Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pasal 28I Ayat 5

Pasal 28I Ayat 5

Ratings: (0)|Views: 33 |Likes:
Published by rizhal

More info:

Published by: rizhal on Sep 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/03/2013

pdf

text

original

 
1
Rizhal Adi Rahmawan | X5 - 28
PASAL 28I AYAT 5
Bunyi pasal 28I ayat (5) adalah : “Untuk menegakkan dan melindungi Hak Asasi Manusia
sesuai dengan prinsip negara hukum yang demokratis, maka pelaksanaan hak asasi manusiadijamin, diatur dan dituangkan dalam peraturan perundang-
undangan.”
 Pasal tersebut sudah cukup dijalankan dengan baik di negara ini seperti melakukanhak-hak yang ada sesuai dengan peraturan yang ada dalam UUD 1945 mulai dari pasal 27-34.Dengan adanya pasal 28I ayat 5 tersebut, semua warga negara dapat menjalankan hak dankebebasannya sesuai hukum yang berlaku.Contohnya :Seseorang dapat mengemukakan pendapat di muka umum dan dijamin dalam pasal28. Dan segala sesuatu sudah dijamin oleh hukum yang berlaku.
PENEGAKKAN HAM DI INDONESIA
Penegakkan pada masa Orde Baru memiliki dua ciri, yakni persoalan filosofis dan persoalanpraktis. Persoalan filosofis terkait dengan persepsi yang keliru terhadap hakekat penegakanHAM. Persoalan praktis menyangkut adanya kesenjangan antara penegakkan hokum dankenyataan pelaksanaan di lapangan. Dan persoalan yang sebenarnya ada sejak Era OrdeLama kini menjadi warisan fardhu ke Orde Reformasi.Masih populer represi politik oleh aparat Negara. Kasus penanganan konflik-konflik politik baik demonstrasi, protes, kerusuhan, serangan bersenjata , maupun pembunuhan denganalasan politik. Penanganan kasus Tanjung Priok, Kedung Ombo, Santa Cruz, Sampang,Peristiwa 27 Juli 1996, semua itu oleh Komnas HAM dinyatakan sebagai pelanggaran HAMberat. Penggunaan UU Anti Subversi secara amat longgar, serta tergantung penafsiranpenguasa, merupakanPembatasan partisipasi dalam politik, atau adanya kehilangan kesempatan untuk beraspirasimelalui pilkada karena kelalaian administratif dari Komisi Pemilihan Umum Daerah.Hilangnya hak pilih merupakan pelanggaran kebebasan berpendapat karena menutup salahsatu kanal ekspresi utama. Atau kegagalan berpartisipasi dalam pilkada juga merupakanpelanggaran terhadap hak memajukan dirinya melalui membangun bangsa. Politik uang jugaberdampak mematikan kritik dan rasionalitas yang berarti memperlakukan manusia secaratidak holistis atau menyempitkan hidup manusia hanya kepada aspek materi. Laranganterhadap penyebaran ajaran marxisme, leninisme dan komunisme tetap diberlalukan, menjadipenyebab terlanggarnya orang atas keyakinan tertentu Politik uang mengandung dua unsurkelemahan besar terkait HAM yakni mengeksploitasi kemiskinan, menjadikan kemiskinansebagai komoditi politik, serta mematikan kritik serta rasionalitas. Perlakuan koersif dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->