2
diperkenalkan isi kitab suci masing-masing. Lalu apa gunanya pemerintah memberi banyakfasilitas penerbitan kitab-kitab yang patut kita hargai setinggi-tingginya. Memang untuksementara waktu orang-orang bodoh dan miskin mudah dininabobokan dengan bantuan-bantuan, pemberian-pemberian hadiah, kemeriahan tata upacara yang mungkin bisa menjadi jembatan bagi subversi asing. Tetapi pada akhirnya, ialah generasi muda yang sifatnya serbaspontan, ada yang kena frustrasi seperti hippies, porno, narkotik, skandal dan lain-Iainnya. Adapula yang berbentuk rasional yang sering menimbulkan kejutan-kejutan. Untuk mengatasikrisis yang demikian rupa itu salah satu jalan adalah para penanggungjawabnya berintrospeksi.Betulkah beliau-beliau ini sudah memiliki kitab suci yang menjadi sumber ideologinya, betulkahpaham isinya? Betulkah penanggung jawab itu jujur terhadap tuntutan kitab sucinya? Olehkarena mempelajari kitab suci, ternyata tidak semudah ilmu-ilmu lain. Terbukti masih terdapatgolongan-golongan agama yang sama kitab sucinya, masih berbeda paham, saling berlawanan,bahkan saling berperang.Kami merasa beruntung sekali bahwa pada akhir-akhir ini telah dirintis oleh GerejaKatholik di Vatikan lewat ensiklik dari Konsili Vatikan II yang telah dilaksanakan oleh alm.Paus Paulus VI sebagai penerus dari ide Paus sebelumnya, ialah Paus Johannes XXIII. Amatprogresiflah rencananya, di antaranya masalah "pembaruan" ajaran dan langkahnya(agiornamento) dan ajakan dialog-dialog dengan berbagai golongan agama dan ideologi dan kinitelah membentuk seksi-seksi keyahudian, seksi kekristenan lain, seksi keislaman dan seksiagama-agama lain serta aliran-aliran ateis/komunis. Baiklah di sini kami kutipkan pernyataan-pernyataan pihak Katholik, sementara yang kebetulan berkaitan dengan pihak Islam, ialah:a. Majalah Penabur tanggal 28-9-1969 dengan judul: A fortiori umat Islam:"Kami yakin bahwa dialog umat Islam terutama di Indonesia sangat perlu. Dalamdokumen tersebut (dokumen Sekretariat untuk orang-orang yang tidak beriman) disebutkanbahwa adanya ajakan supaya umat Katholik dalam dialog dengan kaum yang tak beriman tidakhanya minta kerjasama dari pihak umat-umat Kristen lain, tetapi juga dari umat yang beragamalain, dan disebutkan: kaum Muslimin. Jadi umat Islam dimintai pertolongan."b. Harian Kompas tanggal 27-6-1975 menulis:"Karena semangat keterbukaan dan semangat berdialog yang diprakarsai oleh alm. PausYohannes XXIII dan dilanjutkan oleh Paus Paulus VI (kini alm) menuntut sikap yangkonsekuen. Sikap tertutup cenderung untuk memonopoli segala kebenaran pada pihaknyasendiri dan mencurigai pihak lain. Sebaliknya sikap terbuka, meskipun mengandung potensirisiko, berani mengandalkan bahwa kebenaran ada juga pada pihak lain. Dengan perkataan lainkalau kita berani membuka dialog, kita juga berani percaya pada kemauan baik pihak lain."Tampaknya tulisan Kompas ini membawakan berita dari Vatikan yang baru sajasebelumnya kami kirimi surat ajakan berdialog segi tiga: Yahudi, Kristen dan Islam, di manakami bersedia membuat prasarannya yang dapat disaksikan oleh golongan-golongan ideologilain tertanggal 27-5-1975 hingga dapat merupakan rintisan ke arah integrasi bersama. Terutama
Dajjal Dan Anak Manusia Menurut Injil Kyai Arkanuddin Masruri
Leave a Comment