Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MIKROBIOLOGI

MIKROBIOLOGI

Ratings: (0)|Views: 134 |Likes:
Published by Nofriyanda Yanda

More info:

Published by: Nofriyanda Yanda on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/27/2012

pdf

text

original

 
TINJAUAN PUSTAKAMIKROBIOLOGI
ANALISIS MOLEKULER PADA PROSES RESISTENSIMIKOBAKTERIUM TUBERKULOSIS TERHADAPOBAT
 – 
OBAT ANTI TUBERKULOSIS
Olehdr. NOFRIYANDAPembimbingdr. ROSLAILI RASYID, M.BiomedBAGIAN PULMONOLOGI DAN ILMU KEDOKTERAN RESPIRASIFAKULTAS KEDOKTERAN UNAND / RS.DR.M.DJAMILPADANG 2010
 
 
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 11.2 Tujuan Penulisan ............................................................................................ 2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Resistensi terhadap Antibiotik ...................................................................... 32.2 Resistensi Obat Anti Tuberkulosis ................................................................ 32.3 Mekanisme Resistensi Obat Anti Tuberkulosis .............................................. 52.3.1 Isoniazid ......................................................................................................... 62.3.2 Rifampisisn ..................................................................................................... 92.3.3 Pirazinamid ..................................................................................................... 102.3.4 Etambutol ....................................................................................................... 112.3.5 Streptomisin ................................................................................................... 13
BAB III KESIMPULAN
............................................................................................... 14
 
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saat ini Tuberkulosis ( TB ) terutama TB paru masih menjadi masalah kesehatan yangpenting di dunia baik negara berkembang dan juga di sebagian negara maju. Sejak tahun1993 World Health Organization ( WHO ) telah mencanangkan TB sebagai kedaruratandunia ( global emergency ). Hal ini karena situasi TB di dunia yang semakin memburuk dimana jumlah kasus TB meningkat dan banyak yang tidak berhasil disembuhkan.
1
 Berdasarkan laporan WHO, secara global terdapat peningkatan kasus TB dari tahunke tahun. Pada tahun 2000 didapatkan kasus TB sebanyak 8,3 juta penderita, sedangkan padatahun 2007 terjadi peningkatan yang cukup tinggi dimana didapatkan sebanyak 9,27 jutakasus baru ( 139 per 100.000 penduduk ) dan angka mortalitas sebesar 19,7 per 100.000penduduk. Kasus TB terbanyak didapatkan di benua Asia ( 55 % ) dan Afrika ( 31 % ).
2
 Indonesia sebagai negara berkembang menempati peringkat ketiga setelah India danChina dalam jumlah kasus TB. Jumlah kasus TB sepanjang tahun 2007 diperkirakan sebesar232.358 orang. Kasus TB paru BTA positif pada tahun 2007 sebesar 160.617 kasus denganangka penemuan penderita ( Case Detection Rate / CDR ) sebesar 69,12 %. Pencapaian inihampir mendekati global target yaitu 70 %. Sementara itu angka insiden kasus baru BTA (+)mengalami kecenderungan penurunan kasus selama kurun waktu 2000
 – 
2006 dari 126 per100.000 penduduk menjadi 104 per 100.000 penduduk. Penurunan ini tidak terlepas dariadanya pengendalian penyakit TB.
3
 Timbulnya kasus resisten terhadap obat anti tuberkulosis terutama terjadinyakekebalan ganda ( Multi Drug Resisten = MDR ) kuman TB semakin menjadi masalah serius.Berdasarkan laporan WHO diperkirakan selama tahun 2007 didapatkan kasus MDR TBsekitar 0,5 juta kasus. Kasus MDR TB terbanyak didapatkan di India ( 131.000 ), China(112.000 ), Rusia ( 43.000 ), Afrika selatan ( 16.000 ) dan Bangladesh ( 15.000 )
2
. KasusMDR TB ini bersifat mematikan, sangat infeksius dan sukar disembuhkan. Pengobatanterhadap kasus MDR TB sangat komplek dimana membutuhkan waktu yang lama, biayabesar dan pengawasan yang ketat. Keadaan ini pada akhirnya akan menyebabkan terjadinyaepidemi kasus TB yang sulit ditangani. Keterlambatan dalam mengenali adanya resitensi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->