Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ITS Undergraduate 17326 Paper 618730 2

ITS Undergraduate 17326 Paper 618730 2

Ratings: (0)|Views: 25 |Likes:
Published by Herry Ei

More info:

Published by: Herry Ei on Sep 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/31/2012

pdf

text

original

 
 
PERANCANGAN ALAT PENUKAR KALOR DALAM
ORGANIC RANKINE CYCLE
UNTUKMEMANFAATKAN WASTE HEAT RECOVERY DARI BLOWDOWN REBUSAN(
STERILIZER
) SEBAGAIPEMBANGKIT LISTRIK 100 KW PADA PABRIK KELAPA SAWITSUGIARDI
Program Sarjana S1 Jurusan Teknik Mesin, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya
E-mail:
sugiardi_xxx@yahoo.com
 
 Abstrak
 
Pemakaian energi listrik dan energi panas terus meningkat, demikian juga perkembangannya, bukan hanyauntuk kebutuhan proses manufaktur, tetapi juga untuk operasi-operasi pendukung. Khususnya pada pabrik kelapasawit sangat banyak ditemui energi yang tidak termanfaatkan dan terbuang begitu saja. Energi tersebut dapat dipergunakan seoptimal mungkin dengan mempergunakan beberapa peralatan. Pengoptimalan penggunaan energi yang ada dipabrik kelapa sawit dengan menggunakan Organic Rankine Cycle akan mengurangi penguapan keatmosfer dan mengurangi polusi udara atmosfer. Uap panas dari rebusan tidak pernah menyentuh turbin dalamOrganic Rankine Cycle. Uap panas dari rebusan digunakan untuk memanaskan refrigerant pada heat exchanger.refrigerant kemudian menjadi panas dan menghasilkan uap berupa flash. Uap yang dihasilkan di heat exchanger tadilalu dialirkan untuk memutar turbin dan selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan sumber dayalistrik. Uap panas yang dihasilkan di heat exchanger inilah yang disebut sebagai Working fluid. Organic RankineCycle ini sebetulnya merupakan sistem tertutup. Jadi tidak ada yang dilepas ke atmosfer.Perancangan dilakukan untuk mendapatkan dimensi Heat exchanger: panjang, jumlah tube, jumlah phase, bentuk susunan, diameter tube, diameter shell, dengan memanfaatkan steam buang dari rebusan (sterilizer). Dari desain ini didapatkan dimensi alat penukar kalor Tipe Shell and Tube Liquid Chiller yang sesuaidengan alat penukar kalor produk Carier yang digunakan pada Organic Rankine Cycle Geothermal di Alaska.Kata kunci: working fluid, organic rankine cycle, heat exchanger.
1. Latar Belakang
 
Pemakaian energi listrik dan energi panasterus meningkat, demikian juga perkembangannya,bukan hanya untuk kebutuhan proses manufaktur,tetapi juga untuk operasi-operasi pendukung.Khususnya pada pabrik kelapa sawit sangat banyak ditemui energi yang tidak termanfaatkan dan terbuangbegitu saja. Energi tersebut dapat dipergunakanseoptimal mungkin dengan mempergunakan beberapaperalatan. Pengoptimalan penggunaan energi yang adadipabrik kelapa sawit akan mengurangi penguapan keatmosfer dan mengurangi polusi udara atmosfer.Tabel 1. Potensi panas pada pabrik kelapa sawit:
Panas MasukPanas Keluar
(°C)(°C)
(°C)
1 Rebusan 135-140 127.5 130-1402 Kempa(Press) 135-140 - 90-98Minyakan
a. Sand Trap
135-140 - 90-95
b. Crude Oil Tank 
135-140 - 90-95
c. Continuous Settling Tank 
135-140 - 95
d. Oil Tank 
135-140 - 90-95
e. Vakum Dryer 
135-140 - 90-95
 f. Fat Slug Tank 
135-140 - 90-95g. Tanki Minyak Kutipan 135-140 - 75h. Tanki Penimbunan Minyak 135-140 - 50-60Bijian
a. Kernel Silo
135-140 70-90 60,70,80
Boiler
a. Flue Gas
143
Total11 Lokasi70-143
Panas Yang DibutuhkanStasiun
34
Rata-rata Panas Terbuang
5
No.StasiunSumber Daya
 Tempat perebusan (
sterilizer 
) adalah bejanauap bertekanan yang digunakan untuk merebus tandanbuah segar dengan uap (
steam
).
Steam
yang digunakanadalah
saturated steam
dengan tekanan 2,8-3,0 kg/cm
2
 dan pada suhu 135
Proses perebusan dilakukan dengan sistem 3puncak (
triple peak 
) dimana puncak pertama dankedua bertujuan untuk memberikan tekanan kejutsehingga buah lepas dari tandan serta membuang udaradirebusan agar pemanasan pada masa tahanoptimum(suhunya tercapai) puncak ketiga bertujuanuntuk mematangkan buah dan melunakkan dagingbuah.C sudah cukup untuk membunuh
enzim lipase
(penyebab hidrolisa minyak).Waktu yang digunakan untuk perebusanadalah 90 menit, sedangkan waktu untuk satu siklusperebusan 110-120 menit.Tahapan – Tahapan yang dilakukan dalamperebusan
triple peak 
:1.
 
Persiapan perebusanSetelah lori-kori dimasukkan kedalam rebusan,pintu ditutup, kran-kran
inlet steam
,
exhaust 
,dan kondensat ditutup.
 
 
2.
 
 Deaerasi
 
 Inlet steam
dibuka dan kran kondensat dibukauntuk membuang udara-udara yang adadidalam rebusan selama 3-5 menit.3.
 
Puncak IKran kondensat ditutup,
inlet steam
dibukahingga mencapai tekanan 2,3 kg/cm
2
(padatekanan
 pressure gage
), setelah tekanantercapai, kran
inlet steam
ditutup dan krankondensat dibuka hingga tekanan mencapai 0kg/cm
2
4.
 
Puncak II.Kran kondensat ditutup,
inlet steam
dibukahingga mencapai tekanan 2,5 kg/cm
2
(padatekanan
 pressure gage
), setelah tekanantercapai, kran
inlet steam
ditutup dan krankondensat dibuka hingga tekanan mencapai 0kg/cm
2
5.
 
Puncak III.Kran kondensat ditutup,
inlet steam
dibukahingga mencapai tekanan 2,8-3,0 kg/cm
2
(padatekanan
 pressure gage
), setelah tekanantercapai, semua kran ditutup dan ditahanselama 45 menit, kemudian kran
exhaust 
 dibuka dan setelah mencapai tekanan 1,0kg/cm
2
, kran kondensat dibuka hingga tekananmencapai 0 kg/cm
2
6.
 
Pengeluaran lori-kori..Gambar 1. Kurva perebusan 3 puncak 
triple peak 
(
sumber PT.Socfindo, Perk. Seumanyam-Tripa, NAD
)Dari tahapan tersebut diatas, setelah tekananpuncak I dan II tercapai, maka dilakukan Pembukaankran kondensat, dan setelah tekanan puncak IIItercapai, maka dilakukan pembukaan kran
exhaust 
dankondensat hingga tekanan mencapai 0 kg/cm
2
.
steam
 yang bercampur minyak dialirkan melalui pipa
blowdown
, dimana temperatur nya masih tinggi127.5
Dalam usaha penghematan energi, juga perludikembangkan pemanfaatan gas buang dari pabrik kelapa sawit sebagai pembangkit listrik, denganmenggunakan alat penukar panas(evaporator) sebagaipemindah panas pada gas buang. Namun, untuk mencapai temperatur gas buang pada unjung cerobonggas buang 130°C, dengan ketinggian cerobong 15meter dan diameter cerobong 1,3 meter, untuk mencegah terjadinya korosi pada pipa gas buang akibat
sulfur 
pada gas buang yang terkondensasi, maka panasyang diserap oleh evaporator tidak boleh terlalu besar.Juga dikhawatirkan terjadi penyumbatan pada alatpenukar panas yang digunakan sebagai evaporatorakibat
ash
, maka dalam analisa ini penulis tidak menganalisa pemanfaatan gas buang sebagai
wasteenergy recovery
.C.Untuk memanfaatkan energi yang terbuang(
waste energi recovery
), penulis tertarik untuk merancang
Organic Rankine Cycle
pada pabrik kelapasawit, alat yang serupa dengan
 Binary cycle power  plant 
(BCCP). Pada BCCP
steam
dari
blowdown
 
sterilizer 
tidak pernah menyentuh turbin.
Steam
dari
blowdown
 
sterilizer 
digunakan untuk memanaskan apayang disebut dengan
working fluid 
pada
heat exchanger 
.
Working fluid 
kemudian menjadi panas danmenghasilkan uap berupa
 flash
. Uap yang dihasilkandi
heat exchanger 
tadi lalu dialirkan untuk memutarturbin dan selanjutnya menggerakkan generator untuk menghasilkan sumber daya listrik. Uap panas yangdihasilkan di
heat exchanger 
inilah yang disebutsebagai
scondary
(
binary) fluid. Binary cycle power  plant 
ini sebetulnya merupakan sistem tertutup. Jaditidak ada yang dilepas ke atmosfer.Keunggulan dari BCCP adalah dapatdioperasikan pada suhu rendah yaitu 90-175
II. Tinjauan Pustaka
C. jadipembangkit listrik tenaga BCCP diharapkan dapatdigunakan pada pabrik-pabrik kelapa sawit dimasayang akan datang.
2.1 Perancangan Sistem
 Sistem yang dirancang adalah untuk menangkap atau memanfatkan energi panas yangterbuang menjadi energi kinetik turbin. Sistem inidirancang dengan mengaplikasikan prinsipthermodinamik dan perpindahan panas.Sesuai dengan prinsip energi, bahwa energitidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan akantetapi energi dapat dirubah, baik dari energi panasmenjadi energi kinetik kemudian energi kinetik tersebut diaplikasikan untuk memutar generator.
 
 
EvaporatorPompaTurbinKondensor
 
 
2.2 Siklus Rankine Ideal
Siklus rankine ideal merupakan siklus rankinesederhana. Komponen peralatannya meliputi, Boiler,Turbin, kondensor, pompa. Hal ini dapat dilihat dalambagan diagram alir siklus rankine ideal pada gambar 2.Gambar 2. Diagram alir siklus rankine ideal
2.3 Organic Rankine Cycle
Dengan menggunakan bahan organic yangmemiliki titik didih yang rendah, ORC dapatdigunakan untuk mengekstrak energi dari sumberpanas bertemperatur rendah. Siklus dasar ORCditunjukkan pada gambar 3.Gambar 3. Sistem komponen ORC.ORC merupakan suatu siklus uap dimana siklus inimenggunakan fluida kerja organik (
refrigerant 
),dimana siklus sederhana terdiri dari empat komponenutama yang terdiri dari Evaporator yang berfungsiuntuk mengevaporasi fluida organik dari liquidmenjadi uap dipanaskan lanjut sebelum masuk kedalam turbin. Turbin berfungsi untuk mengekspansiatau menurunkan tekanan dari fluida organik dan yangakan menghasilkan energi listrik bila di sambungkanke generator, Kondensor berfungsi untuk mengkondensasikan uap dari fluida kerja organik menjadi cairan dimana pada proses ini berlangsungpada tekanan dan temperatur konstan dan Pompaberfungsi untuk menaikkan tekanan dari fluida organik sesuai dengan tekanan yang di perlukan olehevaporator sebelum masuk kembali ke evaporator.
III. Metodologi3.1
 
Tempat dan Waktu
Peninjauan terhadap data lapangandilaksanakan pada PT. Socfindo PerkebunanSeumanyam Tripa, NAD. Dimulai sejak waktupengesahan oleh dosen pembimbing disetujui,perancangan epavorator dan kondensor denganmenggunakan alat penukar panas jenis shell and tube,working fluid menggunakan
refrigerant 
R-134A sertapengolahan data mempergunakan program Microsoftoffice excel.
3.2 Sistem
Sistem yang akan dirancang terdiri dari:
1.
 
Evaporator jenis
shell and tube type liquid chiller 
2.
 
Kondensor jenis
shell and tube type liquid chiller 
 3.
 
Pompa4.
 
Turbin
3.3 Pertimbangan untuk menentukan dimensi alatpenukar panas
Untuk menentukan pemilihan dimensi alatpenukar panas, sebaiknya mempertimbangkan hal-halsebagai berikut:1.
 
Pembuatan alat disesuaikan bahan yangdipasaran dengan biaya terjangkau2.
 
Temperatur
refrigerant 
R-134A keluar darialat penukar panas mencapai 80°C3.
 
Pemakaian biaya pabrik dapat dihemat daribiaya sebelumnya
 3.4 Bagan perancangan pada rebusan(
 sterilizer)
Langkah-langkah kerja sistem yang akandidesain pada stasiun rebusan didalam pabrik kelapasawit adalah:Langkah 1:
Saturated steam
yang bercampur minyak dialirkan melalui pipa blow down dari
sterilizer 
masuk ke evaporator padatemperatur 127.5
Langkah 2: Tabung evaporator disisi tube diisi denganfluida R-134A. Temperatur
Saturated steam
yang bercampur minyak yangdikandung cukup untuk mendidihkanC setelah melewatievaporator air panas dimasukkan ke
 Effluent 
(kolam pengutipan minyak sebelum dialirkan kelimbah).
T1, P1T4, P4T3, P3T2, P2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->