Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Peraturan Kepala Kepolisian No 20 Th 2010 Ttg Kordinasi Pengawasan Dan Pembinaan Penyidikan Bagi Ppns

Peraturan Kepala Kepolisian No 20 Th 2010 Ttg Kordinasi Pengawasan Dan Pembinaan Penyidikan Bagi Ppns

Ratings: (0)|Views: 28 |Likes:
Published by Barita Tambunan

More info:

Published by: Barita Tambunan on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial Share Alike

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/29/2012

 
 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIANOMOR 20 TAHUN 2010TENTANGKOORDINASI, PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PENYIDIKANBAGI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPILDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAKEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang
:
a. bahwa untuk melaksanakan penegakan hukum sesuaisistem peradilan pidana terpadu, Kepolisian Negara RepublikIndonesia selaku penegak hukum bertugas melakukanpenyidikan tindak pidana sesuai dengan peraturanperundang-undangan yang menjadi dasar kewenangannya;b. bahwa secara fungsional tugas penyidikan tindak pidanadilaksanakan oleh pengemban fungsi Reserse KriminalKepolisian Negara Republik Indonesia, yang dalampelaksanaannya dapat dibantu oleh Penyidik PegawaiNegeri Sipil;c. bahwa Pejabat Penyidik Pegawai Negeri Sipil diberikanwewenang khusus oleh undang-undang untuk melaksanakanpenyidikan tindak pidana yang termasuk dalam lingkupkewenangannya
,
berada di bawah koordinasi, pengawasandan pembinaan Penyidik Kepolisian Negara RepublikIndonesia;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkanPeraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesiatentang Koordinasi, Pengawasan dan Pembinaan PenyidikanBagi Penyidik Pegawai Negeri Sipil;Mengingat
:
1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum AcaraPidana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik IndonesiaNomor 3209);2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang KepolisianNegara Republik Indonesia (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2002 Nomor 2, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4168);MEMUTUSKAN …..
PERBAIKAN DR SETUM13 AGUSTUS 2010
 
 
 2
MEMUTUSKAN:
Menetapkan:
PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIKINDONESIA TENTANG KOORDINASI, PENGAWASAN DANPEMBINAAN PENYIDIKAN BAGI PENYIDIK PEGAWAI NEGERISIPIL.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:1. Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanjutnya disingkat Polri adalahalat Negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertibanmasyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan,pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangkaterpeliharanya keamanan dalam negeri;2. Penyidik adalah pejabat Polri yang diangkat dan diberi wewenang khususoleh undang-undang untuk melakukan peyidikan;
 
3. Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PPNS adalahPejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yang berdasarkan peraturanperundang-undangan ditunjuk selaku Penyidik dan mempunyai wewenanguntuk melakukan penyidikan tindak pidana dalam lingkup undang-undangyang menjadi dasar hukumnya masing-masing;
 
4. Penyidikan adalah serangkaian tindakan Penyidik dalam hal dan menurutcara yang diatur dalam undang-undang untuk mencari serta mengumpulkanbukti yang dengan bukti itu membuat terang tentang tindak pidana yangterjadi dan guna menemukan tersangkanya;
 
5. Koordinasi adalah suatu bentuk hubungan kerja antara Penyidik Polri denganPPNS dalam melakukan penyidikan tindak pidana tertentu yang menjadidasar hukumnya, sesuai sendi-sendi hubungan fungsional;6. Pengawasan adalah proses penilikan dan pengarahan terhadap pelaksanaanpenyidikan oleh PPNS untuk menjamin agar seluruh kegiatan penyidikanyang dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;7. Pembinaan teknis yang selanjutnya disebut pembinaan adalah proseskegiatan yang dilakukan secara berhasil guna dan berdaya guna untukmeningkatkan kemampuan PPNS di bidang teknis dan taktis penyidikan;8. Bantuan Penyidikan adalah bantuan yang diberikan oleh Penyidik Polrikepada PPNS berupa bantuan teknis, taktis dan upaya paksa serta konsultasipenyidikan;
 
9. Bantuan Teknis adalah bantuan pemeriksaan ahli dalam rangka pembuktiansecara ilmiah (
Scientific Crime Investigation 
);
 
10. Bantuan Taktis adalah bantuan personel Polri dan peralatan Polri dalamrangka mendukung pelaksanaan penyidikan tindak pidana oleh PPNS;
 
11. Bantuan ......
 
 3
11. Bantuan upaya paksa adalah bantuan yang diberikan oleh penyidik Polrikepada PPNS berupa kegiatan penindakan secara hukum dalam rangkapenyidikan baik kepada PPNS yang memiliki kewenangan maupun yang tidakmemiliki kewenangan penindakan;
 
12. Laporan kejadian adalah laporan tertulis yang dibuat oleh PPNS tentangadanya suatu peristiwa pidana yang sedang dan telah terjadi, baik yangditemukan sendiri maupun melalui pemberitahuan yang disampaikan olehseseorang karena hak dan kewajiban berdasarkan undang-undang;13. Gelar Perkara adalah kegiatan penyidik dan PPNS untuk memaparkanperkara dan tindakan yang akan, sedang dan telah dilakukan penyidikan,guna memperoleh kesimpulan;
 
14. Keadaan tertentu adalah keadaan luar biasa yang memerlukan penanganansecara khusus.
 Pasal 2
Pelaksanaan koordinasi, pengawasan dan pembinaan penyidikan bagi PPNS olehPenyidik, dilakukan berdasarkan prinsip:a. kemandirian, yaitu koordinasi, pengawasan dan pembinaan dilaksanakandengan tidak mengurangi eksistensi/keberadaan instansi PPNS dandijalankan secara profesional;b. legalitas, yakni koordinasi, pengawasan dan pembinaan diselenggarakanberdasarkan ketentuan hukum yang berlaku;c. kebersamaan, yaitu koordinasi, pengawasan dan pembinaan tidakmengurangi integritas pimpinan dan kewenangan masing-masing instansiPPNS yang dilandasi sikap saling menghormati tugas dan wewenang sertahierarki masing-masing;d. akuntabilitas, yaitu koordinasi, pengawasan dan pembinaan yang dilakukanoleh Penyidik terhadap PPNS dalam proses pelaksanaan penyidikan yangdilakukan oleh PPNS dapat dipertanggungjawabkan;e. transparansi, yaitu koordinasi, pengawasan dan pembinaan memperhatikanasas keterbukaan dan bersifat informatif bagi pihak-pihak terkait;f. efektif dan efisien, yaitu koordinasi, pengawasan dan pembinaan yangdilakukan oleh Penyidik terhadap PPNS dalam proses penyidikan tepat waktudengan biaya ringan serta berpedoman pada keseimbangan yang wajarantara sumber daya yang dipergunakan; dang. kewajiban, yaitu pelaksanaan koordinasi, pengawasan dan pembinaanterhadap penyidikan yang dilakukan oleh PPNS, Penyidik secara aktif dimintaataupun tidak diminta wajib memberikan petunjuk dan bantuan penyidikanyang diperlukan.
Pasal 3
Tujuan peraturan ini sebagai pedoman bagi penyidik dalam melaksanakankoordinasi, pengawasan dan pembinaan penyidikan terhadap PPNS dalammenjalankan fungsi, peran, tugas dan tanggung jawab penyidikan.BAB II ……

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->