Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENDEKATAN INKUIRI pendidikan

PENDEKATAN INKUIRI pendidikan

Ratings: (0)|Views: 253|Likes:

More info:

Published by: Destyana Khairunissa on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/11/2012

pdf

text

original

 
1
PENDEKATAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN
Oleh : Saliman*)
Abstrak:Pendekatan inkuiri pada dasarnya adalah menggunakan pendekatankonstruktivistik, di mana setiap mahasiswa sebagai subyek belajar, dibebaskanuntuk menciptakan makna dan pengertian baru berdasarkan interaksi antara apayang telah dimiliki, diketahui, dipercayai, dengan fenomena, ide, atau informasibaru yang dipelajari. Dengan demikian, dalam proses belajar mahasiswa telahmembawa pengertian dan pengetahuan awal yang harus ditambah, dimodifikasi,diperbaharui, direvisi, dan diubah oleh informasi baru yang diperoleh dalamproses belajar. Mahasiswa dibebaskan untuk mengungkapkan pendapatnya secarabebas tanpa ada rasa takut akan terjadi kesalahan. Semakin banyak mahasiswayang berani mengemukakan pendapat, dapat diartikan bahwa pendekatan inkuiridalam proses pembelajaran di kelas dapat meningkatkan partisipasi mahasiswa.Proses belajar tidak dapat dipisahkan dari aktivitas dan interaksi, karenapersepsi dan aktivitas berjalan seiring secara dialogis. Pengetahuan tidak dipisahkan dari aktivitas di mana pengetahuan itu dikonstruksikan, dan di manamakna diciptakan, serta dari komunitas budaya di mana pengetahuandidesiminasikan dan diterapkan. Dalam pembelajaran dengan pendekatan inkuiriini mahasiswa akan dihadapkan pada suatu permasalahan yang harus diamati,dipelajari, dan dicermati, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pemahamankonsep mata kuliah dalam kegiatan pembelajaran. Secara logika apabilamahasiswa meningkat partisipasinya dalam kegiatan pembelajaran, maka secaraotomatis akan meningkatkan pemahaman konsep materi pembelajaran, dan padaakhirnya akan dapat meningkatkan prestasi belajar.
A.
 
PENDAHULUAN
Proses pembelajaran merupakan esensi dari penyelenggaraan pendidikan diperguruan tinggi. Tuntutan masyarakat terhadap efisiensi, produktivitas, efektivitasmutu, dan kegunaan hasil dalam penyelenggaraan proses pembelajaran di perguruantinggi merupakan hal yang menjadi keharusan. Namun dalam pelaksanaan perkuliahandi kelas ternyata dihadapkan pada masalah yang menghambat keberhasilan prosespembelajaran tersebut. Masalah yang terjadi dan sangat merisaukan dosen adalahrendahnya partisipasi mahasiswa dalam proses kegiatan belajar mengajar di kelas.Dalam perkuliahan yang berlangsung selama ini, para mahasiswa cenderung hanyaduduk, diam, dan sekedar mendengarkan tanpa memberikan respon yang relevandengan materi kuliah. Selama perkuliahan berlangsung tidak pernah muncul pertanyaanataupun gagasan yang berkaitan dengan materi perkuliahan. Kecenderungan inimenjadi kendala bagi dosen pengajar karena menyebabkan ketercapaian penguasaaanmateri kuliah oleh mahasiswa sangat rendah.
 
2Fenomena rendahnya partisipasi mahasiswa dalam perkuliahan tersebut perlumendapat perhatian, dicari penyebabnya, dan segera diatasi. Upaya meningkatkanpartisipasi mahasiswa dalam perkuliahan merupakan hal yang penting untuk dilakukan,karena terkait erat dengan keberhasilan pendidikan di perguruan tinggi.Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar mahasiswa meliputi faktor kebebasan,tanggungjawab, pengambilan keputusan, pengarahan diri sendiri, psikologis, fisik, dayaingat, dan motivasi (Paulina Pannen : 2005). Motivasi belajar yang rendah tampaknyamenjadi faktor penyebab utama terhadap rendahnya partisipasi mahasiswa dalamkuliah. Rendahnya motivasi belajar mahasiswa berhubungan dengan prinsip-prinsipmotivasi dalam belajar, yaitu perhatian, relevansi, percaya diri, dan kepuasan.Perhatian mahasiswa dalam pembelajaran di kelas dipengaruhi oleh menarik tidaknyaproses perkuliahan tersebut baik dari segi materi kuliah maupun strategipembelajarannya. Relevansi menunjukkan keterkaitan antara materi kuliah denganpengalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki dan kebutuhan mahasiswa. Rasapercaya diri mahasiswa harus ditumbuhkan dan dikuatkan agar dapat bereksplorasidalam memahami pengetahuan. Apabila proses pembelajaran berlangsung sesuaidengan minat, karakteristik, dan kebutuhan, maka kepuasan belajar mahasiswa dapattercapai.Untuk menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa sehingga diharapkan dapatmeningkatkan partisipasi dalam perkuliahan maka pembelajaran harus dirancang secarakreatif, yang memungkinkan terjadinya interaksi dan negosiasi untuk penciptaan artidan konstruksi makna dalam diri mahasiswa dan tenaga pengajar, sehingga dicapaipembelajaran yang bermakna.Tulisan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya partisipasi aktif mahasiswa dalamsetiap kegiatan pembelajaran dalam memahami konsep-konsep materi kuliah, sehinggamengakibatkan pemahaman konsep materi kuliah masih dirasa kurang optimal, yangpada gilirannya hasil belajar yang dicapai mahasiswa masih rendah. Agar hal itu tidak terjadi, perlu dilakukan berbagai upaya salah satunya adalah menentukan metodepembelajaran yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran.Dalam hal ini penulis mencoba menawarkan dan memaparkan pembelajaran denganmenggunakan metode inkuiri sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan koneksimateri kuliah pada mahasiswa.
 
3Dipilihnya model inkuiri sebagai salah satu alternatif metode dalampembelajaran, dilandasi oleh dua alasan, yakni: alasan teoretis dan empiris. Alasanteoretis ini didukung oleh teori-teori, antara lain: Dimyati, 1999; Towbridge, 1990;Welton dan Mallan, 1996; dan Grote, 1998 karena pada dasarnya belajar adalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir dan bernalar di samping untuk meningkatkanketerampilan berbahasa. Alasan empiris berkaitan dengan hasil-hasil penelitian yangdilakukan oleh: Lawson, 1992; Renner, 1992; University of Philipine, 1996; Muir,1991; McCune, 1992; dan Wartono, 1996. Hasil-hasil penelitian tersebut menunjukkanbahwa model pembelajaran inkuiri secara meyakinkan lebih efektif daripada modelpembelajaran konvensional, baik dalam meningkatkan keterampilan berpikir maupundalam prestasi belajar.
B.
 
PERMASALAHAN
Meskipun terdapat banyak masalah yang muncul dalam proses pembelajaran dikelas, namun dalam tulisan ini hanya akan mengungkap dan memecahkan masalahpeningkatan partisipasi mahasiswa dengan menggunakan pendekatan inkuiri. Untuk lebih memperjelas masalah yang akan dipaparkan, maka dapat dirumuskanmasalahnya sebagai berikut :1.
 
Apakah penerapan pendekatan inkuiri dalam proses pembelajaran di kelas dapatmeningkatkan partisipasi mahasiswa ?2.
 
Bagaimana pengaruh penerapan pendekatan inkuiri dalam proses pembelajaran dikelas terhadap penguasaan konsep materi kuliah ?
C.
 
BEBERAPA TEORI BELAJAR
1.
 
Teori Tingkah LakuMenurut aliran teori tingkah laku, belajar adalah perubahan dalam tingkahlaku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Dalam konteksbelajar di perguruan tinggi, maka dapat dikatakan bahwa belajar merupakanperubahan yang dialami mahasiswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkahlaku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.Thorndike sebagai pendiri aliran ini menegaskan bahwa perubahan tingkah lakuitu boleh berupa sesuatu yang konkrit atau yang tidak konkrit.Teori belajar yang dikemukakan oleh teori tingkah laku ternyata tidak mampu menjelaskan situasi belajar yang kompleks, sebab banyak hal di dunia

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->