Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lamp 1 SPM Ketahanan Pangan

Lamp 1 SPM Ketahanan Pangan

Ratings: (0)|Views: 128 |Likes:

More info:

Published by: D Firdaus Sani Lewenussa on Sep 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
-1-
LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PERTANIANNOMOR : 65/Permentan/OT.140/12/2010TANGGAL: 22 Desember 2010
 
PETUNJUK TEKNISSTANDAR PELAYANAN MINIMAL BIDANG KETAHANAN PANGANPROVINSI DAN KABUPATEN/KOTAI.PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yangtercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman,merata dan terjangkau. Oleh karena terpenuhinya pangan menjadi hak asasi bagimasyarakat, melalui Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah, dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian UrusanPemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan PemerintahanDaerah Kebupaten/Kota dalam Pasal 7 huruf m dan Pasal 8, urusan KetahananPangan merupakan urusan wajib berkaitan dengan pelayanan dasar dalampemenuhan kebutuhan hidup minimal.Dalam penyelenggaran ketahanan pangan, peran pemerintahan provinsi dankabupaten/kota dalam mewujudkan ketahanan pangan sebagaimana diamanatkandalam Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002 adalah melaksanakandan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan ketahanan pangan di wilayahmasing-masing dan mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraanketahanan pangan, dilakukan dengan : (a) memberikan informasi dan pendidikanketahanan pangan; (b) meningkatkan motivasi masyarakat; (c) membantu kelancaranpenyelenggaraan ketahanan pangan; (d) meningkatkan kemandirian ketahananpangan.Ketahanan pangan dengan prinsip kemandirian dan berkelanjutan senantiasa harusdiwujudkan dari waktu ke waktu, sebagai prasyarat bagi keberlanjutan eksistensibangsa Indonesia.Upaya mewujudkan ketahanan pangan tidak terlepas dari pengaruh faktor-faktointernal maupun eksternal yang terus berubah secara dinamis. Dinamika dankompleksitas ketahanan pangan menimbulkan berbagai permasalahan dan tantanganserta potensi dan peluang yang terus berkembang yang perlu diantisipasi dan diatasimelalui kerjasama yang harmonis antar seluruh pihak terkait dalam mewujudkanketahanan pangan.Salah satu komitmen Indonesia dalam penanganan masalah ketahanan panganadalah mendukung MDGs dalam penurunan jumlah penduduk yang menderitakelaparan separuhnya sampai tahun 2015. Hal ini merupakan dasar penentuan nilaicapaian penurunan jumlah penduduk rawan pangan yang disesuaikan dengan potensidan kemampuan baik di tingkat pusat maupun daerah, bahwa kita hanya mampumenentukan target capaian sebesar 75 persen dari target MDGs tersebut.
 
-2-
Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Ketahanan Pangan yang meliputipengkajian, perumusan kebijakan dan pengembangan ketahanan pangan,diimplementasikan dalam bentuk beberapa program aksi yang dilaksanakan dikabupaten/kota. Pengembangan ketahanan pangan yang telah dilaksanakan dalambentuk Desa Mandiri Pangan, Pengembangan Lembaga Distribusi PanganMasyarakat (LDPM), percepatan penganekaragaman konsumsi pangan.Penyelenggaran SPM Ketahanan pangan mencakup tiga aspek penting ketahananpangan, yang dapat digunakan sebagai indikator pencapaian standar pelayananketahanan pangan, yaitu (a) ketersediaan pangan, yang diartikan bahwa pangantersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh penduduk, baik jumlah maupunmutunya serta aman, (b) distribusi pangan, adalah pasokan pangan yang dapatmenjangkau keseluruh wilayah sehingga harga stabil dan terjangkau oleh rumahtangga, dan (c) konsumsi pangan, adalah setiap rumah tangga dapat mengaksespangan yang cukup dan mampu mengelola konsumsi yang beragam, bergizi danseimbang serta preferensinya.Dari ke tiga aspek ketahanan pangan tersebut di atas, maka Standar PelayananMinimal Bidang Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota, terdiri dari 4 (empat) jenis pelayanan dasar :
1.
Bidang ketersediaan dan cadangan pangan;
2.
Bidang distribusi dan akses pangan;
3.
Bidang penganekaragaman dan keamanan pangan;
4.
Bidang penanganan kerawanan pangan.
Maksud dan Tujuan
Maksud ditetapkannya petunjuk teknis Standar Pelayanan Minimal (SPM) BidangKetahanan Pangan adalah sebagai pedoman/acuan bagi Pemerintahan DaerahProvinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota dalam menyelenggarakan urusanwajib di bidang ketahanan pangan.Tujuan penetapan petunjuk teknis Standar Pelayanan Minimal Bidang KetahananPangan untuk :1.Meningkatkan penanganan ketersediaan dan cadangan pangan;2.Meningkatkan distribusi dan akses pangan sampai tingkat rumah tangga;
3.
Meningkatkan keragaman konsumsi dan keamanan pangan terhadap panganlokal;4.Menangani kerawanan pangan pada masyarakat miskin.
II.PELAYANAN KETERSEDIAAN DAN CADANGAN PANGAN
 
-3-
A.Gambaran Umum
Ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhikebutuhan seluruh penduduk, dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dankeamanannya. Ketersediaan pangan dapat dipenuhi dari tiga sumber yaitu:(1) produksi dalam negeri; (2) pemasokan pangan; (3) pengelolaan cadangan pangan.Jumlah penduduk yang besar dan kemampuan ekonomi relatif lemah, maka kemauanuntuk tetap menjadi bangsa yang mandiri di bidang pangan harus terus diupayakandari produk dalam negeri. Hal yang perlu disadari adalah kemampuan memenuhikebutuhan pangan dari produksi sendiri, khususnya bahan pangan pokok jugamenyangkut harkat martabat dan kelanjutan eksistensi bangsa. Sedangkan impopangan merupakan pilihan akhir, apabila terjadi kelangkaan produksi dalam negeri.Pengelolaan cadangan pangan harus dilakukan oleh pemerintah, pemerintah provinsi,pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa/kelurahan dan masyarakat, sesuaiamanat Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2002. Cadangan pangan merupakansalah satu komponen penting dalam ketersediaan pangan, karena cadangan panganmerupakan sumber pasokan untuk mengisi kesenjangan antara produksi dankebutuhan dalam negeri atau daerah dari waktu ke waktu.Cadangan pangan terdiri dari cadangan pangan pemerintah dan cadangan panganmasyarakat. Cadangan pangan pemerintah terdiri dari pemerintah pusat, pemerintahprovinsi dan pemerintah kabupaten/kota, yang mencakup pangan tertentu yangbersifat pangan pokok. Cadangan pangan pemerintah khususnya beras dikelola olehPerum Bulog. Untuk cadangan pangan pemerintah daerah, termasuk cadanganpangan pemerintah desa, diatur pada Peraturan Menteri Dalam Negri Nomor 30Tahun 2008 tentang Cadangan Pangan Pemerintah Desa. Untuk cadangan panganmasyarakat meliputi rumah tangga, pedagang dan industri pengolahan.Penyelenggaraan penguatan cadangan pangan pemerintah daerah dapat dilakukanmelalui pengembangan lumbung pangan masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.Dengan kegiatan tersebut diharapkan masyarakat mampu memberdayakankelembagaan lumbung pangan yang mandiri.Pencapaian Standar Pelayanan Minimal ketersediaan pangan dan cadangan pangan,dioperasionalkan melalui indikator ketersediaan energi dan protein per kapita, danindikator penguatan cadangan pangan.
B.
Indikator dan OperasionalB.1. Indikator Ketersediaan Energi Dan Protein Per Kapita
1.Pengertiana.Ketersediaan Pangan adalah tersedianya pangan dari hasil produksi dalamnegeri dan/atau sumber lain.b.Ketersediaan pangan berfungsi menjamin pasokan pangan untuk memenuhikebutuhan seluruh penduduk, dari segi kuantitas, kualitas, keragaman dankeamanannya.c.Ketersediaan pangan dapat dipenuhi dari tiga sumber, yaitu (1) produk dalamnegeri, (2) pemasokan pangan, dan (3) pengelolaan cadangan pangan.2.Definisi Operasional

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->