Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Karakteristik Perkembangan Peserta Didik SD

Karakteristik Perkembangan Peserta Didik SD

Ratings: (0)|Views: 223|Likes:
Published by Aci Mgt

More info:

Published by: Aci Mgt on Sep 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/17/2013

pdf

text

original

 
1.
 
Karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dariaspek fisik antara lain: mulai kehilangan gigi bayi, namuntumbuh gigi baru, memiliki dorongan dan energi secaraeksplosif, mengulang kembali keterampilan-keterampilan secaratuntas, dan menyenangi olahraga secara kelompok. Jadi memilikikemampuan dalam mengangkat beban yang berat, bukanmerupakan karakteristik perkembangan aspek fisik anak usia SD.2.
 
3.
 
Karakteristik perkembangan peserta didik SD/MI ditinjau dariaspek sosial antara lain: mulai dapat bekerja sama dalamkelompok, memiliki keasyikan sendiri, dapat beradu argumentasi,dan menyukai teman sebaya sesama jenis. Jadi, mulai menyukaiteman sebaya sesama jenis, berperan serta dalam permainanlogika, dan menyukai teman sebaya lawan jenis bukanmerupakan karakteristik perkembangan peserta didik usia SD.4.
 
5.
 
6.
 
Hurlock, menyatakan bahwa karakteristik perkembangan aspek sosial anak usia SD, antara lain: anak berminat dalam kegiatandengan teman sebaya, ingin menjadi bagian dari kelompok yangmengharapkan untuk dapat menyesuaikan diri dengan nilai danperilaku, serta minat para anggota kelompok. Berdasarkankarakteristik perkembangan sosial tersebut, usia ini disebut juga
‘usia berkelompok’
 7.
 
Menurut Hurlock minat anak usia SD antara lain terdiri atas: minatterhadap tubuh, minat terhadap kesehatan tubuh, minat terhadapsekolah, minat terhadap status dan simbol, minat terhadappenampilan, minat terhadap masalah sosial, dsb. Dalampembelajaran mata pelajaran PKn merupakan salah satu cara guruuntuk mengidentifikasi minat siswa terhadap masalah sosial.Substansi kajian dalam mata pelajaran PKn sangat berhubungandengan minat-minat siswa terhadap masalah sosial, bukan bidangolahraga, atau kesehatan/tubuh manusia.8.
 
Menurut Hurlock minat siswa antara lain terdiri atas minatterhadap tubuh, minat terhadap kesehatan, minat terhadap sekolah,minat terhadap status, minat terhadap pekerjaan di masa depan,minat terhadap penampilan, minat terhadap masalah sosial, dsb.Pembelajaran mata pelajaran Matematika, khususnya ketika gurumengaitkan konsep atau kegunaan matematikan dengan kehidupansehari-hari memungkinkan guru untuk mengidentifikasi minat-minat siswa terhadap pekerjaan di masa datang.9.
 
10.
 
Menurut Hurlock minat siswa antara lain terdiri atas minatterhadap tubuh, minat terhadap kesehatan, minat terhadap sekolah,minat terhadap pekerjaan di masa depan, minat terhadap status dansimbol, minat terhadap penampilan, minat siswa terhadap masalahsosial, dsb. Dalam pembelajaran mata pelajaran IPA, khususnya
 
tentang kompetensi: ‘mengidentifikasi kebutuhan tubuh agar 
tumbuh sehat dan kuat (makanan, air, pakaian, udara, lingkungan
sehat)’, ketika ada siswa yang yang selalu bertanya, kemudian
mampu membuat laporan tentang apa saja yang diminatinyadengan sangat baik maka guru dapat mengidentifikasi minat siswaterhadap kesehatan.11.
 
12.
 
Kompetensi awal adalah penguasaan kemampuan prasyarat yangharus dimiliki siswa sebelum mempelajarimateri/topik/kompetensi tertentu. Jika hal tersebut tidak dilakukanakan menghambat penguasaan materi yang /topik/kompetensidipelajari. Dalam pembelajaran PKn, khususnya kompetensi
dasar: ‘Melaksanakan aturan yang berlaku di masyarakat’, maka
kompetensi prasyarat yang harus dimiliki siswa adalah mengikutitata tertib di rumah dan sekoalah.13.
 
Kompetensi prasyarat adalah kemampuan awal yang harusdimiliki siswa sebelum mempelajari materi/topik/kompetensitertentu. Jika hal tersebut tidak dilakukan akan menghambatpenguasaan materi yang /topik/kompetensi dipelajari. Dalampembelajaran Matematika, khususnya kompetensi dasar:
‘’Perkalian bilangan’, ’, maka kompetensi prasyarat yang harus
dimiliki siswa adalah mengikuti tata tertib di rumah dan sekolah,
khususnya kompetensi dasar: ‘’, maka kompetensi prasyarat yang
harus dimiliki siswa adalah menjumlahkan bilangan14.
 
Kesulitan belajar Matematika disebut juga diskalkulia(dyscalculis) . Menurut Lerner dalam Mulyono, karakteristik kesulitan belajar Matematika meliputi: (1) gangguan dalamhubungan keruangan, (2) abnomalitas persepsi visual, (3) asosiasivisual
 – 
motor, (4) perseverasi, (5) kesulitan mengenal danmemahami simbol, (6) gangguan penghayatan tubuh, (7) kesulitandalam bahasa dan membaca, dan (8) performance IQ lebih rendahdaripada skor Verbal IQ15.
 
16.
 
Kesulitan belajar Matematika disebut juga diskalkulia(dyscalculis) . Menurut Lerner dalam Mulyono, terdapat beberapakekeliruan umum yang sering dilakukan oleh anak berkesulitanbelajar Matematika, yakni kekurangan pemahaman tentang: (1)simbol, (2) nilai tempat, (3) perhitungan, (4) penggunaan prosesyang keliru, dan (5) tulisan yang tidak terbaca. Contoh: kesulitanyang sering muncul pada siswa yang belum memahamisimbol = , -, + akan mendapat kesulitan ketika mengerjakanbutir soal 8 -
…. = …. atau + 2 = 8 atau ….
- 3 = 5, atau 7
+ … = 10
17.
 
Kesulitan belajar Matematika disebut juga diskalkulia(dyscalculis) . Menurut Lerner dalam Mulyono, karakteristik kesulitan belajar Matematika meliputi: (1) gangguan dalamhubungan keruangan, (2) abnomalitas persepsi visual, (3) asosiasi

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->