Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Iron Deficiency Anemia

Iron Deficiency Anemia

Ratings: (0)|Views: 96 |Likes:

More info:

Published by: Pulong Wijang Pralampita on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2012

pdf

text

original

 
ANEMIA DEFISIENSI BESIPENDAHULUAN
Definisi anemia adalah kadar hemoglobin di bawah normal, patokan WHO(1972) untuk anak sampai umur 6 tahun kadar Hb di bawah 11.0 gr/dl dan untuk anak umur di atas 6 tahun kadar Hb di bawah 12 gr/dl dianggap menderita anemia.Rekomendasi The Committee on Nutrition (1969), kriteria minimal untuk diagnosaanemia defisensi besi pada 6 bulan - 6 tahun adalah hemoglobin kurang 11 gr/dl,hematokrit kurang 33% dengan mikrositik dan hipokromia sel darah merah danrespons terhadap terapi besi
2
.Defisiensi besi dikenal sebagai defisiensi nutrisi paling umum di seluruhdunia. Anemia defisiensi besi akibat defisiensi nutrisi merupakan masalah utamanutrisi yang memiliki prevalensi paling tinggi. Di Amerika Serikat 9% anak yang berumur 1 - 2 tahun menderita defisiensi besi, 3% menderita anemia defisiensi besi,wanita dewasa 9% menderita defisiensi besi, 2% menderita anemia defisiensi besi.Pada masa pubertas, anak laki-laki 50% mengalami penurunan cadangan besi. Dinegara yang sedang berkembang terdapat laporan bahwa defisiensi besi dan anemiadefisiensi besi mempunyai prevalensi yang lebih tinggi, meningkat dalam beberapadekade terakhir 
5
.Penelitian oleh IDAI pada 1.000 anak sekolah di 11 provinsi di Indonesiamenunjukkan prevalensi anemia sebanyak 20 - 25% dan jumlah anak yangmengalami defisiensi besi tanpa anemia jauh lebih banyak lagi. Penelitian Dee Peedkk, (2002), prevalensi anemia pada bayi 3 - 5 bulan di Jawa Barat, Jawa Tengah,dan Jawa Timur adalah 37% pada bayi dengan kadar Hb di bawah 10 g/dl dan 71% pada bayi dengan kadar Hb di bawah 11 g/dl dan bayi berat badan lahir normal dariibu anemia mempunyai kecenderungan hampir dua kali lipat menjadi anemiadibanding dari ibu yang tidak anemia
2
.
1
 
METABOLISME ZAT BESI
Zat besi merupakan unsur hara (trace element) penting bagi manusia. besidengan konsentrasi tinggi terdapat dalam sel darah merah, yaitu sebagai bagian darimolekul hemoglobin yang menyangkut oksigen dari paru–paru. Hemoglobin akanmengangkut oksigen ke sel–sel yang membutuhkannya untuk metabolisme glukosa,lemak dan protein menjadi energi (ATP)
10
.Besi juga merupakan bagian dari sistem enzim dan mioglobin, yaitumolekul yang mirip Hemoglobin yang terdapat di dalam sel–sel otot. Mioglobinakan berkaitan dengan oksigen dan mengangkutnya melalui darah ke sel–sel otot.Mioglobin yang berkaitan dengan oksigen inilah menyebabkan daging dan otot– otot menjadi berwarna merah. Di samping sebagai komponen hemoglobin danmioglobin, besi juga merupakan komponen dari enzim oksidase pemindah energi,yaitu : sitokrom peroksidase, xanthine oksidase, suksinat dan dehidrogenase,katalase dan peroksidase
10
.Zat besi dalam tubuh terdiri dari dua bagian, yaitu yang fungsional dan yangreserve (simpanan). Zat besi yang fungsional sebagian besar dalam bentuHemoglobin (Hb), sebagian kecil dalam bentuk mioglobin, dan jumlah yang sangatkecil tetapi vital adalah heme enzim dan non heme enzim. Zat besi yang ada dalam bentuk reserve tidak mempunyai fungsi fisiologi selain daripada sebagai buffer yaitu menyediakan zat besi kalau dibutuhkan untuk kompartemen fungsional.Apabila zat besi cukup dalam bentuk simpanan, maka kebutuhan akan eritropoiesis(pembentukan sel darah merah) dalam sumsum tulang akan selalu terpenuhi. Dalamkeadaan normal, jumlah zat besi dalam bentuk reserve ini adalah kurang lebihseperempat dari total zat besi yang ada dalam tubuh. Zat besi yang disimpansebagai reserve ini, berbentuk feritin dan hemosiderin, terdapat dalam hati, limpa,dan sumsum tulang. Pada keadaan tubuh memerlukan zat besi dalam jumlah banyak, misalnya pada anak yang sedang tumbuh (balita), wanita menstruasi danwanita hamil, jumlah reserve biasanya rendah. Pada bayi, anak dan remaja yangmengalami masa pertumbuhan, maka kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan perluditambahkan kepada jumlah zat besi yang dikeluarkan lewat basal
10
.
2
 
Dalam memenuhi kebutuhan akan zat gizi, dikenal dua istilah kecukupan(
allowance
) dan kebutuhan gizi (
requirement 
). Kecukupan menunjukkankecukupan rata rata zat gizi setiap hari bagi hampir semua orang menurutgolongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh dan aktifitas untuk mencapai derajatkesehatan yang optimal. Sedangkan kebutuhan gizi menunjukkan banyaknya zatgizi minimal yang diperlukan masing – masing individu untuk hidup sehat. Dalamkecukupan sudah dihitung faktor variasi kebutuhan antar individu, sehinggakecukupan kecuali energi, setingkat dengan kebutuhan ditambah dua kalisimpangan baku. Dengan demikian kecukupan sudah mencakup lebih dari 97,5% populasi
10
.Pada bayi, anak dan remaja yang mengalami masa pertumbuhan perluditambahkan kepada jumlah zat besi yang dikeluarkan lewat basal. Kebutuhan zat besi relatif lebih tinggi pada bayi dan anak daripada orang dewasa apabila dihitung berdasarkan per kg berat badan. Bayi yang berumur dibawah 1 tahun, dan anak  berumur 6 – 16 tahun membutuhkan jumlah zat besi sama banyaknya dengan laki – laki dewasa. Tetapi berat badannya dan kebutuhan energi lebih rendah daripada laki – laki dewasa. Untuk dapat memenuhi jumlah zat besi yang dibutuhkan ini, maka bayi dan remaja harus dapat mengabsorbsi zat besi yang lebih banyak per 1000 kkalyang dikonsumsi.Kebutuhan zat besi pada anak balita dapat dilihat pada tabel dibawah ini :Tabel :1
UmurKebutuhan
0 – 6 bulan7 – 12 bulan1 – 3 tahun4 – 6 tahun3 mg5 mg8 mg9 mgSumber : Muhilal, et al 1993Untuk menjaga badan supaya tidak anemia, maka keseimbangan zat besi didalam badan perlu dipertahankan. Keseimbangan disini diartikan bahwa jumlah zat besi yang dikeluarkan dari badan sama dengan jumlah besi yang diperoleh badandari makanan. Setiap hari turn over zat besi ini berjumlah 35 mg, tetapi tidak semuanya harus didapatkan dari makanan. Sebagian besar yaitu sebanyak 34 mg
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->