Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perbedaan Analisis Manfaat Dan Biaya Proyek (Privat vs Publik)

Perbedaan Analisis Manfaat Dan Biaya Proyek (Privat vs Publik)

Ratings: (0)|Views: 518|Likes:
Published by Setia Muliawan

More info:

Published by: Setia Muliawan on Sep 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/02/2014

pdf

text

original

 
Perbedaan Analisis Manfaat dan Biaya Proyek (Privat vs Publik)
Pada analisis perhitungan manfaat dan biaya pada proyek swasta, manfaat umumnya diukur dengancara mengalikan jumlah barang yang dihasilkan dengan perkiraan harga barang. Biaya yang diperhitungkan adalah semua biaya yang langsung digunakan dalam proyek tersebut berdasarkanharga pembelianya. Ini berbeda dengan proyek pemerintah, sebab pada umumnya manfaatpenggunaan sumber-sumber ekonomi diukur dengan harga pasar oleh karena harga pada pasarpersaingan sempurna mencerminkan nilai sesungguhnya dari sumber-sumber ekonomi yang digunakan.Pada keadaan dimana tidak terdapat persaingan sempurna maka harga-harga pasar tidakmenunjukkan nilai sumber-sumber ekonomi yang sesungguhnya. Dalam hal ini yang harus dilakukanadalah menyesuaikan harga sumber ekonomi dengan menggunakan harga bayangan (shadowprices).Secara umum dapat dikatakan bahwa pada proyek-proyek pemerintah, semua input yang digunakanharuslah diukur dari biaya marginal produksinya. Penyimpangan terjadi karena adanya unsur-unsur :1)
 
keadaan monopoli2)
 
adanya pajak3)
 
pengangguran4)
 
surplus konsumen5)
 
penentuan tingkat bunga
A. Keadaan Monopoli
Dalam menentukan manfaat dan biaya suatu proyek pemerintah, apakah harga input yang dihitungdalam evaluasi suatu proyek pemerintah adalah harga monopoli atau harga persaingan tidaksempurna lain ataukah biaya produksi marginalnya.1.
 
Apabila dengan digunakannya suatu barang sebagai input dalam suatu proyek pemerintamenyebabkan produksi barang tersebut bertambah sebanyak input yang digunakan makabiaya oportunitas masyarakat adalah biaya produksi marginal.2.
 
Apabila jumlah barang di pasar tidak bertambah maka nilai input pada proyek pemerintahadalah harga pasar.3.
 
Apabila dampak penggunaan input di pasar untuk proyek pemerintah merupakan kombinasidampak di atas maka penentuan harga input untuk tujuan evaluasi proyek adalah denganmenggunakan bobot (weight) antara harga pasar dan biaya produksi marginal.
B. Adanya Pajak
Dengan adanya pajak pada input suatu proyek, maka akan terdapat perbedaan jumlah yang dibayaroleh pembeli dengan yang diterima oleh konsumen karena sebagian dibayarkan kepada pemerintah.1.
 
Apabila jumlah produksi meningkat sejumlah input yang digunakan, maka harga yangdipakai adalah harga yang diterima produsen/penjual.2.
 
Apabila jumlah produksi diperkirakan tidak akan bertambah, maka harga yang dipakaiadalah harga pasar.
 
C. Pengangguran
Ada dua masalah dalam menghitung upah tenaga kerja yang mengganggur dengan tidakdikehendaki:1.
 
Apabila pemerintah melaksanakan kebijakan stabilisasi untuk mempertahankan tingkatpenggunaan tenaga kerja maka penggunaan tenaga kerja yang sedang bekerja dalam suatuproyek menyebabkan enaga kerja dan output di sektor lain berkurang. Dalam hal ini biayatenaga kerja yang dipakai dalam evaluasi proyek tersebut adalah upah yang berlaku di pasar(upah sebenarnya).2.
 
Apabila tenaga penganggur yang dipakai dalam suatu proyek mungkin sebenarnya tidakmengganggur secara tidak dikehendaki (involuntary unemploemed) selama pembangunanproyek yang bersangkutan maka yang dipakai dalam evaluasi proyek adalah upah bayangan.Untuk praktisnya, dalam banyak evaluasi proyek perhitungan biaya tenaga kerja dengan caramenggunakan harga yang berlaku atau harga yang sebenarnya.
D. Surplus Konsumen
Skala proyek-proyek pemerintah ada yang besar dan ada juga yang kecil. Pada proyek-proyek yangskalanya kecil pembangunannya tidak akan mempengaruhi harga barang atau output yangdihasilkan proyek tersebut, sedangkan pada proyek-proyek yang skalanya besar, tambahan outputatau barang akan menurunkan harga barang tersebut di pasar dan ini menimbulkan masalah dalampenghitungan manfaat suatu proyek pemerintah.Besarnya surplus konsumen dapat diukur apabila orang yang mengevaluasi proyek mampumenghitung bentuk kurva permintaan yang tepat. Untuk proyek-proyek besar perubahan surpluskonsumen merupakan ukuran yang paling tepat untk mengukur perubahan kesejahteraanmasyarakat dan bukan sekedar nilai total hasil dari suatu proyek. Oleh karena itu, pada proyek yangskalanya besar evaluasi manfaat harus dilakukan dengan mengukur surplus konsumen.Berikut adalah kurva yang menggambarkan perubahan surplus konsumen akibat dari turunnya hargabarang yang disebakan bertambahnya output atau barang yang ditimbulkan karena adanya proyek.
 
 
E. Penentuan Tingkat Bunga
Pada pembahasan sebelumnya telah dijelaskan bagaimana tingkat bunga merupakan hal yangpenting karena dilaksanakannya suatu proyek sangat tergantung pada tingkat bunga mana yangakan diambil. Dalam kenyataannya, di masyarakat terdapat berbagai tingkat bunga, misalnya tingkatbunga tabanas, tingkat bunga deposito, tingkat bunga pinjaman bank, dan tingkat bunga tidak resmiyang jumlahnya berbeda-beda. jadi tingkat bunga mana yang sebaiknya dipilih pemerintah dalammelakukan evaluasi suatu proyek?Kita ilusrasikan misalnya pemerintah harus memilih salah satu dari dua proyek, yaitu proyek I yangmemberi hasil bersih sebesar Rp 90juta yang diterima seketika, atau proyek II yang memberi hasilbersih 100juta untuk dua tahun setelah proyek tersebut selesai.Tingkat Bunga NBS Proyek I NBS Proyek II0
()
 
()
 5
()
 
()

 10
()
 
()

 Tingkat bunga berpengaruh terhadap proyek mana yang akan diambil oleh pemerintah. Jadi, tingkatbunga yang semakin tinggi akan mengurangi kebutuhan akan pengeluaran pemerintah untukmelaksanakan program-programnya.Pada sektor swasta tingkat diskonto yang dipakai pada umumnya sama dengan tingkat bunga yangberlaku karena tingkat bunga mencerminkan oportunitas penggunaan dana. Akan tetapi bunga yangberlaku untuk setiap proyek seharusnya berbeda-beda karena perbedaan risiko pemberi pinjaman.Tingkat diskonto yang dipakai dalam evaluasi proyek pemerintah seharusnya mencerminkan hasilyang didapat (rate of return) apabila dana untuk program pemerintah itu dipakai oleh sektor swasta,sehingga tingkat diskotno yang dipakai seharusnya mencerminkan biaya oportunitas proyekpemerintah.Karena sulitnya menentukan tingkat diskonto yang tepat sedangkan penentuan tingkat diskontoadalah hal yang sangat penting dalam evaluasi suatu proyet, maka para ahli ekonomi menggunakantingkat diskonto sosial (social discount rate) yang mereka perkirakan dengan mempertimbangkanrisiko pajak dan tingkat inflasi.

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Boy Nahak liked this
Dori Lisnuari liked this
Yohanes Hendra liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->