• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 2
    CommentGo Back
 
BAB IPENDAHULUAN
Diera globalisasi sekarang ini, perubahan begitu cepat terjadinya sehinggakadang kala kita sendiri belum siap untuk menyikapi perubahan tersebut. Perubahantersebut terjadi karena perkembangan teknologi dalam berbagai bidang kiancanggihnya dan kian cepatnya sehingga mau tidak mau kita juga terkena imbasnya.Dalam segala bidang, manusia terus menerus mengalami perubahan karena ilmu pengetahuan terus menerus berkembang sehingga cakrawala berpikir kita kian harikian maju. Namun sebaliknya, imbas dari perkembangan jaman itu sendiri tidak hanya bergerak kearah positif, tetapi juga menawarkan sisi negatifnya kepada umat manusiakarena sebenarnya perkembangan teknologi tersebut seperti pedang bermata dua.Hanya tinggal kita yang diberi akal oleh Tuhan Yang Maha Kuasa ini memilih, maukearah yang benar atau salah demi mewujudkan keinginan kita.Dalam tulisan ini penulis ingin membahas tentang prilaku aborsi pada wanitausia subur, dimana kita tahu bahwa wanita usia subur (WUS) terdiri dari remaja, danwanita dewasa baik yang menikah maupun belum menikah.Hasil studi membuktikan bahwa angka kejadian aborsi pada wanita dewasayang menikah lebih besar dari pada angka kejadian aborsi pada wanita yang belummenikah termasuk remaja. Penelitian terbaru yang dilakukan delapan lembagaswadaya masyarakat (LSM) dengan bantuan dari
 Asia Pacific Resource and Research for Women
(Arrow) terhadap 50 perempuan didaerah kumuh di Jakarta dan sekitarnyaternyata aborsi dilakukan juga oleh istri. Hal ini juga terjadi ditempat kerja penulisdimana lebih besar (80%) klien yang ingin melakukan aborsi adalah wanita yangsudah menikah dari pada remaja atau wanita dewasa yang belum menikah.Fakta ini sangat memprihatinkan karena selain kita sebagai pemberi pelayananmengalami dilema etik, kita juga tidak dapat memberikan pertolongan karenaterbentur dengan hukum maupun norma-norma yang ada. Akibatnya banyak terjadiaborsi ilegal di dukun paraji sehingga dapat menimbulkan tingkat morbiditas maupunmortalitas yang tinggi pada wanita.Penulis akan lebih mengupas tentang aborsi yang dilakukan dikalangan siswadan mahasiswa. Menurut hemat penulis perubahan paradigma yang berakibat
Prilaku Aborsi pada Wanita Usia SuburOleh : Moudy E. U Djami
1
 
terjadinya perubahan perilaku itu hanya dapat di lakukan melalui proses belajar mengajar, baik informal yang dapat berlangsung dilingkungannya, maupun disekolahyang mana berhubungan dengan kita sebagai pendidik. Jadi jika kita telah memasukannilai-nilai moral dalam hal ini aborsi itu adalah tidak benar, maka untuk kemudianhari individu tersebut tidak akan melakukan perbuatan tersebut sekalipun dia sudahmenikah dan mengalami masalah yang menurut pemikirannya aborsi adalah jalankeluarnya.
Prilaku Aborsi pada Wanita Usia SuburOleh : Moudy E. U Djami
2
 
BAB IIPRILAKU ABORSI PADA WANITA USIA SUBUR 
Pada akhir tahun 2007 kalangan civitas akademi kebidanan di Indonesiakhususnya dan profesi bidan di Indonesia pada umumnya digegerkan dengan beritayang ditayangkah oleh MetroTV. Berita tersebut adalah kematian salah satumahasiswa Akademi Kebidanan swasta di Jakarta yang beberapa bulan lagi akanlulus. Kematian tersebut tidak wajar dan tidak seharusnya terjadi karena penyebabkematian tersebut adalah aborsi yang disengaja atau dalam istilah medis disebutabortus profokatus kriminalis. Ironisnya penyebab kematian seperti ini seharusnyatidak boleh terjadi karena calon bidan sudah seharusnya memahami apa itu aborsi dansikap seperti apa yang yang harus dimiliki oleh seorang bidan jika menghadapi klienyang akan melakukan aborsi.Sebelum kita membahas lebih lanjut kasus aborsi ini, ada baiknya penulissedikit memaparkan teori tentang aborsi itu sendiri.Aborsi adalah pengeluaran buah kehamilan secara sengaja sebelum janin
viable
( < 22 minggu atau berat janit < 500 gram) bukan semata untumenyelamatkan jiwa ibu hamil dalam keadaan darurat tapi juga bisa karena sang ibutidak menghendaki kehamilan itu.Aborsi ada dua macam yaitu :
Aborsi provokatus medisinalis karena alasan kesehatan ibu hamil tersebuttidak dapat melanjutkan kehamilannya. Misalnya sakit jantung, karena jikakehamilannya dilanjutkan terjadi penambahan beban kerja jantung sehinggasangat berbahaya bagi jiwanya. Dalam hal ini keselamatan ibu yangdiutamakan. Penyakit lain yaitu tuberkulosis paru berat, asma, diabetesmelitus, gagal ginjal, hipertensi, penyakit hati menahun (JNPK-KR, 1999).Tentunya untuk melaksanakan tindakan inipun harus ada
inform choice
dan
inform consent 
terlebih dahulu.
Aborsi provokatus kriminalis seperti contoh kasus diatas, tindakan pengosongan rahim dari buah kehamilan yang dilakukan dengan sengaja bukan karena alasan medis, tetapi alasan lain biasanya karena hamil diluar nikah, atau terjadi pada pasangan yang menikah karena gagal kontrasepsimaupun karena tidak mengingini kehamilannya.
Prilaku Aborsi pada Wanita Usia SuburOleh : Moudy E. U Djami
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

sok weh..aku g gtw uhm

mo ngopi niiii.....boleh ga' yaaa......thx B4....

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...