Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Munasabah Al-qur'An

Makalah Munasabah Al-qur'An

Ratings: (0)|Views: 236 |Likes:
Published by Machrus Kamil

More info:

Published by: Machrus Kamil on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2014

pdf

text

original

 
MUNASABAH AL-QUR’AN
Oleh:1.Heri Amriyanto2.Machrus
PEMBAHASANAl-Qur’an diturunkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad saw. kuranglebih 23 tahun. Kitab samawi terakhir ini diturunkan secara berangsur-angsur sesuaidengan kondisi dan masalah yang dihadapi oleh Nabi Muhammad saw. Urutanturunnya ayat al- Qur’an ternyata tidak dijumpai dalam mushaf yang ada. Ayat-ayatal-Qur’an yang termaktub di dalam mushaf sepintas seperti tidak ada hubunganantara yang satu dengan yang lain. Tetapi walaupun demikian, tertib ayat dalammushaf disepakati oleh para ulama’ adalah bersifat
tauqifi
.Berbeda dengan tertib ayat, susunan surat-surat di dalam al- Qura’an, paraulama’ berbeda pendapat. Sebagian berpendapat bahwa susunan surat atau
tertib al- suwar 
adalah
tauqifi
. Sementara ulama’ yang lain berpendapat bahwa
tertib al- suwar 
sebagian merupakan
tauqifi
dan sebagian lainnya ada yang
ijtihadi
.Terlepas adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama’ tentang
tertib al- suwar 
, susunan yang termuat di dalam mushaf baik susunan surat maupun ayat,membuahkan kajian pada pemahaman pada al-Qur’an secara komprehensif. Untuk memahami al-Qur’an secara komprehensif dan agar al-Qur’an terlihatkekokohannya, bahwa antara satu ayat dengan ayat yang lain dan antara suratdengan surat lainnya adalah saling menopang dan saling menyempurnakan, makailmu Munasabah adalah salah satu jawabannya.
A.
PENGERTIAN MUNASABAHMenurut al-Zarkasyi (1972: 35) kata munasabah secara bahasa berarti mendekati (muqarabah), seperti dalam contoh kalimat :
 fulan yunasibu fulan
(fulan mendekati/menyerupai fulan). Kata nasib adalah kerabat dekat, sepertidua saudara, saudara sepupu, dan semacamnya. Jika keduanya munasabahdalam pengertian saling terkait, maka namanya kerabat (qarabah).
1
 
Tidak berbeda dengan al-Zarkasyi, Manna Al-qathan (2009: 137)mengatakan bahwa munasabah menurut bahasa berarti kedekatan (al-muraqqabah). Misalnya jika ”si A munasabah dengan si Pulan”, berarti si Amendekati dan menyerupai si pulan itu, atau contoh lain misalnya ’illat hukumdalam qiyas yaitu adanya aturan logis yang melandasi suatu hukum yang dapatmenghubungkan antara kedua kasus. Ilustrasi lebih konkrit misalnya”memabukkan” adalah ”illat munasabah” yang menyebabkan diharamkan-nya”khomr”. Bila zat yang memabukkan itu dijumpai dalam minum selain”khomr”, maka minuman itu sama hukumnya dengan ”khamr” yakni haram.Secara terminologi menurut Muhammad Amin Suma dalam Abd. Rozak (2010: 75) munasabah adalah segi-segi hubungan atau persesuaian al-Qur’anantara bagian demi bagian dalam bebagai bentuknya. Yang dimaksud dengansegi hubungan atau persesuaian adalah semua pertalian yang merujuk kepadamakna-makna yang mempertalikan satu bagian dengan bagian lainnya.Sedangkan yang dimaksud dengan bagian demi bagian adalah semisal antar kata atau kalimat dengan kata atau kalimat, antara ayat dengan ayat, antaraawal surah dengan akhir surah, antara surah yang satu dengan surah yang lain,dan begitulah seterusnya hingga benar-benar tergambar bahwa al-Qur’an itusatu kesatuan yang utuh dan menyeluruh (holistik).Sementara di dalam
Ulumul Qu’an
disebutkan bahwa ilmu munasabahatau tanasubil ayati was suwari adalah ilmu untuk mengetahui alasan-alasan penertiban dari bagian-bagian al-Qur’an yang mulia. Ilmu ini menjelaskansegi-segi hubungan antara beberapa ayat atau beberapa surah al-Qur’an.Apakah hubungan itu berupa ikatan antara umum dan khusus, antara abstrak dan konkret, antara sebab-akibat, antara rasional dan irasional, atau antara duahal yang kontradiksi (Djalal, 2008: 154).Dengan demikian dapat didefinisikan bahwa munasabah dalam al-Qur’an adalah adanya keserupaan atau kedekatan di antara berbagai ayat,surah, dan kalimat yang mengakibatkan adanya hubungan. Hubungan tersebutdapat berbentuk keterkaitan makna atau redaksinya.
2
 
B.URGENSI MUNASABAHUntuk memahami suatu ayat atau surah al-Qur’an terkadang seseorangmengalami kesulitan dalam menangkap maknanya secara utuh. Diantaraalternatif yang dapat dilakukan untuk mengungkapya sesuai dengan metodemunasabah adalah dengan cara mencari penjelasan di ayat atau surat lain yangmempunyai kesamaan atau kemiripan. Mengapa harus ke ayat atau ke surahlain? Karena pemahaman ayat secara parsial (pemahaman ayat tanpa melihatayat lain) sangat mungkin terjadinya kekeliruan (Anwar, 2009: 61). Lebihlanjut Fazlurrahman dalam Ulumul Qur’an karya Abu Anwar tersebut (2009:61) mengatakan, apabila seseorang ingin memperoleh apresiasi yang utuhmengenali al-Qur’an, maka ia harus dipahami secara terkait. Apabila al-Qur’antidak dipahami secara utuh dan terkait, al-Qur’an akan kehilangan relevansinyauntuk masa sekarang dan akan datang. Sehingga al-Qur’an tidak dapatmenyajikan dan memenuhi kebutuhan manusia.Setidaknya menurut Abd. Rozak (2010: 79) ada tiga alasan lahirnya ilmumunasabah.
 Pertama
, munasabah terlahir didasari dari kenyataan bahwasistematika al-Qur’an sebagaimana terdapat dalam mushaf Usmani sekarangtidak berdasarkan fakta kronologis turunnya. Itulah sebabnya terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang urutan surat (tertib surat) di dalam al-Qur’an.
 Kedua
, selain dari sebab perbedaan pendapat di atas, metode munasabahayat secara praktis memang diperlukan bagi upaya penafsiran ayat-ayat al-Qur’an secara tepat. Hal ini dimungkinkan mengingat: pertama, al-Qur’anditurunkan secara berangsur-angsur dalam waktu yang relatif lama dengankondisi dan latar belakang yang berbeda; kedua, uslub (gaya bahasa) al-Qur’anyang sangat tinggi dan indah, sehingga tidak terlalu mudah bagi para mufassir untuk mengetahui makna yang sebenarnya dari satu ayat; dan ketiga, bentuk lafaz atau teks al-Qur’an memiliki banyak karakteristik yang tidak mudahuntuk dapat secara langsung dipahami.
3

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ni'am AB liked this
mubarokniam liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->