Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KARAKTERISTIK ANAK BERBAKAT

KARAKTERISTIK ANAK BERBAKAT

Ratings: (0)|Views: 471|Likes:
Tentang karakteristik anak berbakat
Tentang karakteristik anak berbakat

More info:

Published by: Dina Thelittlemonster on Sep 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/27/2012

pdf

text

original

 
Jun 14
STRATEGI PEMBELAJARAN
 
BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
 
A. PENDAHULUAN
 1.
1. Latar Belakang
 Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar, hanya sajaproblema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari oranglain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yangproblem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatka perhatian dan bantuan dariorang lain. Anak luar biasa atau disebut sebagai anak berkebutuhan khusus (childrenwith special needs), memang tidak selalu mengalami problem dalam belajar. Namun,ketika mereka diinteraksikan bersama-sama dengan anak- anak sebaya lainnya dalamsystem pendidikan regular, ada hal-hal tertentu yang harus mendapatkan perhatiankhusus dari guru dan sekolah untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal.Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs)membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing
 –
masing .Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya gurukelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. Data pribadi yakni berkaitandengan karateristik spesifik, kemampuan dan kelemahanya, kompetensi yang dimiliki,dan tingkat perkembanganya. Karakteristik spesifik student with special needs padaumumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . Karaktristik spesifiktersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor, kognitif, kemampuan berbahasa,ketrampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya.Untuk mengetahui secara jelas tentang karakteristik dari setiap siswa seorang guruterlebih dahulu melakukan
skrining 
atau
asesmen 
agar mengetahui secara jelasmengenai kompetensi diri peserta didik bersangkutan. Tujuannya agar saatmemprogamkan pembelajaran sudah dipikirkan mengenbai bentukstrategi pembelajaran yanag di anggap cocok. Asesmen di sini adalah proses kegiatanuntuk mengetahui kemampuan dan kelemahan setiap peserta didik dalam segiperkembangan kognitif dan perkembangan social, melalui pengamatan yang sensitive.Kegiatan ini biasanya memerlukan penggunaan instrument khusus secara baku atau dibuat sendiri oleh guru kelas.Model pembelajaran terhadap peserta didik berkebutuhan khusus yang di persiapkanoleh guru di sekolah, di tujukan agar peserta didik mampu berinteraksi terhadaplingkungan social. Pembelajaran tersebut disusun secara khusus melalui penggaliankemampuan diri peserta didik yang didasarkan pada kurikulum berbasis kompetensi.
 
Kompetensi ini terdiri atas empat ranah yang perlu diukur meliputi kompetensi fisik,kompetensi afektif, kompetensi sehari- hari dan kompetensi akademik. [1]Dalam
makalah ini akan dibahas mengenai ”Strat
egi Pembelajaran bagi Anak Berkebutuhan
Khusus”
 1.
2. Rumusan Masalah
 1. Apakah definisi dari anak berkebutuhan khusus?2. Bagaimana jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus?3. Bagaimana strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus?1.
3. Tujuan
 1. Menjelaskan definisi dari anak berkebutuhan khusus.2. Mengidentifikasi jenis dan karakteristik anak berkebutuhan khusus.3. Menjelaskan strategi pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus.1.
B. PEMBAHASAN
 2.
1. Definisi Anak Berkebutuhan Khusus
  Anak berkebutuhan khusus (Heward) adalah anak dengan karakteristik khusus yangberbeda dengan anak pada umumnya tanpa selalu menunjukan pada ketidakmampuanmental, emosi atau fisik.[2]  Anak dengan kebutuhan khusus adalah anak yang secara
 
signifikan mengalami kelainan/ penyimpangan (fisik, mental-intelektual, sosial, danemosional) dalam proses pertumbuhkembangannya dibandingkan dengan anak-anaklain yang seusia sehingga memerlukan pelayanan pendidikan khusus.[3]   Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) merupakan istilah lain untuk menggantikan kata
“Anak Luar Biasa (ALB)” yang menandakan adanya kelainan khusus. Anak
berkebutuhan khusus mempunyai karakteristik yang berbeda antara yang satu denganyang lainnya. Karena karakteristik dan hambatan yang dimilki, ABK memerlukan bentukpelayanan pendidikan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan dan potensimereka, contohnya bagi tunanetra mereka memerlukan modifikasi teks bacaanmenjadi tulisan
 dan tunarungu berkomunikasi menggunakan 
. 
 
 Anak berkebutuan khusus biasanya bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB) sesuaidengan kekhususannya masing-masing. SLB bagian A untuk tunanetra, SLB bagian B untuk tunarungu, SLB bagian C untuk tunagrahita, SLB bagian D untuk tunadaksa, SLBbagian E untuk tunalaras dan SLB bagian G untuk cacat ganda.1.
2. Jenis Dan Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus
  Anak berkebutuhan khusus yang paling banyak mendapat perhatian guru antara lain[4] :
a.Tunagrahita (Mental retardation)
  Ada beberapa definisi dari tunagrahita, antara lain:1. American Association on Mental Deficiency (AAMD) dalam B3PTKSM, (p. 20)mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita sebagai kelainan yang meliputi fungsiintelektual umum di bawah rata-rata (sub-average), yaitu IQ 84 ke bawah
 
berdasarkan tes individual; yang muncul sebelum usia 16 tahun; dan menunjukkanhambatan dalam perilaku adaptif.2. Japan League for Mentally Retarded (1992: p.22) dalam B3PTKSM (p. 20-22),mendefinisikan retardasi mental/tunagrahita ialah fungsi intelektualnya lamban, yaituIQ 70 ke bawah berdasarkan tes intelegensi baku; kekurangan dalam perilakuadaptif; dan terjadi pada masa perkembangan, yaitu antara masa konsepsi hinggausia 18 tahun.3. The New Zealand Society for the Intellectually Handicapped menyatakan tentangtunagrahita adalah bahwa seseorang dikatakan tunagrahita apabila kecerdasannya jelas-jelas di bawah rata-rata dan berlangsung pada masa perkembangan sertaterhambat dalam adaptasi tingkah laku terhadap lingkungan sosialnya.4. Definisi tunagrahita yang dipublikasikan oleh American Association on MentalRetardation (AAMR). Di awal tahun 60-an, tunagrahita merujuk pada keterbatasanfungsi intelektual umum dan keterbatasan pada keterampilan adaptif. Keterampilanadaptif mencakup area : komunikasi, merawat diri, home living, keterampilan sosial,bermasyarakat, mengontrol diri, functional academics, waktu luang, dan kerja.Menurut definisi ini, ketunagrahitaan muncul sebelum usia 18 tahun.5. Menurut WHO seorang tunagrahita memiliki dua hal yang esensial yaitu fungsiintelektual secara nyata di bawah rata-rata dan adanya ketidakmampuan dalammenyesuaikan diri dengan norma dan tututan yang berlaku dalam masyarakat.[5] 
 
 Adapun cara mengidentifikasi seorang anak termasuk tunagrahita yaitu melaluibeberapa indikasi sebagai berikut:1. Penampilan fisik tidak seimbang, misalnya kepala terlalu kecil/besar,2. Tidak dapat mengurus diri sendiri sesuai usia,3. Perkembangan bicara/bahasa terlambat4. Tidak ada/kurang sekali perhatiannya terhadap lingkungan (pandangan kosong),5. Koordinasi gerakan kurang (gerakan sering tidak terkendali),6. Sering keluar ludah (cairan) dari mulut (ngiler).1.
b. Tunalaras (Emotional or behavioral disorder)
 
 
Nilai standarnya 4Tunalaras adalah individu yang mengalami hambatan dalam mengendalikan emosi dankontrol sosial. individu tunalaras biasanya menunjukan prilaku menyimpang yang tidaksesuai dengan norma dan aturan yang berlaku disekitarnya. Tunalaras dapatdisebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal yaitu pengaruh dari lingkungansekitar.Menurut Eli M. Bower (1981), anak dengan hambatan emosional atau kaelainanperilaku, apabila menunjukkan adanya satu atau lebih dari lima komponen berikut:

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->