Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
7 Lapisan Langit Dan Kaitannya Dengan Dimensi

7 Lapisan Langit Dan Kaitannya Dengan Dimensi

Ratings: (0)|Views: 8|Likes:

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Ifa Khusnul Khotimah on Sep 22, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

 
7 lapisan langit dan kaitannya dengan dimensi
Oleh:
My Name Is Indri
Source URL:
http://blog.unikom.ac.id/v/287/
 
7 lapisan langit dan kaitannya dengan dimensi
Sekarang kita bicarakan dari segi ilmu manusia, dan mudah2an ini bisa dipahami… karena gwsendiri berkunang2 waktu mempelajari dan membacanya..he..Bila membaca sejarah Isra’ Mi’raj nabi, kemungkinan yang dimaksud 7 lapisan langit di sini bukanberarti langit tersebut menumpuk secara berlapis-lapis seperti kue lapis, tapi ketujuh lapisantersebut semakin meningkat kedudukannya sesuai dengan bertambah tingkat dimensinya.Pertambahan tingkat dimensi ketujuh lapisan langit tersebut hanya bisa digambarkan denganmemproyeksikannya ke langit pertama (dimensi ruang yang dihuni oleh kita) yang berdimensi tiga.Karena hanya ruang berdimensi tiga inilah yang bisa difahami oleh kita. Secara analog, kita bisamembuat perumpamaan sebagai berikut :
 
PDFmyURL.com
 
Pada gambar 1 tampak bahwa sebuah garis berdimensi 1 tersusun dari titik-titik dalam jumlah takterbatas. Sama kayak istilah pixel dalam desain grafis, dimana gambar yang tercipta adalahhimpunan titik2 yang sangat banyak dan dengan warna yang beragam sehingga membentuk polatertentu menjadi gambar. Titik2 ini akan membentuk garis yang kemudian garis-garis tersebutdisusun dalam jumlah tak terbatas hingga menjadi sebuah luasan berdimensi 2 (Gambar 2). Dan jikaluasan-luasan serupa ini ditumpuk ke atas dalam jumlah yang tak terbatas, maka akan terbentuksebuah balok (ruang berdimensi 3).Kesimpulannya adalah sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun oleh ruang berdimensi lebihrendah dalam jumlah yang tidak terbatas. Atau dengan kata lain ruang yang berdimensi lebih rendahdalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang berdimensi yang lebih tinggi.Misalnya, ruang 3 dimensi – dimensi ruang yang sekarang dihuni oleh kita ini – dengan jumlah takterbatas menyusun menjadi satu ruang berdimensi empat. Demikian seterusnya sehingga setiapdimensi yang satu dengan yang lain saling berkaitan.Berdasarkan kesimpulan di atas dapat dijelaskan sebagai berikut:
Langit pertama
Ruang berdimensi 3 yang dihuni oleh makhluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan danlain-lain yang tinggal di bumi beserta benda-benda angkasa lainnya dalam jumlah yang tak terbatas.Namun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama-samadengan ruang berdimensi 3 lainnya. Jadi dimensi 3 adalah dimensi yang sangat kasar dan padat,sehingga dapat diraba dan dilihat dengan kasat mata. Alam semesta kita ini menjadi penyusun langitkedua yang berdimensi 4. Benarkah demikian? Mari difikirkan bersama kebenarannya..
Langit kedua
Ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya. Sehinggamahluk di dimensi 3 tidak akan bisa melihat mahluk di dimensi 4, tetapi mahluk dimensi 4kemungkinan bisa melihat mahluk dimensi 3. Ruang berdimensi 4 ini bersama-sama dengan ruangberdimensi 4 lainnya membentuk langit yang lebih tinggi, yaitu langit ketiga.
Langit ketiga
Ruang berdimensi 5 yang di dalamnya “hidup” arwah dari orang-orang yang sudah meninggal ataumungkin alam kubur. Mereka juga menempati langit keempat sampai dengan langit keenamtergantung tingkatannya. Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad, diceritakan bahwaRasulullah bertemu dengan nabi2 terdahulu yang berbeda2 disetiap lapisannya. Langit ketiga inibersama-sama dengan langit ketiga lainnya menyusun langit keempat dan seterusnya hingga langitketujuh yang berdimensi 9.Bisa dibayangkan betapa besarnya langit ketujuh itu. Karena ia adalah jumlah kelipatan tak terbatasdari langit dunia (langit pertama) yang dihuni oleh manusia. Berarti langit dunia kita ini berada dalamstruktur langit yang enam lainnya, termasuk langit yang ketujuh ini. Jika alam akhirat, surga danneraka terdapat di langit ke tujuh, maka bisa dikatakan surga dan neraka itu begitu dekat dengandunia kita tapi berbeda dimensi.Seperti disebutkan sebelumnya bahwa langit dunia kita ini merupakan bagian dari struktur langitketujuh. Berarti alam dunia ini merupakan bagian terkecil dari alam akhirat. Penjelasan ini sesuai
 
PDFmyURL.com
 
dengan hadist Nabi:
“Perbandingan antara alam dunia dan akhirat adalah seperti air samudera, celupkanlah jarimu kesamudera, maka setetes air yang ada di jarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat”.
Perumpamaan setetes air samudera di ujung jari tersebut menggambarkan dua hal:1.Ukuran alam dunia dibandingkan alam akhirat adalah seumpama setetes air di ujung jari dengankeseluruhan air dalam sebuah samudera. Hal ini adalah penggambaran yang luar biasa betapaluasnya alam akhirat itu.2.Keberadaan alam dunia terhadap alam akhirat yang diibaratkan setetes air berada dalamsamudera. Perumpamaan tersebut menunjukkan bahwa alam dunia merupakan bagian dari alamakhirat, hanya ukurannya yang tak terbatas kecilnya. Begitu juga dengan kualitas dan ukuran segalahal, baik itu kebahagiaan, kesengsaraan, rasa sakit, jarak, panas api, dan lain sebagainya, di manaukuran yang dirasakan di alam dunia hanyalah sedikit sekali.
Berbagai ruang dimensi dan interaksi antar makhluk penghuninya
1. Langit pertama atau langit dunia
Seperti disebutkan pada ayat 11-12 Surat Fushshilat di atas, maka yang disebut langit yang dekattersebut adalah langit dunia kita ini atau disebut juga alam semesta kita ini. Digambarkan bahwalangit yang dekat itu dihiasi dengan bintang-bintang yang cemerlang, dan memang itulah isi yangutama dari alam semesta. Bintang-bintang membentuk galaksi dan kluster hingga superkluster.Planet-planet sesungguhnya hanyalah pecahan dari bintang-bintang itu. Seperti tata surya kita,matahari adalah sebuah bintang dan sembilan planet yang mengikatinya adalah pecahannya, ataupecahan bintang terdekat lainnya. Sedangkan tokoh utama di langit pertama ini adalah kita manusiayang mendiami bumi, planet anggota tata surya.Langit pertama ini tidak terbatas namun berhingga. Artinya batasan luasnya tidak diketahui tapisudah bisa dipastikan ada ujungnya. Diperkirakan diameter alam semesta mencapai 30 miliar tahuncahaya. Artinya jika cahaya dengan kecepatannya 300 ribu km/detik melintas dari ujung yang satu keujung lainnya, maka dibutuhkan waktu 30 miliar tahun untuk menempuhnya.Penjelasan gambar: Apabila digambarkan bentuknya kira-kira seperti sebuah bola dengan bintik-bintik di permukaannya.Di mana bintik-bintik tersebut adalah bumi dan benda-benda angkasa lainnya. Apabila kita berjalanmengelilingi permukaan bola berkeliling, akhirnya kita akan kembali ke titik yang sama. Permukaanbola tersebut adalah dua dimensi. Sedangkan alam semesta yang sesungguhnya adalah ruang tigadimensi yang melengkung seperti permukaan balon itu. Jadi penggambarannya sangat sulit sekalisehingga diperumpamakan dengan sisi bola yang dua dimensi agar memudahkan penjelasannya.
2. Langit kedua
Seperti diterangkan sebelumnya bahwa setiap lapisan langit tersusun secara dimensional.Diasumsikan bahwa pertambahan dimensi setiap lapisan adalah 1 dimensi. Jadi apabila langit
 
PDFmyURL.com

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->