Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hasil Pengobatan Penderita TB Paru 2008

Hasil Pengobatan Penderita TB Paru 2008

Ratings: (0)|Views: 926|Likes:
Published by Nofriyanda Yanda

More info:

Published by: Nofriyanda Yanda on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/25/2013

pdf

text

original

 
 1
PROFIL
GAMBARAN HASIL PENGOBATAN PENDERITA TB PARUDI POLIKLINIK PARU RS.DR.M.DJAMIL PADANGPERIODE 1 JANUARI 2007
 – 
31 DESEMBER 2008
Olehdr. NOFRIYANDAPembimbingProf.dr.H.TAUFIK,SpP(K)BAGIAN PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASIFAKULTAS KEDOKTERAN UNAND / RS.DR.M.DJAMILPADANG 2010
 
 2
BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Saat ini Tuberkulosis ( TB ) terutama TB paru masih menjadi masalah kesehatan yangpenting di dunia baik negara berkembang dan juga di sebagian negara maju. Sejak tahun1993 World Health Organization ( WHO ) telah mencanangkan TB sebagai kedaruratandunia ( global emergency ). Hal ini karena situasi TB di dunia yang semakin memburuk dimana jumlah kasus TB meningkat dan banyak yang tidak berhasil disembuhkan.
1
 Munculnya pandemi HIV / AIDS didunia menambah permasalahan TB. Ko infeksiTB dengan HIV akan meningkatkan resiko kejadian TB secara signifikan. Pada saat yangsama, timbulnya kekebalan ganda ( Multi Drug Resisten = MDR ) kuman TB terhadap obatanti TB semakin menjadi masalah akibat kasus yang sulit disembuhkan dan membutuhkanbiaya yang besar. Selain itu ketidakpatuhan terhadap pengobatan, diagnosis dan pengobatanyang tidak adekuat juga berpengaruh terhadap peningkatan kasus TB. Keadaan ini padaakhirnya akan menyebabkan terjadinya epidemi TB yang sulit ditangani.
1,2
 Berdasarkan laporan WHO, secara global terdapat peningkatan kasus TB dari tahunke tahun. Pada tahun 2000 didapatkan kasus TB sebanyak 8,3 juta penderita, sedangkan padatahun 2007 terjadi peningkatan yang cukup tinggi dimana didapatkan sebanyak 9,27 jutakasus baru ( 139 per 100.000 penduduk ) dan angka mortalitas sebesar 19,7 per 100.000penduduk. Kasus TB terbanyak didapatkan di benua Asia ( 55 % ) dan Afrika ( 31 % ).
2
 Indonesia sebagai negara berkembang menempati peringkat ketiga setelah India danChina dalam jumlah kasus TB. Jumlah kasus TB sepanjang tahun 2007 diperkirakan sebesar232.358 orang. Kasus TB paru BTA positif pada tahun 2007 sebesar 160.617 kasus denganangka penemuan penderita ( Case Detection Rate / CDR ) sebesar 69,12 %. Pencapaian inihampir mendekati global target yaitu 70 %. Sementara itu angka insiden kasus baru BTA (+)mengalami kecenderungan penurunan kasus selama kurun waktu 2000
 – 
2006 dari 126 per100.000 penduduk menjadi 104 per 100.000 penduduk. Penurunan ini tidak terlepas dariadanya pengendalian penyakit TB.
3
 
 
 3
Untuk menangani masalah TB yang makin meningkat secara global ini maka padaawal tahuh 1990 an WHO dan IUATLD ( International Union Against Tuberculosis andLung Diseases ) telah mengembangkan strategi penanggulangan TB yang dikenal sebagaistrategi DOTS ( Directly Observed Treatment Shortcourse ). Strategi DOTS meliputi5 komponen dimana didalamnya terdapat tatalaksana penderita TB mulai dari menegakkandiagnosis, penyediaan obat, pengobatan dengan pengawasan, monitoring pengobatan sertasistem pencatatan dan pelaporan. Program DOTS telah terbukti sebagai strategipenanggulangan yang efektif dimana fokus DOTS adalah penemuan dan penyembuhanpenderita TB paru. Strategi DOTS terbukti dapat mengurangi kasus yang gagal pengobatan,kambuh dan mencegah kasus Multi Drug Resisten ( MDR ).
4,5,6
 Target utama dalam mengontrol kasus TB meliputi penurunan insiden kasus TB padatahun 2015, penurunan angka prevalensi TB dan angka kematian, insiden kasus sediaan (+)harus terdeteksi dan diobati dengan program DOTS minimal 70 % dan keberhasilanpengobatan kasus sediaan (+) minimal 85 %.
1,2
Berdasarkan Profil Kesehatan yangdikeluarkan oleh Departemen Kesehatan tahun 2007 disebutkan bahwa angka keberhasilanpengobatan TB di Indonesia selama periode 2003
 – 
2006 selalu diatas target 85 %. Padatahun 2003 angka keberhasilan pengobatan TB sekitar 87 %, sedangkan pada tahun 2004sebesar 89 % dan pada tahun 2005 - 2006 sebesar 91 %.
3
Sementara itu di Propinsi Sumbarpada tahun 2005 didapatkan angka kesembuhan yang masih dibawah target yang telahditetapkan yaitu sebesar 82,6 %.
7
 Rumah sakit sebagai salah satu pusat kesehatan masyarakat memberikan kontribusibesar dalam penanggulangan penyakit TB ditengah masyarakat karena berdasarkan SurveyKesehatan Rumah Tangga ( SKRT ) tahun 2004 menunjukkan bahwa sekitar 40 % penderitaTB datang berobat ke rumah sakit.
dikutip dari 7
Keberhasilan pengobatan TB ini sangat pentinguntuk menyembuhkan penderita, mencegah kematian, mencegah kekambuhan, memutusrantai penularan dan mencegah timbulnya MDR TB. Untuk itu perlu dilakukan evaluasiterhadap keberhasilan pengobatan pada penderita TB terutama pengobatan TB parudi Poliklinik Paru RS.DR.M.Djamil Padang karena rumah sakit ini termasuk dalam jejaringUnit Pelayanan Kesehatan pelaksana program DOTS.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->