Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Skripsi Legalisasi Perkumpulan Freemason Ditinjau Dari Perspektif Iman Kristen

Skripsi Legalisasi Perkumpulan Freemason Ditinjau Dari Perspektif Iman Kristen

Ratings: (0)|Views: 61 |Likes:

More info:

Published by: Themistoclis Marulitua Sianturi on Sep 18, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/25/2014

pdf

text

original

 
1
LEGALISASI PERKUMPULAN FREEMASON MENURUTKEPPRES NO. 69 TAHUN 2000 DITINJAU DARIPERSPEKTIF IMAN KRISTEN
SKRIPSI
Diajukan Kepada Sekolah Tinggi Theologia Paulus MedanUntuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Theologia(S. Th.)
OlehMarulitua Pandapotan SianturiNIM/NIKA: 0801270/111300089
Sekolah Tinggi Theologia PaulusMedan2012
 
2
ABSTRAKSISianturi, Marulitua Pandapotan, 0801270, Legalisasi PerkumpulanFreemason Menurut Keppres No. 69 Tahun 2000 Ditinjau DariPerspektif Iman Kristen. Skripsi: Sekolah Tinggi TheologiaPaulus Medan: 2012.
Penulis melakukan penelitian untuk mengetahui tinjauan iman Kristen terhadaplegalisasi perkumpulan
Freemason
menurut Keppres No. 69 Tahun 2000.Legalisasi perkumpulan Freemason sebetulnya telah ada di Indonesia sejak 200tahun yang lalu, saat kolonialis Hindia Belanda bermukim di Indonesia. Namunkeberadaan
Freemason
sempat dilarang oleh Presiden Soekarno lewat KeppresNo. 264 Tahun 1962, sebelum akhirnya dilegalkan kembali oleh PresidenAbdurrahman Wahid pada tahun 2000. Suatu hal yang memprihatinkan,khususnya bagi umat Kristen di Indonesia, karena ajaran-ajaran
Freemason
jelas- jelas bertentangan dengan ajaran Kekristenan yang benar, namun justerumendapat legalitas di bumi Indonesia. Masalah lainnya adalah belum dipahaminyakedudukan Keppres dalam sistem hukum Negara Republik Indonesia, kemudianlatar belakang dikeluarkannya Keppres No. 69 Tahun 2000 masih belum jelas.Selain itu, umat Kristen di Indonesia belum pernah ada yang dimintaipendapat/persetujuannya sebelum Keppres No. 69 Tahun 2000 itu diterbitkan, Hallain yang menjadi masalah adalah perkumpulan
Freemason
belum dipahami jatidirinya, kemudian sepak terjang perkumpulan
Freemason
, baik secara global,maupun lokal (di Indonesia) belum jelas. Di samping itu juga ancaman yangditimbulkan oleh perkumpulan
Freemason
terhadap Kekristenan, khususnya diIndonesia tidak signifikan. Oleh karena itu perguruan Tinggi Theologia,khususnya di Indonesia juga perlu mengantisipasi dampak keluarnya Keppres No.69 Tahun 2000. Untuk mencegah umat Kristen dari kesesatan perkumpulan
Freemason
, maka diperlukan penyadaran, dan penyebaran pengetahuan, tentangbagaimanakah sebenarnya perkumpulan
Freemason
tersebut, sehingga umatKristen, khususnya di Indonesia mampu mengantisipasi meluasnya pengaruhajaran sesat dari
Freemason
. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui latarbelakang legalisasi perkumpulan
Freemason
sebagaimana yang diatur dalamKeppres no. 69 Tahun 2000, sekaligus untuk mengetahui lebih dalam mengenaiperkumpulan
Freemason,
 juga
 
untuk mengetahui bagaimanakah sikap pihak Gereja terhadap eksistensi perkumpulan
Freemason
dari waktu ke waktu. Selainitu juga untuk mengetahui kriteria perkumpulan atau organisasi yang sesuaidengan iman Kristen. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode studikepustakaan, wawancara, dan telaah dokumen, untuk mendapatkan gambaranyang memadai mengenai sikap dan perspektif iman dari umat Kristen, baik secaraglobal maupun dalam lingkup masyarakat Indonesia. Dari penelitian yang telahdilakukan, penulis melihat bahwa umat Kristen, baik secara umum (yangditunjukkan oleh penolakan dan pengutukan oleh para pimpinan Gereja-gerejadari denominasi yang berbeda-beda) di dunia maupun di Indonesia telah memilikisikap yang jelas terhadap perkumpulan
Freemason
, yaitu menentang dan tidak 
 
3
menerima ajaran-ajaran
Freemason
, sebagaimana sikap yang telah ditunjukkanoleh para pimpinan Gereja dari berbagai denominasi, yang dari waktu ke waktugigih menentang ajaran-ajaran
Freemason
, diantaranya yaitu para Paus Roma,mulai dari Paus Clement XI, hingga Paus Pius XI, yang melalui Ensiklik-ensiklik (Surat Kepausan) mengutuk dan mengecam ajaran-ajaran
Freemason
, selain itukecaman serupa juga datang dari para pimpinan Gereja Orthodox Timur
(EasternOrthodox Church)
, yang mengeluarkan kutukan terhadap siapapun yangbergabung dalam perkumpulan
Freemason
, berikut ancaman sanksipengucilan/ekskomunikasi bagi jemaat Gereja yang bergabung denganperkumpulan
Freemason
. Sanksi lebih jauh diantaranya juga pelarangan anggota jemaat Gereja yang menjadi anggota
Freemason
untuk menerima komuni(Perjamuan Kudus), dan larangan untuk menjadi orang tua baptis bagi jemaatyang menjadi anggota
Freemason.
Penolakan terhadap
Freemason
sedang danakan terus dilakukan oleh Gereja sepanjang waktu, untuk melestarikan ImanKristen yang benar dan murni.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->