Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ASKEP VSD

ASKEP VSD

Ratings: (0)|Views: 70 |Likes:
Published by Deny Tryana

More info:

Published by: Deny Tryana on Sep 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
ASUHAN KEPERAWATAN VENTRIKEL SEPTALDEFEK (VSD)
July 30, 2011ramlannarie info, pendidikan ASKEP, ASUHAN KEPERAWATAN VENTRIKEL SEPTAL DEFEK (VSD) Leave a comment  ASUHAN KEPERAWATAN VENTRIKEL SEPTAL DEFEK (VSD)A. PengertianDefek septum ventricular (VSD) adalah suatu keadaan abnormal yaitu adanya pembukaan antaraventrikel kiri dan ventrikel kanan.(Rita &Suriadi, 2001).VSD adalah adanya hubungan (lubang) abnormal pada sekat yang memisahkan ventrikel kanandan ventrikel kiri. (Heni dkk, 2001).VSD adalah kelainan jantung berupa tidak sempurnanya penutupan dinding pemisah antara keduaventrikel sehingga darah dari ventrikel kiri ke kanan, dan sebaliknya. Umumnya congenital danmerupakan kelainan jantung bawaan yang paling umum ditemukan (Junadi, 1982)B. FisiologiFungsi utama jantung adalah untuk memompakan darah ke seluruh tubuh dengan caramengembang dan menguncup yang disebabkan oleh karena adanya rangsangan yang berasal darisusunan saraf otonom.Sirkulasi darah1. Sistem Peredaran darah besar Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan arteri-arteri yang lebih kecil atau arteriola keseluruh tubuh. Arteri mempunyai dinding yang berotot yang dapat menyempitkan dan menahanaliran darah yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan darah arteri dan mengatur aliran darahkapiler. Dalam jaringan kapiler terjadi pertukaran zat antara plasma dan jaringan interstitial.Kapiler-kapiler bergabung membentuk venula dan vena kava inferior dan masuk ke atrium kanan jantung.2. system peredaran darah kecilDarah dari ventrikel kanan melalui arteri pulmonalis dan arteri – arteri yang lebih kecil membawadarah kotor ke paru-paru. Di paru-paru (alveoli) terdapat peningkatan o2 dan pelepasan co2 dalamkapiler pulmonal. Kapiler pulmonal kemudian bergabung membentuk vena dan membawa darah bersih ke jantung melalui atrium kiri.C. EtiologiPenyebab terjadinya penyakit jantung bawaan belum dapat diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa factor yang diduga mempunyai pengaruh pada peningkatan angka kejadian PJB yaitu :1. Faktor prenatalIbu menderita penyakit infeksi : Rubela
Ibu alkoholisme
Umur ibu lebih dari 40 tahun
Ibu menderita penyakit DM yang memerlukan insulin
 
Ibu meminum obat-obatan penenang
2. Faktor geneticAnak yang lahir sebelumnya menderita PJB
Ayah/ibu menderita PJB
Kelainan kromosom misalnya sindrom down
Lahir dengan kelainan bawaan yang lain
D. Tanda dan GejalaTergantung pada besar kecilnya defek (lubang).1. Tanda khas adalah mur-mur pansistolik keras dan kasar, umumnya paling jelas terdengar padatepi kiri bawah sternum.2. Beban yang terlalu berat dari ventrikel kanan menyebabkan hipertrofi dan pembesaran jantungyang nyata.3. Dengan meningkatnya resistensi vascular paru, sering terdapat dispneu dan infeksi paru.4. Mungkin terdapat tanda-tanda sianosis5. Pertumbuhan terganggu6. Kesulitan makanE. PatofisiologiDefek septum ventricular ditandai dengan adanya hubungan septal yang memungkinkan darahmengalir langsung antar ventrikel, biasanya dari kiri ke kanan. Diameter defek ini bervariasi dari0,5 – 3,0 cm. Perubahan fisiologi yang terjadi dapat dijelaskan sebagai berikut :1. Tekanan lebih tinggi pada ventrikel kiri dan meningklatkan aliran darah kaya oksigen melaluidefek tersebut ke ventrikel kanan.2. Volume darah yang meningkat dipompa ke dalam paru, yang akhirnya dipenuhi darah, dan dapatmenyebabkan naiknya tahanan vascular pulmoner.3. Jika tahanan pulmoner ini besar, tekanan ventrikel kanan meningkat, menyebabkan piarauterbalik, mengalirkan darah miskin oksigen dari ventrikel kanan ke kiri, menyebabkan sianosis.Keseriusan gangguan ini tergantung pada ukuran dan derajat hipertensi pulmoner. Jika anak asimptomatik, tidak diperlukan pengobatan; tetapi jika timbul gagal jantung kronik atau anak  beresiko mengalami perubahan vascular paru atau menunjukkan adanya pirau yang hebatdiindikasikan untuk penutupan defek tersebut. Resiko bedah kira-kira 3% dan usia ideal untuk  pembedahan adalah 3 sampai 5 tahun.F. Pemeriksaan Diagnostik 1. Kateterisasi jantung menunjukkan adanya hubungan abnormal antar ventrikel2. EKG dan foto thoraks menunjukkan adanya hipertrofi ventrikel kiri3. Hitung darah lengkap untuk uji prabedah rutin4. Uji masa protombin (PT) dan masa tromboplastin parsial (PTT) yang dialkukan sebelum pembedahan dapat mengungkapkan kecenderungan perdarahan (biasanya normal)G. Penatalaksanaan MedisAtasi gizi, infeksi dan kegagalan jantung. Pada kasus dengan defek 
kecil (1-5mm) dan perkembangan baik tidak memerlukan operasi.Pembedahan dengan kasus defek sedang/besar, menutup defek dengan dijahit melaluicardiopulmonary bypass.
 
Non-pembedahan, menutup defek dengan alat melalui kateterisasi jantung.
Obat-obat vasopresor atau vasodilator :
1. Dopamin (intropin) ; memiliki efek inotropik positif pada miokard, menyebabkan peningkatancurah jantung dan peningkatan tekanan sistolik serta tekanan nadi, sedikit sekali atau tidak adaefeknya pada tekanan diastolic, digunakan untuk mengobati gangguan hemodinamika yangdisebabkan bedah jantung terbuka.2. Isoproterenol (isuprel) ; memiliki efek inotropik positif pada miokard, menyebabkan peningkatan curah jantung dan kerja jantung, menurunkan tekanan diastolic dan tekanan rata-ratasambil meningkatkan tekanan sistolik.H. Pengkajian1. Riwayat keperawatan : respon fisiologis terhadap defek (sianosis, aktifitas terbatas)2. Kaji adanya tanda-tanda gagal jantung : nafas cepat, sesak nafas, retraksi, bunyi jantungtambahan (mur-mur), edema tungkai, hepatomegali.3. Kaji adanya tanda hypoxia kronis : clubbing finger 4. Kaji pola makan, pertambahan berat badan.I. Diagnosa Keperawatan1. Penurunan curah jantung b.d malformasi jantungTujuan : Curah jantung membaik Kriteia hasil : adanya tanda-tanda membaiknya curah jantungIntervensi :Observasi kualitas dan kekuatan denyut jantung, nadi perifer, warna dan kehangatan kulit.
Tegakkan derajat sianosis (membrane mukosa, clubbing)
Monitor tanda-tanda CHF (gelisah, takikardi, tachipnea, sesak, lelah
saat minum susu, periorbitaledema, oliguria dan hepatomegali.Kolaborasi untuk pemberian obat (diuretic, untuk menurunkan afterload) sesuai indikasi
2. Gangguan pertukaran gas b.d kongesti pulmonalTujuan : Pertukaran gas membaik Kriteria hasil : tidak adanya tanda-tanda resistensi pembuluh paruIntervensi :Monitor kualitas dan irama pernafasan
Atur posisi anak dengan posisi fowler 
Hindari anak dari orang yang terinfeksi
Berikan istirahat yang cukup
Berikan oksigen sesuai indikasi
3. Tidak toleransi terhadap aktifitas b.d ketidakseimbangan antara pemakaian oksigen oleh tubuhdan suplai oksigen ke sel.Tujuan : Aktifitas klien terpenuhiKriteria hasil : Anak berpartisipasi dalam aktifitas sesuai kemampuanyaIntervensi :Ijinkan anak sering istirahat dan hindarkan gangguan saat tidur 
Anjurkan untuk melakukan permainan dan aktifitas ringan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->