microorganism troop which is often called in Indonesian as ‘MOL’ (mikroorganisme lokal). Farmers can directly use MOL as bio-fertilizer to enhance plant (crop) metabolisms such as ‘Nitrogen” (N) fixation from atmosphere or adsorb ‘Phosphorous’ (P) ion from soil. Farmers can also use MOL to speed up decomposition process on the making of organic fertilizer. Without MOL, it takes more than two months to make compost, while using MOL, organic fertilizer can be readily applied (although still immature) within two weeks. Despite various types of MOL have been available in the market, those can easily developed by farmers. The focus also discuss procedures to develop various types of organic fertilizers and success stories of organic farming.
In this edition, we also promote some selected PNPM-Green smart practices from Sulawesi and Sumatra, several contemplative articles and OWT environmental awareness products.
The dream behind the making of the magazine is to make rural people aware on their on-site abundant resources which should be able to improve their livelihoods. We need to strengthen village governance to make them independence (mandiri); they should be able to build their life without too much expecting outsiders.
The magazine is printed for 3000 copies, the printing cost is funded by World Bank /CIDA PNPM-Green Trust fund and DANIDA ESP-2 Component 3. The magazine can be visited on www.owt.or.id. The hard copies of the magazines will be distributed to PNPM-Green beneficiaries in Sulawesi and Sumatra. The reduced resolution of electronic copy is attached.

Edi Purwanto
Operation Wallacea Trust (OWT)
Mobile: 081 296 55 233

More info:

Published by: alsad owt on Sep 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2014

pdf

text

original

 
Lestari Desaku
Edisi 2, September 2012
| 1
Lestari Desaku
Pipia da Peaujawab
Dr. Edi Purwanto.
Pipia Redaki
Ludiro Prajoko
Dewa Redaki
Edi Purwanto,Hendra Gunawan,Ujang Susep Irawan,Irpan
Edir Baaa
Edi Purwanto,Ujang Susep Irawan
Kribur
La Ode Rabiali TongkeGusti SugandaZiaul Haq NawawiAmirudin FaisalMansyur
Deai da Peaa Leak 
www.adioga.com
Ilurar
Wahyu Gumelar
Frafer
Irfan Cakra
Dierbika le
 Penerbitan majalah ini didanai olehProgram Nasional PemberdayaanMasyarakat Lingkungan Mandiri Perdesaan(PNPM-Green)
Alaa Redaki
Taman CimangguJl. Akasia III Blok P VI No. 4-5Bogor - Jawa BaratTel: (0251) 8343184E-mail: redaksilestaridesaku@gmail.com,Website: www. owt.or.id
DrRed
S
epenggal kalimat itu sengaja dipilih untuk melukiskan suasanahati kami yang diliputi dua hal. Pertama, kelegaan karena dapatmengantarkan munculnya edisi ke-2 LD. Walaupun, mungkin,sedikit terlambat. Di tengah kesibukan rutin yang tak kunjung susut,kiranya perlu kerja ekstra untuk menyiapkan LD edisi 2. Puji syukur,agenda itu telah dapat dilalui. Tentu saja berkat kerjasama dan dukunganbanyak pihak, khususnya teman-teman OWT yang gigih di lapangan.Komentar, saran, masukan, dan kiriman tulisan merekalah yangmemungkinkan LD dapat kembali mengunjungi Anda.Kedua,
Pupuk organik 
. Itulah sajian utama LD kali ini. Topik itu mungkindipandang sepele. Tetapi tidak demikian bagi kami. Mengapa? Terdapatkisah dan pengalaman (Pelaku PNPM-LMP) yang mengesankan seputarpupuk organik ini. Juga keprihatinan dan rasa geram menyaksikan,dimana-mana, sampah menumpuk tak terurus. Juga praktik cerdasdan prestasi dari lapangan terkait pengelolaan sampah menjadi pupukorganik. Selain itu, pupuk organik menjadi bagian penting bagi upayakembali ke pertanian organik: sebuah persoalan serius! Pertanian organikdi satu sisi menjadi gerakan menuju penyelamatan lingkungan, dan di sisilain, sebagai gerakan menuju pemulihan kemandirian petani.Maka, kami bulat mengangkat pupuk organik sebagai Fokus Sajiankali ini. Kami mencoba menghadirkan pembahasan yang utuh-tuntas-
“Kami DatangMembawaPupukOrganik”!
menyeluruh, untuk memenuhi niatLD sebagai media informasi sekaliguspanduan.
Dinamika pelaksanaan kegiatan PNPM-LMP
dan
Penguatan Desa
sebagai menutetap LD, disajikan melalui beberapatulisan yang diharapkan dapat lebihmenggairahkan kiprah pelaku LMPmaupun pemerintahan desa.Demikian, sekilas “Mengapa danbagaimana” LD edisi 2, dengan segenapharapan yang dilekatkan padanya. Nah …selamat menikmati sajian kami !
LudirPrajk
Pertanianorganik disatu sisi men- jadi gerakanmenuju pe-nyelamatanlingkungan
 
2 |
Edisi 2, September 2012
Lestari Desaku
DfIsi
1
DARI REDAKsI
3
EDItoRIAL
4
PERsPEKtIFFoKUs
8 Mengenal Pasukan Mikroba10 Dari Mana Asal Pasukan Mikroba?12 Mengumpulkan Pasukan Mikroba16 Memanfaatkan Pasukan Mikrobasebagai Pupuk Hayati18 Pasukan Mikroba Pupuk Organik26 Pupuk Organik VS Pupuk Kimia 
APLIKAsI
34 “Bertani Organik Itu Murah danMenyenangkan“38 Memanfaatan Kotoran Ternak 
InFo PRoDUK 
36 Produk Penyadaran OWT
KoLom
8 Go Green Desaku10 Memeluk Masyarakat, MerangkulPemerintah17 Menyusun RAB Partisipatif 38 Carik Desaku
6.Fokus
> Mikroba Sebagai Pupuk Hayati
meeal LibaDi sekiar Rua
30.Aplikasi
> Sampah Lebur, Tanaman Subur
tAKAKURA, Keraja ‘AJAIB’di Rua Kia
Takakura merupakan keranjang ajaib yang dapat menyulapsampah sisa makanan atau masakan di dapur menjadikompos yang bermanfaat bagi tanaman.
28.Tokoh Kita
> H. Winarno, Peternak CacingDesa Cibodas Kecamatan Lembang
Dulu Krakr sekarasuke terak Caci
Murah senyum itulah salah satu tampilan Pak Winarno. Diatermasuk seorang pengusaha sekaligus petani yang sukses didesanya. Dia termasuk orang senior dibidang ternak cacingyang dulunya baru mengenal cacing. Termasuk warga DesaCibodas, Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat.Meski begitu hampir rata-rata peternak cacing di KabupatenBandung bahkan orang Malaysia pun datang membeli cacingkepadanya.
Lestari Desaku
Edisi 2, September 2012
Limbah organik banyak terdapatdi sekitar kita dan sesungguhnyamemiliki manfaat yang luar biasa,terutama pemanfaatannya sebagaipupuk organik maupun sumberpenghasil mikroba yang bermanfaatbagi pertumbuhan tanaman.
Peia ajala ii dapa eubui alaa redaki :taa Ciau, Jl. Akaia III Blk PVI n. 4-5, Br - Jawa Baratel: (0251) 8343184E-ail: redakilearideaku@ail.c, Webie: www. w.r.idRedaki eeria ubaa ulia aupu f/abar adapa diapaika ke alaa redaki,ulia dibaai ebaak 2500karaker peralaa.
 
Lestari Desaku
Edisi 2, September 2012
| 3
K
Ketika berkunjung ke salahsatu kecamatan lokasi PNPM-Lingkungan Mandiri Perde-saan (PNPM-Green) di KabupatenPadang Pariaman, Sumatra Barat,beberapa waktu lalu, saya bersamaKonsultan dan Pendamping PNPM-Green (
Operation Wallacea Trust/ OWT 
), bertemu dengan kelompok taniyang mendapat bantuan dana (BLM)pembuatan kompos.Di lokasi kunjungan itu, saya melihatdua unit bangunan baru yang berdiridi atas lahan milik desa. Bangunanpertama berupa balai-balai berukuran12 x 8 meter persegi sebagai ruangpengkomposan dan disebelahnya adabangunan gudang untuk menyimpanmesin pencacah dan peralatanlainnya. Radius 20 meter di sekitarbangunan itu bersih. Tampaknyabaru dibersihkan sesaat sebelumkedatangan kami. Bangunan inidikelilingi kebun pisang dan semakbelukar. Diseberang sungai sanaterhampar sawah dengan padi yangtelah menguning.Anehnya, disitu tidak ada hiruk pikukpembuatan kompos sebagaimanamestinya. Kedua bangunan itunampak rapi dan bersih, sepertibelum pernah digunakan. Ketikasaya tanyakan kenapa tidak adakegiatan pengkomposan. Dengansantai mereka menunjuk hamparanpadi diseberang.
“Kami belumlakukan pengkomposan disini,karena belum panen padi. Kamimenunggu ketersediaan jerami setelah panen.
Dengan nada spontan sayamenukas:
‘Kenapa tunggu panen padi,di sekitar kita begitu banyak limbahorganik yang siap dikomposkan’.
Mendengar respon saya, mereka agakterkejut, sejenak terdiam kemudianmenjawab dengan nada hati-hati:
‘Saat pelatihan kami menggunakan jerami padi, kami kira bahan lain tidak sesuai untuk kompos’.
Saya terhenyakdengan jawabannya.Kemudian dengan agak panjang lebardan kurang sistimatis, saya mencobamenjelaskan bahwa membuat kompostidak semestinya mengandalkansatu jenis bahan saja. Apalagi harusmenunggu sampai bahan itu tersedia.
‘Disekitar kita begitu melimpah bahan yang siap dikomposkan’ 
.
 
Pertemuanitu akhirnya menyepakati bahwa OWTsebagai pendamping PNPM-Greendi Kabupaten Padang Pariaman,yang saat itu belum genap sebulan,segera memfasilitasi pelatihan danpendampingan pembuatan komposdengan bahan baku lokal.Pertemuan ini walau awalnya agakmengecewakan, namun memberipembelajaran penting. Saya tersadarbahwa sebagian petani kita masihawam dengan pupuk organik.Budaya konsumerisme nampaknyatelah masuk ke sel-sel kehidupanmasyarakat perdesaan. Mungkingenerasi petani kini telah terlalu lamater-‘nina bobok’ oleh segala yangberbau kimia yang mudah dibeli dikios. Tetapi, boleh jadi hal terebutkarena kurangnya contoh praktikcerdas yang sampai di hadapanpetani.Kunjungan ke Padang Pariamanitu kemudian mengilhami kamiuntuk memilih topik pupuk organiksebagai
Fokus
edisi LD-2. Kamimembahas pupuk organik dari huluhingga hilir. Dari memberdayakanpasukan mikroba hingga caramembuat aneka macam pupukorganik. Mengapa memberdayakanpasukan mikroba? Ya … karenamikroba (dalam hal ini jamur danbakteri), walaupun banyak yangtidak kasat mata, namun memilikikekuatan yang maha dasyat dalamproses perombakan limbah organikmenjadi aneka produk yang bergunabagi kehidupan. Tanpa mikroba kitatidak akan mengenal tempe, tahu,kecap yang menghiasi meja makankita. Tanpa mikroba dunia ini akandisesaki oleh tumpukan limbah yangmeracuni kehidupan.Untuk dapat memanfaatkan mikrobabagi usaha pertanian. Pertamakita perlu mengenal aneka macammikroba dan bagaimana caramengumpulkan dan membiakanpasukan mikroba di sekitarkita. Setiap jenis mikroba lokal,sering disingkat MOL, yang kitakembangkan memiliki manfaat
spesik bagi tanaman. Berbagai
 jenis dan merek dagang MOL kinidengan mudah dapat diperoleh dipasaran, walau sebetulnya petanidengan mudah bisa membuatnyasendiri. Petani perlu diberdayakanagar mampu menggunakan bahanlokal secara mandiri.MOL dapat langsung digunakansebagai pupuk hayati yang berperanuntuk membantu proses metabolismetanaman, seperti mengikat
Nitrogen(N)
dari udara atau memecah
Phospor 
 (P) yang terikat menjadi ion bebasyang bisa diserap tanaman.MOL juga bisa digunakan sebagaibahan perombak (
decomposer 
)sehingga proses pembuatan pupukorganik (proses dekomposisi limbahorganik) dapat dilakukan dengancepat. Tanpa MOL, pembuatankompos bisa memakan waktu lebihdari 2 bulan, dengan MOL, kompostelah terbentuk (walaupun belumsempurna) dalam tempo 2 minggu.Dengan memberdayakan mikrobapembuatan pupuk organik dapatdilakukan dengan mudah dan cepat,sehingga proses transformasi limbahmenjadi berkah dapat berlangsungcepat !
Edi Purwa
MemberdayakanPasukan Mikroba
Edorl

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Thiam Hok liked this
Deny Aguero liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->