Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Berdasarkan Data Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Pada Bulan Januari 2010 Penderita Diabetes Mellitus Di Kabupaten Demak Sebesar 5546 Jiwa Dari Jumlah Penduduk 1

Berdasarkan Data Dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Pada Bulan Januari 2010 Penderita Diabetes Mellitus Di Kabupaten Demak Sebesar 5546 Jiwa Dari Jumlah Penduduk 1

Ratings: (0)|Views: 495|Likes:
Published by Yudis Diana

More info:

Published by: Yudis Diana on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/02/2013

pdf

text

original

 
Secara epidemiologi, diperkirakan bahwa pada tahun 2030 prevalensi Diabetes Melitus (DM) diIndonesia mencapai 21,3 juta orang (Diabetes Care, 2004). Sedangkan hasil Riset kesehatan Dasar(Riskesdas) tahun 2007, diperoleh bahwa proporsi penyebab kematian akibat DM pada kelompok usia45-54 tahun di daerah perkotaan menduduki ranking ke-2 yaitu 14,7%. Dan daerah pedesaan, DMmenduduki ranking ke-6 yaitu 5,8%.Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Demak pada bulan januari 2010 penderita diabetesmellitus di Kabupaten Demak sebesar 5546 jiwa dari jumlah penduduk 1.073.187 jiwa. Sedangkan diPuskesmas Wedung Demak 1 penderita diabetes mellitus pada bulan januari 2010 sebanyak 106 jiwadengan penderita berusia antara 45
 – 
60 tahunKurus, BBR <90% ( kebutuhan kalori =BB x
40-60
kal/hari )* Normal, BBR 90
 – 
100% ( kebutuhan kalori =BB x
30ka
l/hari )* Gemuk, BBR >100% ( kebutuhan kalori =BB x
20
kal/hari )Obesitas >120% 10-15 kalori
1.
 
Berat badan 65 Kg, Tinggi 170BBR = [65/(170-100)] x 100% = 92,85% (termasuk kategori normal)Jadi kebutuhan kalori/hari ± 65×30 = 1950 Kal/harikarbohidrat = 55% x 1950 Kal = 1072.5 Kal / 4 = 268 grprotein = 25% x 1950 Kal = 487.5 Kal / 4 = 121 grlemak = 20 % x 1950 Kal = 390 Kal / 9 = 43 gr
MACAM DESIGN RESEARCHBerdasar tujuannya, rancangan penelitian dibedakan:Eksploratif Deskriptif Analitik EksperimentalRancangan Penelitian Eksploratif: digunakan untuk menelusuri kemungkinan adanyahubungan sebab akibat antara dua variabel yang belum pernah diketahuiRancangan Penelitian Deskriptif: digunakan untuk menggambarkan besarnya masalah(variabel Orang, Tempat, Waktu)Rancangan penelitian Analitik: digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibat antaradua variabel secara observasional, dimana bentuk hubungan dapat: perbedaan, hubungan ataupengaruh
 
Rancangan Penelitian Eskperimen: digunakan untuk mengetahui hubungan sebab akibatantara dua variabel, dimana sebabnya merupakan intervensi penelitiPendekatan Cross sectional atau Transversal atau studi Prevalensi adalah penelitian yangdilakukan pada satu saat atau satu periode tertentu dan pengamatan obyek studi hanyadilakukan sekaliPendekatan Longitudinal / Time series à Penelitian yang dilakukan pada periode waktutertentu, untuk melihat perubahan yang terjadi mulai awal sampai waktu yang ditentukansecara berurutanBEDA RANCANGAN PENELITIAN OBSERVASIONAL DAN EKSPERIMENTALPenelitian observasional adalah penelitian dimana peneliti hanya melakukan observasi, tanpamemberikan intervensi pada variabel yang akan ditelitiPenelitian ekperimental adalah penelitian dimana peneliti melakukan intervensi pada variabelsebab yang akan ditelitiPENDEKATAN PENELITIAN OBSERVASIONALPada penelitian observasional dibedakan tiga pendekakan:Cross SectionalCohort / Prospektif Retrospectif / Kasus Kontrol
PENDEKATAN CROSS SECTIONALPenelitian Analitik Cross Sectional adalah penelitian observaional dimana carapengambilan data variabel bebas dan variabel tergantung dilakukan sekali waktu padasaat yang bersamaanPopulasinya adalah semua responden baik yang mempunyai kriteria variabel bebas danvariabel tergantung maupun tidakContoh: Hubungan antara Depo Provera dengan Obesitas pada Wanita Usia SuburJika penelitian menggunakan pendekatan Cross Sectional, maka populasinya adalah:Semua Wanita Usia Subur (baik yang ikut depo provera maupun tidak, serta baik yangobesitas maupun tidak)Cara pengambilan data, setiap responden diambil datanya untuk dua variabel sekaligus
 
Setiap responden (WUS), dilakukan pengambilan dua data sekaligus, yaitu data tentangmemakai depo propera atau tidak, sekaligus diukur sedang mengalami obesitas atautidak
Skala PengukuranUntuk memilih uji statistik yang akan digunakan dalam menganalisa data maka tipe datamemegang peranan yang penting. Jenis data pada gilirannya akan menentukan jenis ujistatistik yang digunakan. Dalam statistik, data merupakan karakteristik, symbol atau angkadari sebuah variabel yang diukur. Pengukuran hanya dilakukan terhadap variabel yang dapatdidefinisikan seperti minat, kinerja ataupun sikap. Agar hasil penelitian tidak memberikaninterpretasi yang berbeda maka definisi operasional terhadap variabel yang diteliti perludijelaskan terlebih dahulu.Data dalam statistik secara umum dapat digolongkan menjadi 2 macam yaitu:1.
 
Data nominal yaitu data yang didapat dari hasil perhitungan dan berbentuk kategorimisalnya laki-laki-perempuan, tua-muda. Jika laki-laki disimbolkan dengan 1 danperempuan disimbolkan dengan 2, maka bukan berarti perempuan lebih baik atau lebihbanyak dua kali lipat dari laki. Data ini tidak bisa diberikan perlakuan matematika sepertipenjumlahan ataupun perkalian. Yang termasuk data nominal juga adalah data ordinal.2.
 
Data kontinu yaitu data yang didapat dari hasil pengukuran. Data hasil pengukurandiperoleh dari tes, kuesioner ataupun alat ukur lain yang sudah terstandar misalnyatimbangan, panjang ataupun skala psikologis yang lain. yang termasuk data kontinum iniadalah interval dan rasio. Data didapatkan dari perhitungan dan pengukuran. Pengukuranadalah penggunaan aturan untuk menetapkan bilangan pada obyek atau peristiwa. Dengankata lain, pengukuran memberikan nilai-nilai variabel dengan notasi bilangan. Aturanpenggunaan notasi bilangan dalam pengukuran disebut skala atau tingkat pengukuran(scales of measurement).Secara lebih rinci, dalam statistik terdapat 4 skala pengukuranyaitu nominal, ordinal, interval dan rasio.Skala nominal adalah skala mengelompokkan obyek atau peristiwa dalam berbentuk kategori.Skala nominal diperoleh dari pengukuran nominal yaitu suatu proses mengklasifikasianobyek-obyek yang berbeda kedalam kategori-kategori berdasarkan beberapa karakteristik tertentu.Karakteristik data nominal adalah1. Kategori data bersifat mutually eksklusif (setiap obyek hanya memiliki satu kategori)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->