Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Langkah-langkah Menyusun Alat Pembelajaran

Langkah-langkah Menyusun Alat Pembelajaran

Ratings: (0)|Views: 15 |Likes:
Published by Dahlia Tambajong

More info:

Published by: Dahlia Tambajong on Sep 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Evaluasi merupakan proses (kegiatan) sistematik melalui pengumpulan dananalisis data (pengukuran) guna menentukan tingkat ketercapaian tujuan(penilaian). Jadi kegiatan evaluasi melibatkan kegiatan mengukur dan menilai.Kegiatan mengukur sebagai kegiatan pemerolehan informasi melalui prosedur tertentu. Hasil pengukuran bersifat kuantitatif. Sementara kegiatan menilai berusaha mengetahui tingkat ketercapaian suatu program kegiatan atau tujuan,sifatnya kualitatif dengan (lazimnya) mendasarkan pada hasil pengukuran. Dalam pengertian sehari-hari, evaluasi (
evaluation
) dikonotasikan sebagai penilaian,meskipun evaluasi itu sebenarnya cakupan pengertiannya lebih luas dari penilaian.Dalam perspektif Bloom, et al (1976), luasan hasil belajar siswadikelompokkan menjadi 3 yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.Implikasinya, evaluasi belajar siswa seharusnya meliputi ketiga ranah dimaksud.Menurut Djemari Mardapi (2000), evaluasi belajar juga harus mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik perkembangan dan kemajuan tingkat belajar siswa. Jenis penilaian hasil belajar siswa di sekolah dapat berupa penilaian kelasatau ujian.
B.Rumusan Masalah
Untuk mengatasi kesimpangsiuran dalam pem bahasan makalah ini maka penulis membatasi pembahasan makalah yang akan di bahas yaitu mengenailangkah-langkah menyusun Alat Pembelajaran
BAB II
1
 
PEMBAHASANJenis dan sistem Penilaian dan pembelajaran
1.Tes formatif Tes formatif dimaksudkan untuk memantau kemajuan belajar siswa selama proses belajar berlangsung, untuk memberikan balikan (feed back) bagi penyempurnaan program belajar-mengajar, serta untuk mengetahui kelemahan-kelemahan yang memerlukan perbaikan, sehingga hasil belajar-mengajar menjadi lebih baik. Soal-soal tes formatif ada yang mudah dan ada pula yangsukar, bergantung kepada tugas-tugas belajar (learning tasks) dalam program pengajaran yang akan dinilai. Tujuan utama tes formatif adalah untuk memperbaiki proses belajar, bukan untuk menentukan tingkat kemampuan anak.Tes formatif sesungguhnya merupakan criterion-referenced test. Tes formatif yang diberikan pada akhir satuan pelajaran sesungguhnya bukan sebagai tesformatif lagi, sebab data-data yang diperoleh akhirnya digunakan untuk menentukan tingkat hasil belajar siswa. Tes tersebut lebih tepat disebut sebagaisubtes sumatif. Jika dimaksudkan untuk perbaikan proses belajar, maka maksuditu baru terlaksana pada jangka panjang, yaitu pada saat penyusunan programtahun berikutnya2.Tes SumatiTes sumatif diberikan saat satuan pengalaman belajar dianggap telah selesai. Tessumatif diberikan dengan maksud untuk menetapkan apakah seorang siswa berhasil mencapai tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan atau tidak.Tujuan tes sumatif adalah untuk menentukan angka berdasarkan tingkatan hasil belajar siswa yang selanjutnya dipakai sebagai angka rapor. Ujian akhir danulangan umum pada akhir caturwulan atau semester termasuk ke dalam tessumatif. Hasil tes sumatif jga dapat dimanfaatkan untuk perbaikan proses pembelajaran. Tes sumatif termasuk norm-referenced test. Cakupan materinyalebih luas dan soal-soalnya meliputi tingkat mudah, sedang, dan sulit.2
 
3.Tes Penempatan (placement test)Pada umunya tes penempatan dibuat sebagai prates (pretest). Tujuan utamanyaadalah untuk mengetahui apakah peserta didik telah memiliki keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk mengikuti suatu program belajar dan sampaidi mana peserta didik telah mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi dasar)sebagaimana yang tercantum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)mereka.4.Tes DiagnostiTes diagnostik dimaksudkan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dialami peserta didik berdasarkan hasil tes formatif sebelumnya. Tes diagnostik memerlukan sejumlah soal untuk satu bidang yang diperkirakan merupakankesulitan bagi peserta didik. Soal-soal tersebut bervariasi dan difokuskan padakesulitan. Tes diagnostik biasanya dilaksanakan sebelum suatu pelajaran dimulai.Tes diagnostik diadakan untuk menjajaki pengetahuan dan keterampilan pesertadidik yang telah dikuasai mereka, apakah peserta didik sudah mempunyai pengetahuan dan keterampilan tertentu yang diperlukan untuk dapat mengikutisuatu bahan pelajaran lain. Oleh karena itu, tes diagnostik semacam itu disebut juga test of entering behavior.
Teknik penilaian dalam pembelajran
1.Tesa.Tes tertulisDalam tes tertulis, dibutuhkan lembar soal yang sudah lengkap dengan petunjuk pengerjaannya dan lembar jawaban yang akan diisi oleh peserta.Pada dasarnya ada dua bentuk soal tes tertulis yang biasa digunakan yaitu:tes uraian dan tes objektif.Tes uraian adalah bentuk tes yang menuntut jawaban berdasarkan pendapat, kreativitas, dan pengetahuan peserta itu sendiri. Peserta bebasuntuk mengekspresikan dan mengorganisasi jawabannya. Dalam tes ini3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->