Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Skala Gempa

Skala Gempa

Ratings: (0)|Views: 314 |Likes:
Published by Gregory Patterson

More info:

Published by: Gregory Patterson on Sep 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

 
Skala Gempa Bumi
Ada beberapa macam skala gempa yaqng digunakan untuk mengetahui besar intensitas getaransuatu gempa. Yaitu skala Mercalli, skala Omori, skala Cancani, skala Derossforel dan skalaRichter. Yang sering digunakan adalah skala Richter.
 
Skala Ricthter
Berdasarkan skala Richter, besarnya gempa dibagi menjadi empat yaitu :1. Kecil ( kurang dari 5 SR )2. Sedang ( 5
 – 
6,4 SR )3. Besar ( 6,4
 – 
7,4 SR )4. Sangat besar ( lebih dari 7,4 SR)
Skala Richter
atau
SR
didefinisikan sebagai logaritma (basis 10) dari amplitudo maksimum,yang diukur dalam satuan mikrometer, dari rekaman gempa oleh instrumen pengukur gempa(seismometer) pada jarak 100 km dari pusat gempanya. Sebagai contoh, misalnya kitamempunyai rekaman gempa bumi (seismogram) dari seismometer yang terpasang sejauh 100 kmdari pusat gempanya, amplitudo maksimumnya sebesar 1 mm, maka kekuatan gempa tersebutadalah log 10
3
mikrometer sama dengan 3,0 skala Richter. Skala ini diusulkan oleh fisikawanCharles Richter.Ukuran Skala Richter KeteranganSkala Richter Kerusakan1,0
 – 
3,0 Tidak diberi label oleh manusia3,0
 – 
3,9 Dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulaigoyang.4,0
 – 
4,9 Terasa sekali getarannya. Jendela bergetar san bergeruruk, permukaan airberiak-riak, daun pintu terbuka-tutup sendiri.5,0
 – 
5,9 Sangat sulit untuk berdiri tegak. Porselin dan kaca pecah, dinding yanglemah pecah, lepas dari batu bata, dan permukaan air di daratan terbentuk gelombang air. eter dari wilayah gempa6,0
 – 
6,9 Batu runtuh bersama-sama, runtuhnya bangunan bertingkat tinggi, rubuhnya
 
bangunan lemah, ketekan di dalam tanah.7,0
 – 
7,9 Tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan hancur. Beberapabangunan tetap, keretakan besar di tanah, trek kereta api bengkok. Terjadikerusakan total di daerah gempa.8,0
 – 
10,0 Dapat menyebabkan kerusakan serius di beberapa daerah dalam radiusseratus kilometer.
 
Skala Mercalli
Pada 1902, seorang Vulkanolog Italia bernama Giuseppe Mercalli (1850-1914) mengklasifikasiskala intensitas gempa bumi dan pengaruhnya terhadap manusia, bangunan (gedung), dan alam(tanah). Klasifikasi tersebut bernama Skala Mercalli yang ditentukan berdasarkan kerusakanakibat gempa dan wawancara kepada para korban, sehingga bersifat sangat subyektif. Olehkarena itu, pada tahun 1931 seorang ilmuwan dari Amerika memodifikasi Skala Mercalli ini dansampai sekarang digunakan di banyak wilayah gempa. Klasifikasi intensitas gempa dengan SkalaMercalli dapat dilihat di tabel berikut :Skala Mercalli Petunjuk IDirekam hanya oleh seismograf.IIGetaran hanya dirasakan oleh masyarakat di sekitar pusat gempa.IIIGetaran dirasakan oleh beberapa orang.IVGetaran akan dirasakan oleh banyak orang. Porselin dan barang pecah belahberkerincing dan pintu berderak.VBinatang merasa kesulitan dan ketakutan. Bangunan mulai bergoyang. Banyak orang akan bangun dari tidurnya.VIBenda-benda mulai berjatuhan dari rak.VIIBanyak orang cemas, keretakan pada dinding dan jalan.VIIIPergeseran barang-barang dirumah.IXKepanikan meluas, tanah longsor, banyak atap dan dinding yang roboh.XBanyak bangunan rusak, lebar keretakan di dalam tanah mencapai hingga 1meter.XIKeretakan dalam tanah makin melebar, banyak tanah longsor dan batu yang
 
atuh.XIIHampir sebagian besar bangunan hancur, permukaan tanah perubahan menjadiradikal.
 
Skala omori
Hukum Omori (diperbaharui dengan Hukum Omori yang dimodifikasi) adalah rumus empirisyang menghitung skala gempa susulan. Omori mempublikasikan hasil penelitiannya pada 1894  mengenai gempa susulan, dimana ia menyatakan bahwa frekuensi gempa susulan menurunberdasarkan resiprokal waktu setelah gempa utama terjadi.di mana:
 
n(t)
adalah jumlah gempa
n
yang diukur dalam selang waktu
 
 
adalah tingkat penyusutan; dan
 
c
adalah parameter "ofset waktu"versi yang dimodifikasi, tidak umum digunakan dimana diusulkan oleh Utsu pada 1961:di mana:
 
 p
adalah suatu nilai antara 0.7
 – 
1.5.Hukum lain yang menggambarkan gempa susulan juga dikenal sebagai Hukum Bath yang mengatakan gempa utama umumnya memiliki gempa susulan yang berkekuatan 1 (rata-rata 1,2)magnitudo lebih kecil dari kekuatan gempa utamanya. Urut-urutan gempa susulan jugaumumnya mengikuti skala Guttenberg-Richter.
Omori scale, yang terdiri dari 7 tingkatan.Pengukuran gempa dengan skala Omori disebut Shindo(
震度)
. Skala 1 ada gempa kecil yang hanya dirasakan oleh orang yang berada dalam keadaan diam.Skala 2 hingga 4 juga tidak menyebabkan kerusakan yang berarti. Skala 5 biasanya barang-barang mulaiberjatuhan, dan gejala yang agak parah, bangunan retak atau roboh adalah skala 6 dan skala 7.
 

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Calvinders liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->