Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Polarisasi Gelombang

Polarisasi Gelombang

Ratings: (0)|Views: 653|Likes:

More info:

Published by: SmansaWellizent Titi Puji Rahayu on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/18/2013

pdf

text

original

 
Polarisasi Gelombang
Polarisasi Gelombang
 Gelombang cahaya adalah gelombang transversal, sedangkan gelombang bunyi adalahgelombang longitudinal. Nah, ada satu sifat gelombang yang hanya dapat terjadi padagelombang transversal, yaitu
 polarisasi 
. Jadi, polarisasi gelombang
tidak 
dapat terjadi padagelombang longitudinal, misalnya pada gelombang bunyi.Pada umumnya, gelombang cahaya mempunyai banyak arah getar. Suatu gelombang yangmempunyai banyak arah getar disebut gelombang tak terpolarisasi, sedangkan gelombangyang memilki satu arah getar disebut gelombang terpolarisasi.Keterangan :
 
Gelombang terpolarisasi linier pada arah vertical
 
 
Gelombang terpolarisasi linier pada arah horizontal
 
Gelombang tak terpolarisasiFenomena polarisasi cahaya ditemukan oleh Erasmus Bhartolinus pada tahun 1969. Dalamfenomena polarisasi cahaya, cahaya alami yang getarannya ke segala arah tetapi tegak lurusterhadap arah merambatnya (gelombang transversal) ketika melewati filter polarisasi, getaranhorizontal diserap sedang getaran vertikal diserap sebagian. Cahaya alami seperti cahayamatahari yang getarannya ke segala arah di sebut
cahaya tak terpolarisasi 
, sedang cahayayang melewati polaroid hanya memiliki getaran pada satu arah saja, yaitu arah vertikal,disebut
cahaya terpolarisasi linear 
.
Mengapa polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal 
?
 Dari penjelasan sebelumnya dapat kita nyatakan bahwa suatu gelombang terpolarisasi linearbila getaran dari gelombang tersebut selalu terjadi dalam satu arah saja. Arah ini disebut
arahpolarisasi
. Untuk mengamati polarisasi ini, marilah kita ikat seutas tali pada titik O didinding, kemudian masukkan ujung tali lain, yaitu ujung A ke sebuah celah, seperti padagambar. Pasang celah dalam posisi vertikal, kemudian getarkan ujung tali di A sehinggagelombang transversal yang merambat dari A dapat menembus celah, dan sampai di titik O.Ubahlah posisi celah menjadi horisontal, kemudian getarkan kembali ujung tali A secaravertikal. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa gelombang vertikal tidak dapat menembuscelah (tampak tidak ada gelombang diantara celah dan titik O). Jika kemudian tali di titik Adigetarkan berputar, artinya digetarkan ke segala arah dan celah dipasang vertikal, apa yangterjadi? Ternyata, gelombang dapat menembus celah dengan arah getaran gelombang yangsama dengan arah posisi celah, yaitu arah vertikalPeristiwa tersebut menunjukkan terjadinya polarisasi pada gelombang tali yang melewatisebuah celah sempit, dengan arah polarisasi gelombang sesuai arah celahnya. Polarisasi dapatdiartikan sebagai penyearah gerak getaran gelombang. Jika gelombang bergetar ke segalaarah, seperti pada gambar setelah melewati sebuah celah, arah getaran gelombang menjadisatu arah getar saja, yang disebut dengan gelombang terpolarisasi linear.Jadi, hanya gelombang-gelombang yang memiliki arah getaran tegaklurus dengan arahrambatannya saja yang disebut sebagai gelombang transversal, yang dapat mengalamipolarisasi. Oleh karena cahaya atau gelombang elektromagnet termasuk gelombangtransversal, cahaya dapat mengalami polarisasi.Dari hasil di atas dapat di simpulkan bahwaPolarisasi adalahsuatu peristiwa perubahan arahgetar gelombang pada cahaya yang acak menjadi satu arah getar. 
 adalah peristiwapenyerapan arah bidang getar dari gelombang. Polarisasi cahaya dapat disebabkan oleh empat
 
cara, yaitu refleksi (pemantulan), absorbsi (penyerapan), pembiasan (refraksi) ganda danhamburan.
1.
 
Polarisasi karena refleksi
 Pemantulan akan menghasilkan cahaya terpolarisasi jika sinar pantul oleh benda bening dansinar biasnya membentuk sudut 90
o
. Di mana cahaya yang dipantulkan merupakan cahayayang terpolarisasi sempurna, sedangkan sinar bias merupakan sinar terpolarisasi sebagian.Arah getar sinar pantul yang terpolarisasi akan sejajar dengan bidang pantul. Oleh karena itusinar pantul tegak lurus sinar bias, berlaku
i
 p
+ r = 90°
atau
r = 90°
 – 
i
 p
. Dengan demikian,berlaku pula Menurut Hukum Snellius tentang pembiasan:Jadi, diperoleh persamaanPersamaan ini disebut : HUKUM BREWSTERDitemukan oleh : David Brewster (1781-1868)Dengan
n
2
adalah indeks bias medium tempat cahaya dating,
n
1
adalah medium tempatcahaya terbiaskan, sedangkan
i
 p
adalah sudut pantul yang merupakan sudut terpolarisasi.Persamaan di atas merupakan bentuk matematis dari Hukum Brewster.
Gambar 1. Polarisasi karena refleksi
 
2.
 
Polarisasi karena absorbsi selektif 
 Polarisasi jenis ini dapat terjadi dengan bantuan kristal polaroid. Bahan polaroid bersifatmeneruskan cahaya dengan arah getar tertentu dan menyerap cahaya dengan arah getar yanglain. Cahaya yang diteruskan adalah cahaya yang arah getarnya sejajar dengan sumbupolarisasi polaroid. Polaroid banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lainuntuk pelindung pada kacamata dari sinar matahari (kacamata sun glasses) dan polaroiduntuk kamera.Suatu cahaya tak terpolarisasi datang pada lembar polaroid pertama disebut POLARISATOR(Polarisator berfungsi untuk menghasilkan cahaya terpolarisasi), dengan sumbu polarisasiditunjukkan oleh garis-garis pada polarisator. Kemudian dilewatkan pada polaroid keduayang disebut ANALISATOR (Analisator untuk mengetahui apakah cahaya sudahterpolarisasi atau belum). Maka intensitas sinar yang diteruskan oleh analisator I, dapatdinyatakan sebagai :
I= I
0
cos
2
q
 Dengan I
0
adalah intensitas gelombang dari polarisator yang datang pada analisator.Sudut q adalah sudut antara arah sumbu polarisasi dan polarisator dan analisator.Persamaan di atas dikenal dengan HUKUM MALUS, diketemukan oleh Etienne Louis Maluspada tahun 1809.Dari persamaan hukum Malus ini dapat disimpulkan :
 
Intensitas cahaya yang diteruskan maksimum jika kedua sumbu polarisasi sejajar (q = 0
0
atauq = 180
0
).
 
Intensitas cahaya yang diteruskan = 0 (nol) (diserap seluruhnya oleh analisator) jika keduasumbu polarisasi tegak lurus satu sama lain.
Gambar 2. Skema polarisasi selektif menggunakan filter polaroid. Hanya cahaya denganorientasi sejajar sumbu polarisasi polaroid yang diteruskan.
 
3.
 
Polarisasi karena pembiasan ganda
 Polarisasikarena bias kembar dapat terjadi apabila cahaya melewati suatu bahan yangmempunyai indeks bias ganda atau lebih dari satu, Jika berkas kaca dilewatkan pada kaca,kelajuan cahaya yang keluar akan sama ke segala arah. Hal ini karena kaca bersifat homogen,
 
indeks biasnya hanya memiliki satu nilai. Namun, pada bahan-bahan kristal tertentu misalnyakalsit, mika, Kristal gula, Kristal es dan kuarsa, kelajuan cahaya di dalamnya tidak seragamkarena bahan-bahan itu memiliki dua nilai indeks bias (
birefringence
).Cahaya yang melalui bahan dengan indeks bias ganda akan mengalami pembiasan dalam duaarah yang berbeda. Sebagian berkas akan memenuhi hukum Snellius (disebut berkas sinarbiasa yang arah cahayanya Lurus dan cahaya ini tidak terpolarisasi), sedangkan sebagianyang lain tidak memenuhi hukum Snellius (disebut berkas sinar istimewa yang cahayanya dibelokan dan cahaya ini cahaya yang terpolarisasi).
Gambar 3. Skema polarisasi akibat pembiasan ganda.
 
4.
 
Polarisasi karena hamburan
 Polarisasi cahaya karena peristiwa hamburan dapat terjadi pada peristiwa terhamburnyacahaya matahari oleh partikel-partikel debu di atmosfer yang menyelubungi Bumi. Cahayamatahari yang terhambur oleh partikel debu dapat terpolarisasi. Itulah sebabnya pada hariyang cerah langit kelihatan berwarna biru karena cahaya biru memiliki panjang gelombanglebih pendek daripada cahaya merah. Hal itu disebabkan oleh warna cahaya birudihamburkan paling efektif dibandingkan dengan cahaya-cahaya warna yang lainnya.Jika cahaya dilewatkan pada suatu medium, partikel-partikel medium akan menyerap danmemancarkan kembali sebagian cahaya itu. Penyerapan dan pemancaran kembali cahaya olehpartikel-partikel medium ini dikenal sebagai fenomena hamburan.Pada peristiwa hamburan, cahaya yang panjang gelombangnya lebih pendek cenderungmengalami hamburan dengan intensitas yang besar. Hamburan ini dapat diamati pada warnabiru yang ada di langit kita.
Gambar 4. Warna biru langit akibat fenomena polarisasi karena hamburan
 
5.
 
Polarisasi Karena Pemantulan
 Berkas sinar alami (sinar yang belum terpolarisasi) dijatuhkan dari medium udara, kemedium kaca (cermin datar). Dengan sudut datang i = 57
o
, maka sinar yang dipantulkansudah terpolarisasi, seperti pada gambar berikut:Cahaya yang berasal dari cermin I adalah cahaya terpolarisasi akan dipantulkan kecermin. Apabila cermin II diputar sehingga arah bidang getar antara cermin I dan cermin IIsaling tegak lurus, maka tidak akan ada cahaya yang dipantulkan oleh cermin II. Peristiwa inimenunjukkan terjadinya peristiwa polarisasi. Cermin I disebut polarisator, sedangkan cerminII disebut analisator. Polarisator akan menyebabkan sinar yang tak terpolarisasi menjadi sinaryang terpolarisasi, sedangkan analisator akan menganalisis sinar tersebut merupakan sinarterpolarisasi atau tidak.
6.
 
Pemutaran Bidang Polarisasi
 Seberkas cahaya tak terpolarisasi melewati sebuah polarisator sehingga cahaya yangditeruskan terpolarisasi. Cahaya terpolarisasi melewati zat optik aktif, misalnya larutan gulapasir, maka arah polarisasinya dapat berputar.
Contoh Soal
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->