Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ALIRAN ALIRAN FIKIH ISLAM

ALIRAN ALIRAN FIKIH ISLAM

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Ayub El-marhoum
membahas tentang aliran aliran fikih pada masa awal.
membahas tentang aliran aliran fikih pada masa awal.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: Ayub El-marhoum on Sep 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2013

pdf

text

original

 
ALIRAN-ALIRAN FIQH
 
Konflik ini melahirkan sekte-
sekte yang dikenal dengan golongan “Khawarij” dan“Syi‟ah”. Golongan Khawarij adalah mereka yang keluar dari kelompoknya Ali, karena
menganggap gencatan senjata yang dilakukan dengan tentara Muawiyah adalahperbuatan dosa besar. Kelompok ini juga memunculkan masalah-masalah fiqh(diantaranya fiqh politik; hukum pidana, seperti syarat seorang untuk menjadi kahlifah;
sanksi perzinahan; peencurian dsb). Golongan Syi‟ah adalah pengikut setia Ali Bin Abi
Thalib, mereka mengagungkan Ali, termasuk dalam posisinya sebagai khalifah.
Golongan Syi‟ah terbagi tiga kelompok:
 Al-
Zaidiyah: yaitu kelompok Syi‟ah yang berafilisi dengan Zaid bin Ali bin Al
-Husain bin Ali bin Abi Thalib. Kelompok ini mirip dengan pemikiran Ahlu As-Sunnahwa Al-
Jama‟ah dalam persoalan fiqh
 
Syi‟ah Imamiyah: yaitu kelompok yang mengakui Imam 12: Ali bin Abi Thalib;
Al-Hasan; Al-Husain; Ali Zainal Abidin; Muhammad Al-
Baqir; Ja‟far Al
-Shadiq; Musa
 bin Ja‟far; Ali bin Musa Al
-ridha; Muhammad Al-Taqa; Ali bin Muhammad Al-Taqa;Al-Hasan Al-Askari; Muhammad Al-Mahdi
Syi‟ah Ismailiyah: yaitu pecahan dari syi‟ah Imamiyah yang beranggapan bahwaImam setelah Ja‟far Al
-
Sadiq adalah anak sulungnya “Ismail” kemudian diwariskan
kepada anak-anaknya.Pesoalan-per
soalan fiqh dari kelompok Syi‟ah:
 
Dari Golongan Syi‟ah muncul sejumlah persoalan
-persoalan fiqh yang berbedadengan pemikiran Fiqh Kelompok Jumhur Ulama al:
Masalah Nikah Mut‟ah: mereka membbolehkan dengan dasar pada QS. An
-Nisa:24: (Maka istri-istri yang
telah kamu istimta‟ (campuri) di antara mereka, berikanlah
kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban;) dan QS. An-
 Nisa: 25: (kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah “ujur/imbalan”
(maskawin) mereka menurut yang patut)Nikah dengan Para Wanita Ahli Kitab: Mereka melarang persoalan tersebut yangdidasarkan atas: QS. Al-Mumtahinah: 10 (Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali(perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir;)
Latar belakang lahirnya Aliran Fiqh Madinah
(Madrasah Ahl Al-Hadits)
:
Munculnya pemikiran Fiqh Madinah yang disebut sebagai “Sekolah Ahli Hadits”
(Madrasah Ahl Al-Hadits)
tidak lepas dari posisi Kota Madinah yang merupakan tempat
 
turunnya al-Quran dan Hadits Nabi baik hadits itu sebagai ucapan, perilaku dankeputusan Nabi.Madinah juga merupakan pusat penyebaran Agama Islam. Nabi Muhammad Sawmendidik dan mengajar para sahabatnya tentang keislaman, sehingga praktik-praktik keislaman secara langsung dicontohkan Rasulullah kepada para sahabatnya.Se
lain Nabi, Khulafa‟ Ar 
-Rasyidin juga menjalankan pemerintahannya di kotaMadinah.Kota Madinah sebagai pusat penyebaran Islam banyak didatangi dan dikunjungioleh para ulama untuk memperdalam ilmu pengetahuannya.
Tokoh-tokohnya
:
 
Tokoh dari kalangan Sahabat:Umar bin Khatthab;Zaed bin Tsabit;Abdullah bin Umar; danAisya RA.
(2) Tokoh dari kalangan Tabi‟in:Sa‟ed bin Al
-Musayab;Sulaiman bin Yasar;Al-Qasim Bin Muhammad bin Abu Bakar As-Shidiq;Abu Bakar bin Abdurrahman Al-Harits;Urwah bin Zubair
 bin „Awwam;
Ubaid bin Abdullah bin Utbah;Kharijah bin Zed bin Tsabit. Para tokoh-tokoh ini telah mengambil peran yangsangat penting dalam pengembangan pemikiran fiqh Madinah (Ahl al-Hadits).
Metodologinya:
Metodologi yang digunakan Aliran Fiqh Madinah adalah menggunakan modologipemikiran fiqh yang lebih banyak didasarkan atas Hadits Nabi, karena beberapa faktor:
 
Hadits Nabi dan Atsar para sahabat, pusatnya di Madinah, sehingga memudahkanpara ulama Madinah untuk mendasarkan pemikirannya kepada teks Hadits.Kejadian-kejadian dan pristiwa-pristiwa yang terjadi di Madinah lebih sedikitdibanding dengan pristiwa-pristiwa di Irak Masyrakat Madinah merupakan masyarakat badawi yang jauh dari polemik danretorika filsafat dan logika (
mantiq
) seperti yang terjadi di Irak.
2. Aliran Ahli Fiqh
(Madrasah Ahl Al-Fiqh)
 Tokoh-tokohnya
:
 
Tokoh dari kalangan Sahabat:
Abullah bin Mas‟ud;Sa‟d bin Abi Waqash;
Abu Musa Al-
Asy‟ari;
Al-
Mughirah bin Syu‟bah, dan
Anas bin malik 
(2) Tokoh dari kalangan Tabi‟in:
Ulqamah bin Qais (61 H;Al-Aswad bin Yazid Al-Nukhai (74H);Masruq bin Al-
Ajda‟ Al
-hamdani (63H);Surekh bin Al-Haris Al-Qadhi (82H) (Para tokoh-tokoh ini telah mengambil peranyang sangat penting dalam pengembangan pemikiran fiqh Irak (Ahl al-Iraq).
Metodologinya:
Metodologi yang digunakan Pemikir Fiqh di Irak lebih banyak didasarkan ataspemikiran rasional, mereka jarang masuk dalam wilayah penafsiran Al-Quran selain yangberkaitan dengan masalah-masalah fiqh; sebagaimana mereka juga banyak menukilpendapat para seniornya dari kalangan sahabat;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->