Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGGUNAAN METODE SELEKSI DALAM PENYEDIAAN BIBIT UNGGUL ITIK BALI KABUPATEN JIMBARAN BALI

PENGGUNAAN METODE SELEKSI DALAM PENYEDIAAN BIBIT UNGGUL ITIK BALI KABUPATEN JIMBARAN BALI

Ratings: (0)|Views: 112 |Likes:
Published by Arifgii
Ternak itik banyak dipelihara oleh peternak di Indonesia dan berpotensi untuk mencukupi kebutuhan akan daging dan telur. Konsumen sudah mulai melirik untuk mengkonsumsi daging itik sebagai subtitusi dari konsumsi daging ayam. Hal ini dapat dilihat dari populasi itik di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data dari Dinas Peternakan Jawa Tengah (2007) menunjukkan bahwa populasi ternak itik pada tahun 2006 sebanyak 4.614.468 ekor dan meningkat pada tahun 2009 sebanyak 4.848.263 ekor. Akan tetapi pengembangan usaha peternakan itik di Indonesia saat ini masih mengalami berbagai hambatan termasuk itik bali. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yaitu bibit, pakan dan manajemen.
Itik bali merupakan salah satu plasma nutfah unggas lokal yang mempunyai keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Ternak itik bali telah beradaptasi dengan keadaaan lingkungan pakan maupun penyakit di daerah tropis, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mempertahankannya. Akan tetapi adanya keberadaan itik diluar itik bali mampu menurunkan penampilannya. Maka daripada itu diperlukan cara untuk memurnikan kembali. Adapun langkah-langkah yang sistematis dalam mempertahankan sumber daya genetik atau plasma nutfah yaitu melakukan dokumentasi, evaluasi, pengembangan rencana pemuliaan dan konservasi.
Peningkatan populasi itik dari tahun ke tahun dapat menjadi tanda bahwa itik saat ini telah diminati oleh konsumen. Untuk meningkatkan peran itik dalam agrobisnis maka beberapa masalah yang ada harus diatasi. Kualitas dari bibit yang dimiliki masih rendah sehingga produksi daging maupun telur yang dihasilkan belum optimal. Oleh karena itu masalah bibit ini merupakan masalah utama yang harus segera diselesaikan. Permasalahan yang dihadapi dalam pemeliharaan itik bali akan dicoba untuk diselesaikan pada penelitian ini. Penelitian ini akan menyelesaikan masalah dengan menggunakan salah satu penerapan dari teknologi pemuliaan ternak yaitu menggunakan seleksi untuk mendapatkan bibit ternak itik yang unggul. Untuk mendapatkan bibit unggul ternak itik dilakukan seleksi dengan parameter bobot telur selama 3 generasi. Dengan menggunakan parameter tersebut dalam melaksanakan seleksi diharapkan mampu menghasilkan bibit itik bali yang unggul dalam memproduksi telur.
Seleksi yang dilakukan harus terus menerus sehingga mampu memperbaiki mutu genetik ternak, waktu yang digunakan akan mengurangi keragaman mutu genetik dari ternak yang diseleksi. Keberhasilan seleksi kuantitatif yang akan dilakukan yaitu berupa pengukuran parameter bobot telur dapat dipantau melalui respon seleksi antar generasi pada masing-masing peubah.
Ternak itik banyak dipelihara oleh peternak di Indonesia dan berpotensi untuk mencukupi kebutuhan akan daging dan telur. Konsumen sudah mulai melirik untuk mengkonsumsi daging itik sebagai subtitusi dari konsumsi daging ayam. Hal ini dapat dilihat dari populasi itik di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Data dari Dinas Peternakan Jawa Tengah (2007) menunjukkan bahwa populasi ternak itik pada tahun 2006 sebanyak 4.614.468 ekor dan meningkat pada tahun 2009 sebanyak 4.848.263 ekor. Akan tetapi pengembangan usaha peternakan itik di Indonesia saat ini masih mengalami berbagai hambatan termasuk itik bali. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor yaitu bibit, pakan dan manajemen.
Itik bali merupakan salah satu plasma nutfah unggas lokal yang mempunyai keunggulan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan akan protein hewani. Ternak itik bali telah beradaptasi dengan keadaaan lingkungan pakan maupun penyakit di daerah tropis, sehingga diperlukan suatu upaya untuk mempertahankannya. Akan tetapi adanya keberadaan itik diluar itik bali mampu menurunkan penampilannya. Maka daripada itu diperlukan cara untuk memurnikan kembali. Adapun langkah-langkah yang sistematis dalam mempertahankan sumber daya genetik atau plasma nutfah yaitu melakukan dokumentasi, evaluasi, pengembangan rencana pemuliaan dan konservasi.
Peningkatan populasi itik dari tahun ke tahun dapat menjadi tanda bahwa itik saat ini telah diminati oleh konsumen. Untuk meningkatkan peran itik dalam agrobisnis maka beberapa masalah yang ada harus diatasi. Kualitas dari bibit yang dimiliki masih rendah sehingga produksi daging maupun telur yang dihasilkan belum optimal. Oleh karena itu masalah bibit ini merupakan masalah utama yang harus segera diselesaikan. Permasalahan yang dihadapi dalam pemeliharaan itik bali akan dicoba untuk diselesaikan pada penelitian ini. Penelitian ini akan menyelesaikan masalah dengan menggunakan salah satu penerapan dari teknologi pemuliaan ternak yaitu menggunakan seleksi untuk mendapatkan bibit ternak itik yang unggul. Untuk mendapatkan bibit unggul ternak itik dilakukan seleksi dengan parameter bobot telur selama 3 generasi. Dengan menggunakan parameter tersebut dalam melaksanakan seleksi diharapkan mampu menghasilkan bibit itik bali yang unggul dalam memproduksi telur.
Seleksi yang dilakukan harus terus menerus sehingga mampu memperbaiki mutu genetik ternak, waktu yang digunakan akan mengurangi keragaman mutu genetik dari ternak yang diseleksi. Keberhasilan seleksi kuantitatif yang akan dilakukan yaitu berupa pengukuran parameter bobot telur dapat dipantau melalui respon seleksi antar generasi pada masing-masing peubah.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Arifgii on Sep 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/17/2013

text

 
PENGGUNAAN METODE SELEKSI DALAMPENYEDIAAN BIBIT UNGGUL ITIK BALIKABUPATEN JIMBARAN BALI
Oleh :Nama : PUTRI DIAN WULANSARINIM : P2DA11006Alamat: Jl.Lembursitu No. 110, Ciamis, Jawa BaratNo Telepon : 08562644631Email : callmeuput@gmail.comPROGRAM STUDI ILMU PETERNAKANPROGRAM PASCA SARJANA
 
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPURWOKERTO2011
 
ABSTRAK 
Seleksi itik bali dengan parameter bobot telurdilakukan di Kabupaten Jimbaran. Seleksimenggunakan 100 ekor itik betina dan 10 ekor itik jantan sebagai
base population
. Nilai heritabilitasuntuk bobot telur itik bali 0.38. seleksi inimenghasilkan nilai seleksi diferensial dan responseleksi yang semakin menurun. Nilai seleksidiferensial dan respon seleksi semakin menurunberturut-turut dari generasi pertama sampai ketigayaitu 0,58:0,29:0,27 dan 0,22:0,15:0.10. Seleksi yangdilakukan menghasilkan 100 itik bali yang mampumenghasilkan telur dengan rataan bobot telur 63,88gram dari bobot awal sebelum seleksi 61,69 gram.kata kunci : seleksi Itik bali, bobot telur, seleksidiferensial dan respon seleksi
ABSTRACT
Selection bali duck with egg weight parametersperformed in the District of Jimbaran. Selection

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->