Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Renungan Menyambut Tahun Baru

Renungan Menyambut Tahun Baru

Ratings: (0)|Views: 218|Likes:
Published by Fadli Dzil Ikram

More info:

Published by: Fadli Dzil Ikram on Sep 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

09/14/2012

pdf

text

original

 
RENUNGAN MENYAMBUT TAHUN BARU
Elviandri, S.HI., M.Hum(Dosen Universitas Muhammadiyah Riau)
   
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akanmelimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.(QS. Al-
A’raf ayat 96)
 KEMERIAHAN penyambutan tahun baru 2009 terjadi di seluruh pelosok bumi. Kita bisa melihatdari berbagai media massa betapa meriahnya pesta penyambutan tahun baru. Bahkan ada yangmau membayar mahal untuk bisa ikut andil dalam perayaan tersebut.Di desa kita pun tidak kalah meriahnya, apalagi dengan iringan orgen tunggal dan tiupanterompet. Saya hawatir suatu saat anak cucu kita akan melakukan hal yang sama dimasa yangakan datang karena mereka menganggap ini adalah sesuatu yang dianjurkan Islam.
Na’uzubillah
min Zalik 
 Sadar atau tidak, sebenarnya kita sudah terjebak dalam sekenario besar Yahudi danNasrani untuk mengaburkan makna pergantian tahun. Lalu timbul pertanyaan,
kok bisa? 
Nataldan tahun baru adalah dua hal yang berdekatan. Jadi wajar jika mereka begitu antusias untukmerayakannya karena memang kondisinya masih dalam perayaan natal.Lalu bagaimana dengan kita umat Islam, apa kepentingan kita untuk ikut merayakannya?Apa masih kurang dengan adanya hari raya Idul Fitri dan Idul Adha? Yang celakanya,penyambutan tahun baru lebih semangat dari pada penyambutan hari raya. Bukankah inipergeseran nilai? Saya yakin dan percaya mereka (Yahudi dan Nasrani) tersenyum manismelihat sebagaian besar umat Islam ikut dalam perayaan mereka. Apakah akan seperti ini terusumat Islam? Tidak bangga dengan hari rayanya sendiri.....Islam menganjurkan umatnya agar selalu intropeksi diri, tidak harus menunggupergantian tahun atau pun bulan, tapi setidaknya dengan pergantian tahun kita akan lebih bisamerencanakan apa yang akan kita lakukan ditahun baru ini.Ada beberapa permasalahan yang perlu kita renungkan untuk menyambut hari esokyang lebih cerah:1.
 
Pemasalahan bangsaSepuluh tahun sudah era reformasi, tapi keadaan tidak jauh beda dengan masa kolonial.Di bawah sistem kolonial, sebagian besar rakyat tertindas dan menderita. Di erakemerdekaan saat ini, peta kemiskinan juga belum berkurang, bahkan PHK besar-besaranmengancam yang pastinya akan menambah sederetan catatan kemiskinaan di Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->