Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perdarahan Pasca Persalinan

Perdarahan Pasca Persalinan

Ratings: (0)|Views: 111|Likes:
Published by Dhita Larasati

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dhita Larasati on Sep 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2012

pdf

text

original

 
Perdarahan Persalinan
Seorang wanita, usia 29 tahun (G4PA0) aterm, melahirkan bayi laki-laki, di tolong oleh bidan.Bayi langsung menangis,
BB 2900 gr,
PB 48 cm. Pasca persalinan ibu mengalami perdarahansehingga bidan merujuk ibu dan bayi ke rumah sakit terdekat. Pemeriksaan yang dilakukan olehdokter laki-laki yang sedang bertugas di UGD terhadap ibu di dapatkan : TD : 90/60 mmHg ; N: 120 x/mnt; RR: 24 x/mnt; suhu : 36.5 C. Ibu didiagnosis mengalami HPP (Haemoragic PostPartum) ec Atonia uteri. Pemeriksaan terhadap bayi didapatkan
suhu 36 C.
Pada
usia 40 jam
 bayi terlihat
kuning,
kadar bilirubin total 15 gr/dL, bilirubin indirek 14,2 gr/dL, sehinggadilakukan
fototerapi.
1
 
Sasaran Belajar
1.Memahami dan Menjelaskan Perdarahan Pasca Persalinan
1.1
Memahami Definisi Perdarahan Pasca Persalinan
1.2
Memahami Epidemiologi Perdarahan Pasca Persalinan
1.3
Memahami Klasifikasi Perdarahan Pasca Persalinan1.4Memahami Etiologi Perdarahan Pasca Persalinan1.5Memahami Patofisiologi Perdarahan Pasca Persalinan1.6Memahami Faktor resiko Perdarahan Pasca Persalinan
1.7
Mengetahui Manifestasi Klinis Diagnosis Perdarahan Pasca Persalinan1.8Mengetahui Tatalaksana Perdarahan Pasca Persalinan1.9Mengetahui Komplikasi Perdarahan Pasca Persalinan1.10Mengetahui Pencegahan dari Perdarahan Pasca Persalinan2.Memahami dan Menjelaskan Hipotermia2.1 Memahami Definisi Hipotermia2.2 Memahami klasifikasi Hipotermia2.3 Memahami Etiologi Hipotermia2.4 Memahami Patofisiologi Hipotermia2.5 Memahami Faktor Resiko Hipotermia2.6 Mengetahui Manifestasi Klinis dan Diagnosis Hipotermia2.7 Mengetahui Pencegahan dan Tatalaksana Hipotermia2.8 Mengetahui Komplikasi Hipotermia3.Memahami dan Menjelaskan Hiperbilirubinemia pada bayi3.1 Memahami Definisi Hiperbilirubinemia3.2 Memahami klasifikasi Hiperbilirubinemia3.3 Memahami Etiologi Hiperbilirubinemia3.4 Memahami Patofisiologi Hiperbilirubinemia3.5 Memahami Diagnosis Hiperbilirubinemia3.6 Mengetahui Faktor resiko Hiperbilirubinemia3.7 Mengetahui Tatalaksana Hiperbilirubinemia3.8 Mengetahui Pencegahan Hiperbilirubinemia
2
 
1.Memahami dan Menjelaskan Perdarahan Pasca Persalinan1.1Memahami Definisi Perdarahan Pasca Persalinan
Perdarahan pascapersalinan adalah kehilangan darah lebih dari 500 mlmelalui jalan lahir yang terjadi selama atau setelah persalinan kala III.Perkiraan kehilangan darah biasanya tidak sebanyak yang sebenarnya,kadang-kadang hanya setengah dari yang sebenarnya. Darah tersebuttercampur dengan cairan amnion atau dengan urin. Darah juga tersebar  pada spons, handuk, dan kain, di dalam ember dan di lantai. Volumedarah yang hilang juga bervariasi akibatnya sesuai dengan kadahemoglobin ibu. Seseorang ibu dengan kadar hemoglobin normal akandapat menyesuaikan diri terhadap kehilangan darah yang akan berakibatfatal pada yang anemia.Perdarahan pascapersalinan adalah sebab penting kematian ibu; ¼kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan (perdarahan pascapersalinan, placenta previa, solutio plasenta, kehamilan ektopik,abortus, dan ruptura uteri) disebabkan oleh perdarahan pascapersalinan.Selain itu, pada keadaan dimana perdarahan pascapersalinan tidamengakibatkan kematian, kejadian ini sangat mempengaruhi morbiditasnifas karena anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh. Perdarahan pascapersalinan lebih sering terjadi pada ibu-ibu di Indonesiadibandingkan dengan ibu-ibu di luar negeri
1.2
Memahami Epidemiologi Perdarahan Pasca Persalinan
Perdarahan post partum dini jarang disebabkan oleh retensi potongan plasenta yang kecil, tetapi plasenta yang tersisa sering menyebabkan perdarahan pada akhir masa nifas.1 Kadang-kadang plasenta tidak segera terlepas. Bidang obstetri membuat batas-batas durasi kala tigasecara agak ketat sebagai upaya untuk mendefenisikan retensio plasentashingga perdarahan akibat terlalu lambatnya pemisahan plasenta dapatdikurangi. Combs dan Laros meneliti 12.275 persalinan pervaginamtunggal dan melaporkan median durasi kala III adalah 6 menit dan 3,3% berlangsung lebih dari 30 menit. Beberapa tindakan untuk mengatasi perdarahan, termasuk kuretase atau transfusi, menigkat pada kala tigayang mendekati 30 menit atau lebih.Efek perdarahan banyak bergantung pada volume darah pada sebelumhamil dan derajat anemia saat kelahiran. Gambaran perdarahan post partum yang dapat mengecohkan adalah nadi dan tekanan darah yangmasih dalam batas normal sampai terjadi kehilangan darah yang sangat banyak.
1.3
Memahami Klasifikasi Perdarahan Pasca Persalinan
3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->