Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah PMI

Sejarah PMI

Ratings: (0)|Views: 360|Likes:
Published by Situs-Saya.Com

More info:

Published by: Situs-Saya.Com on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

09/13/2012

 
Sejarah PMI (Palang Merah Indonesia) | Copyring © SSC 2012
Copyring © SSC
2012
Seluruh Artikel di Situs-Saya.Com dapat digunakan, dimodifikasi,disebarluaskan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit),dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebihdahulu dari Situs-Saya.Com.
 
Contack Person
 
 
Page 2
 
Sejarah PMI (Palang Merah Indonesia)
Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yangbergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar GerakanInternasional Palang Merah dan Bulan sabit merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan,kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah(tingkat provinsi) dan sekitar 408 PMI Cabang (tingkat kota/kabupaten) di seluruh Indonesia.Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku ataupun agama tertentu.Palang Merah Indonesia dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakanobjek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya12 Okt 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah Indonesia degn nama NederlandscheRoode Kruis Afdeeling Indië (NERKAI) yg kemudian dibubarkan pd saat pendudukan Jepang.Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipeloporiDr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangantersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalamSidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saatpendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namunsekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang keduakalinya rancangan tersebut kembali disimpan.Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkanDr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohansebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala,Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaanRI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sbg Hari PMI.Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugaskepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yangtelah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yangmenjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.Dalam berbagai kegiatan PMI komitmen terhadap kemanusiaan seperti Strategi 2010 berisitentang memperbaiki hajat hidup masyarakat rentan melalui promosi prinsip nilai kemanusiaan,penanggulangan bencana, kesiapsiagaan penanggulangan bencana, kesehatan dan perawatan di
 
 
Page 3
 
masyarakat, Deklarasi Hanoi (United for Action) berisi penanganan program pada isu-isu penanggulanganbencana, penanggulangan wabah penyakit, remaja dan manula, kemitraan dengan pemerintah, organisasidan manajemen kapasitas sumber daya serta humas dan promosi, maupun Plan of Action merupakankeputusan dari Konferensi Palang Merah dan Bulan Sabit Merah ke-27 di Jenewa Swiss tahun 1999.Dalam konferensi tersebut Pemerintah Indonesia dan PMI sebagai peserta menyatakan ikrar dibidang kemanusiaan. Hal ini sangat sejalan dengan tugas pokok PMI adalah membantu pemerintahIndonesia di bidang sosial kemanusiaan terutama tugas-tugas kepalangmerahan yang meliputi:Kesiapsiagaan Bantuan dan Penanggulangan Bencana, Pelatihan Pertolongan Pertama untuk Sukarelawan,Pelayanan Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Pelayanan Transfusi Darah. Kinerja PMI dibidangkemanusiaan dan kerelawanan mulai dari tahun 1945 sampai dengan saat ini antara lain sebagai berikut:1.
 
Membantu saat terjadi peperangan/konflik. Tugas kemanusiaan yang dilakukan PMI pada masaperang kemerdekaan RI, saat pemberontakan RMS, peristiwa Aru, saat gerakan koreksi daerahmelalui PRRI di Sumbar, saat Trikora di Irian Jaya, Timor Timur dengan operasi kemanusiaan di Dilli,pengungsi di Pulau Galang.2.
 
Membantu korban bencana alam. Ketika gempa terjadi di Pulau Bali (1976), membantu korbangempa bumi (6,8 skala Richter) di Kabupaten Jayawijaya, bencana Gunung Galunggung (1982),Gempa di Liwa-Lampung Barat dan Tsunami di Banyuwangi (1994), gempa di Bengkulu dengan 7,9skala Richter (1999), konflik horizontal di Poso-Sulteng dan kerusuhan di Maluku Utara (2001),korban gempa di Banggai di Sulawesi Tengah (2002) dengan 6,5 skala Richter, serta membantukorban banjir di Lhokseumawe Aceh, Gorontalo, Nias, Jawa Barat, Tsunami di Nangroe AcehDarussalam, Pantai Pangandaran, dan gempa bumi di DI Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah.Semua dilakukan jajaran PMI demi rasa kemanusiaan dan semangat kesukarelawanan yang tulusmembantu para korban dengan berbagai kegiatan mulai dari pertolongan dan evakuasi, pencarian,pelayanan kesehatan dan tim medis, penyediaan dapur umum, rumah sakit lapangan, pemberianpaket sembako, pakaian pantas pakai dan sebagainya.3.
 
Darah dan kesehatan. Pada tahun 1978 PMI memberikan penghargaan Pin Emas untuk pertamakalinya kepada donor darah sukarela sebanyak 75 kali. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18Tahun 1980 telah diatur tentang tugas dan peran PMI dalam pelayanan transfusi darah. KeberadaanUnit Transfusi Darah PMI diakui telah banyak memberikan manfaat dan pertolongan bagi parapasien/penderita sakit yang sangat membutuhkan darah. Ribuan atau bahkan jutaan orangterselamatkan jiwanya berkat pertolongan Unit Transfusi Darah PMI. Demikian pula halnya denganpelayanan kesehatan, hampir di setiap PMI di berbagai daerah memiliki poliklinik secara lengkapguna memberikan pelayanan kepada masyarakat secara murah.4.
 
Untuk menjaga perdamaian dunia.Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi pada saat-saat yang akan datang saat iniPMI tengah mengembangkan Program Community Based Disarter Preparedness (Kesiapsiagaan BencanaBerbasis Masyarakat). Program ini dimaksudkan mendorong pemberdayaan kapasitas masyarakat untukmenyiagakan dalam mencegah serta mengurangi dampak dan risiko bencana yang terjadi dilingkungannya. Hal ini sangat penting karena masyarakat sebagai pihak yang secara langsung terkenadampak bila terjadi bencana.Selain itu di Palang Merah Indonesia juga marak di selenggarakan pelatihan untuk PertolonganPertama Berbasis Masyarakat (Community Based First Aid/ CBFA)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->