Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
39Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MAKALAH GANGGUAN SEKSUAL

MAKALAH GANGGUAN SEKSUAL

Ratings: (0)|Views: 2,092 |Likes:
Published by bedull99

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: bedull99 on Sep 21, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2013

pdf

text

original

 
GANGGUAN IDENTITAS GENDER, PARAPHILIAdan GANGGUAN SEKSUAL
Dalam lingkup perilaku seksual, konsep yang kita miliki tentang apa yang normal dan apayang tidak normal sangat dipengaruhi oleh faktor sosiokultural. Misalkan saja berbagai perilakuseksual yang dianggap normal di
 Inis Beag 
seperti masturbasi, hubungan seks premarital, dan seksoral-genital dikatakan normal pada masyarakat Amerika (Jeffrey S. Nevid
et al 
).Perilaku seksual dapat dianggap abnormal jika hal tersebut bersifat
 self-defeating 
,menyimpang dari norma sosial, menyakiti orang lain, menyebabkan
distress personal 
, ataumemengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi secara normal. Gangguan yang akan dibahasdalam makalah ini adalah gangguan identitas gender, paraphilia, dan disfungsi seksual yangmempunyai satu atau lebih kriteria abnormalitas. Dalam mengeksplorasi gangguan-gangguan ini,kita menyentuh pertanyaan yang menggali batas antara normal dan abnormal.
GANGGUAN IDENTITAS GENDER 
1
 
(
GENDER IDENTITY DISORDER
)1. Pengertian Gangguan Identitas Gender
Identitas gender (
 gender identity
) adalah bagaimana seseorang merasakan bahwa ia adalahseorang pria atau wanita. Identitas gender secara normal didasarkan pada anatomi gender. Namun pada gangguan identitas gender (
 gender identity disorde
) terjadi konflik antara anatomi gender seseorang dengan identitas gendernya.
2. Karakteristik Gangguan Identitas Gender
Gangguan identitas gender muncul bila gender fisik seseorang tidak konsisten dengan
 sense
identitas orang itu. Orang-orang dengan gangguan ini terperangkap dalam tubuh orangdengan jenis kelamin yang salah. Orang-orang yang mengalami gangguan identitas gender, yangkadang disebut
transeksualisme,
merasa jauh didalam dirinya, biasanya sejak awal masa kanak-kanak, mereka adalah orang yang berjenis kelamin berbeda dengan dirinya saat ini. Mereka tidak menyukai pakaian dan aktivitas yang sesuai dengan jenis kelamin mereka. Bukti-bukti anatomimereka, alat kelamin normal, dan karakteristik jenis kelamin sekunder yang umum, sepertitumbuhnya cambang pada laki-laki dan membesarnya payudara pada perempuan tidak membuatmereka merasa bahwa mereka adalah orang dengan gender yang dilihat orang lain pada mereka.Orang yang mengalami seperti ini bisa mencoba berpindah ke kelompok gender yang berbeda dan bahkan dapat menginginkan operasi untuk mengubah tubuhnya agar sesuai dengan identitasgendernya. Umumnya bila seorang perempuan transeksual merasa tertarik secara seksual pada perempuan lain, ia menganggap ketertarikan tersebut pada dasarnya heteroseksual, dan jugamenginginkan perempuan tersebut tertarik padanya sebagai laki-laki. Situasi tersebut sama padasebagian besar laki-laki yang yakin bahwa dirinya pada dasarnya adalah seorang perempuan(Carroll, 2000).Ketika gangguan identitas gender bermula dimasa kanak-kanak, hal itu dihubungkandengan banyaknya perilaku lintas gender, seperti berpakaian seperti lawan jenis, lebih suka bermain dengan teman-teman dari lawan jenis, dan melakukan permainan yang secara umumdianggap sebagai permainan lawan jenisnya, misalnya anak laki-laki bermain dengan boneka
barbie
, dan anak perempuan bermain mobil-mobilan. Gangguan identitas gender pada anak-anak  biasanya teramati oleh orang tua ketika si anak berusia antara 2 dan 4 tahun (Green&Blanchard,
 
1995). Gangguan ini nampaknya sekitar enam kali lebih banyak terjadi pada anak laki-lakidaripada anak perempuan (Zucker, Bardley, Sanikhani, 1997). Meskipun demikian, sebagian besar anak yang mengalami gangguan identitas gender ketika dewasa tidak tumbuh sebagai orang yangterganggu, sekalipun tanpa intervensi profesional (Zucker dkk, 1984).
3. Penyebab Gangguan Identitas Gender
Adapun penyebab dari gangguan identitas gender ini adalah sebagai berikut:
1.Faktor-faktor Biologis
Secara spesifik, bukti menunjukkan bahwa identitas gender dipengaruhi oleh hormon.Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak manusia dan primata, yang lahir dari ibu yangmengonsumsi hormon seks selama hamil sering kali berperilaku seperti lawan jenis dan mengalamiabnormalitas anatomis. Contohnya, anak perempuan yang ibunya mengonsumsi progestin sintesisyang merupakan cikal bakal hormon seks laki-laki, untuk mencegah perdarahan rahim selamahamil, memiliki perilaku
tomboy
. Anak laki-laki yang ibunya mengonsumsi hormon perempuansemasa hamil, kurang atletis sebagai anak laki-laki dan kurang terlibat dalam permainan laki-lakisebaya mereka. Meskipun anak-anak tersebut tidak selalu memiliki identitas gender yang tidak normal, namun hormon seks yang dikonsumsi oleh sang ibu semasa hamil tampaknya memangmenimbulkan minat dan perilaku lintas gender dalam tingkat yang lebih tinggi dari normal.
2.Faktor-faktor Sosial dan Psikologis
Dalam beberapa keluarga, perilaku lintas gender terlalu banyak mendapat perhatian dan penguatan dari orang tua dan para kerabat. Wawancara dengan orang tua yang anak-anaknyamenunjukkan tanda-tanda gangguan identitas gender mengungkap bahwa mereka tidak mencegah, bahkan mendorong perilaku memakai pakaian lawan jenis pada anak-anak mereka. Banyak ibu, bibi, nenek, yang menganggap lucu bila anak laki-laki memakai pakaian lama dan sepatu hak tinggi milik ibunya, dan sering mengajari si anak cara memakai rias wajah. Selain itu, pasien laki-laki yang mengalami gangguan identitas gender menuturkan bahwa mereka tidak memilikihubungan dekat dengan ayah mereka, sedangkan para perempuan menuturkan riwayat penyiksaanfisik atau seksual (Bardley&Zucker, 1997). Suatu hipotesis awal menyatakan bahwa perilakufeminim pada anak laki-laki didorong oleh si ibu yang sangat ingin memiliki anak perempuansebelum si anak lahir.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->