Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rencana Strategis Pendidikan

Rencana Strategis Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 36 |Likes:
Published by Yusra Jamali
seemoga dappat bermanfaat
seemoga dappat bermanfaat

More info:

Published by: Yusra Jamali on Sep 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

 
Rencana Strategis Pendidikan
Slide 1Daftar Isi Daftar Isi 1 Kata Pengantar 2 Penyatuan Bahasa dan Proses Konsultasi 3 Alur Penyusunan Renstra 5 Misi & Motto Depdiknas 6 Analisis Situasi 7 Visi Depdiknas 2025 9 Cetak Biru Insan Indonesia Cerdas dan Kompetitif 2025 10 Tata Nilai Depdiknas 11 KebijakanPembangunan Pendidikan Nasional 12 Rencana Pembangunan Jangka Panjang 15 GambaranKebutuhan dan Rencana Strategis 30 Sasaran Jumlah Peserta Didik 31 Pemerataan dan PerluasanAkses 32 Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing 34 Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas,dan Pencitraan Publik 38 Komposisi Pembiayaan Program Diknas 42 Strategi Pembiayaan 43Sistem Pemantauan dan Evaluasi 44 Landasan Hukum & Prinsip Pelaksanaan 44 Sistematika 45Mekanisme 46Slide 2Kata Pengantar Dunia sedang mengalami berbagai pergeseran dan perubahan, mulai dari yangsifatnya kebijakan, kesepakatan, maupun strategi-strategi untuk bertahan dari masing-masingnegara. Gelombang perubahan yang terjadi di Indonesia baik yang bersifat politik, ekonomi, sosialdan budaya membawa dampak yang begitu besar bagi semua komponen bangsa ini, tidak terkecuali Departemen Pendidikan Nasional. Tentu saja perubahan ini mendatangkan konsekuensi,terutama dalam bentuk pengujian terhadap kemampuan departemen ini memenuhi harapan-harapandari seluruh stakeholders-nya. Ketika membangun manusia melalui pendidikan, sistem yang kita bangun dituntut tidak hanya untuk membangun kemampuan intelektual peserta didik. Sistem harusmampu pula membangun kemampuan untuk mengekspresikan dan mengatualisasikan dirinyamelalui buah pikiran dan perasaannya dengan tetap memperhatikan moral, etika, dan kaidah-kaidah agama. Tidak hanya itu, sistem harus memerhitungkan arena persaingan talenta yang harusdihadapi oleh para lulusan pendidikan nasional di kemudian hari. Dengan menyadari penuhkenyataan itulah, maka Departemen Pendidikan melahirkan visi pembangunan, yaitu InsanIndonesia Cerdas dan Kompetitif 2025. Sebelum rencana strategis 2005-09 ini dikeluarkan dandijadikan pedoman, Departemen Pendidikan Nasional terlebih dahulu mengadakan pertemuandengan pemerhati pendidikan Indonesia pada tanggal 29 Desember 2005. Dalam acara curah pendapat tersebut, diundang berbagai kalangan, mulai dari DPR, BAPPENAS, DepartemenKeuangan, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, budayawan, dan industrialis. Setelahmemperhatikan masukan dari berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan nasional, jajaran Departemen Pendidikan difasilitasi oleh Konsultan Perencanaan ulung AndrewTani & Co.Telah menyusun sebuah Rencana Strategis Departemen Pendidikan Nasional 2005–09 bertemakanPeningkatan Kapasitas dan Modernisasi. Dalam metoda Orbex yang diterapkan, rencana strategistersebut menjadi batu loncatan (stepping stone) untuk periode-periode pembangunan sistem pendidikan nasional ke depan sampai dengan tahun 2025. Periode pembangunan 2010-2015 bertemakan Penguatan Pelayanan, 2015-2020: Daya Saing Regional, dan 2020-2025: Daya SaingInternasional. Selama kurun waktu pembangunan tersebut, seluruh tenaga dan pikiran dicurahkandalam rangka mengemban misi yang pada hakikatnya adalah mewujudkan pendidikan yangmampu membangun insan Indonesia cerdas dan kompetitif, yang berkeadilan, bermutu, danrelevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan global. Misi itulah yang menyemangati mottokami ke depan, yaitu Pendidikan Bermutu Untuk Semua. Tentu pendidikan nasional tidak semata-
 
mata merupakan tugas sendiri Depdiknas, Dinas Pendidikan yang ada di Propinsi/Kabupaten/Kota,serta 250,000 lebih satuan pendidikan yang dinaunginya. Sebutlah legislatif, eksekutif, judisial, para orangtua, para pemimpin agama, para pelaku media massa, para pemerhati pendidikan,kalangan industri dan UKM. Tidak satupun komponen bangsa yang luput dari upaya pencerdasanyang kita hadapi ini. Dokumen ini akan menjadi acuan dasar perencanaan, implementasi, dan pemantauan gerak langkah pendidikan nasional. Harapan kami adalah Renstra ini menjadi pemersatu hati dan gerak laju ke depan, serta menjadi alat koordinasi bagi seluruh instansi dansatuan terkait. Jakarta, Januari 2006 Menteri Pendidikan Nasional Prof. Dr. Bambang SudibyoSlide 3Penyatuan Bahasa dan Proses Konsultasi RPJM merupakan penjabaran visi, misi, dan programkerja Presiden terpilih untuk lima tahun mendatang dan akan menjadi pedoman bagi kementeriannegara dalam menyusun Renstra Kementerian/Lembaga, termasuk Departemen Pendidikan Nasional. Penyusunan Renstra melibatkan berbagai pihak yang terkait. Dalam perjalanannya,Departemen Pendidikan Nasional juga meminta masukan dan saran dari para pemerhati pendidikanIndonesia yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari perwakilan DPR, BAPPENAS,Departemen Keuangan, perwakilan dunia pendidikan, budayawan, dan industrialis. Terdapat duahal yang menjadi dasar penyusunan Renstra ini. Pertama adalah keadaan yang diinginkan di masadepan (das sollen) yang disesuaikan dengan rencana dan program Presiden terpilih. Kedua adalahkondisi saat sekarang (das sein). Untuk mencapai kondisi das sollen, juga diperhitungkantantangan dan hambatan yang akan dihadapi dalam perjalanan tersebut. Diantaranya adalah kondisi politik, ekonomi, sosial-budaya, serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.Pertimbangan lain yang juga sangat mempengaruhi penyusunan Renstra ini adalah adanyakebijakan otonomi daerah. Keputusan terhadap otonomi daerah ini berdampak pada pengelolaanterhadap sistem dan sumber daya yang ada, termasuk mekanisme dan sistem kerja. Otonomi ini juga mempengaruhi masalah pendanaan, karena itu harus ada kesepakan antara pemerintah pusatdan pemerintah daerah, sehingga program-program yang sudah dirancang dapat dijalankan. Untuk memastikan bahwa Renstra telah disusun dengan baik, Depdiknas menjalin kerjasama dengankonsultan manajemen. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan Depdiknas untuk dapat bertransformasi diri secara terus menerus seiring perubahan- Paradigma Dinamis ParadigmaPengelolaan Organisasi Orbex perubahan yang terjadi yang terjadi di lingkungan. Paradigma yangdigunakan dalam proses tersebut adalah Organizing for Business Excellence (Orbex). Orbexmenampilkan eksistensi organisasi sebagai suatu entitas konseptual yang terdiri atas tujuh elemenyang mengisi tiga ruang waktu yaitu masa lampau, masa kini dan masa depan. Empat diantaratujuh elemen tersebut mewakili dua sisi organisasi yang harus dikelola dengan cara yang berbeda.Ada sisi teknis yang pengelolaannya menuntut ilmu manajemen dan ada sisi sosial atau manusiayang menuntut seni kepemimpinan.Slide 4Penyatuan Bahasa dan Proses Konsultasi (lanjutan) Dengan kerangka Orbex, peran pemimpindibedakan menjadi dua, peran yang bersifat operasional dan peran yang bersifat strategis. Perantandem tersebut berbagi upaya melakukan artikulasi, eksekusi, dan orkestrasi yang tepat atas ketujuh elemen untuk menghasilkan kinerja operasi yang sangat baik (operating excellence yangmerupakan tanggung jawab operasional) sekaligus menghasilkan keunggulan strategis (strategicexcellence yang merupakan tanggung jawab strategis). Dengan demikian organisasi dapat meraihsukses dalam rentang waktu yang panjang. Untuk itu mereka mengandalkan jaringan tim yangdipimpin oleh para manajer-pemimpin yang terlatih dalam membangun dan membina kohesi,
 
kejelasan, koherensi, kompetensi, dan koordisasi yang berhulu pada pengurus-pengurus tertinggiorganisasi. Penyusunan Renstra memerhatikan beberapa masukan dari temuan dalam telaah sektor  pendidikan (Education Sector Review, 2004) terutama mengenai penetapan kebijakan yangditetapkan oleh Menteri Pendidikan Nasional, yaitu 1) Pemerataan dan Perluasan Akses; 2)Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing; serta 3) Tata Kelola, Akuntabilitas, dan PencitraanPublik. Renstra Depdiknas merancang strategi dan program pembangunan berdasarkan Undang-Undang Sisdiknas dan Peraturan-Peraturan Pemerintah yang memuat sejumlah pokok-pokok  pembaharuan mendasar dalam sistem pendidikan nasional ke depan. Selain itu penyusunan jugamemperhatikan tugas pokok dan fungsi setiap tingkat pemerintahan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. Dalam kaitan dengan pelaksanaan kebijakan desentralisasi pemerintahan, Renstra merupakan pedoman penyusunan rencana strategis dan operasional bagiGubernur, Bupati/Walikota termasuk Kepala Dinas Pendidikan dalam menyusun danmelaksanakan kebijakan operasional daerah. secara efektif berdasarkan urusan wajib, urusan pilihan, dan sumberdaya pendukung yang tersedia. Implikasinya, pengelolaan pelayanan pendidikan perlu memperkuat mekanisme partisipasi dan akuntabilitas publik di setiap tingkatanmanajemen pendidikan. Renstra Depdiknas 2005-2009 yang konsisten dengan prinsipdesentralisasi dan otonomi akan menciptakan rasa kepemilikan (ownership) dan pemahaman yangoptimal atas peran masing-masing stakeholders dalam pelayanan pendidikan yang efektif bagimasyarakat. Depdiknas perlu memperjelas dan memperkuat fungsi-fungsi barunya dalam pelayanan pendidikan, seperti dalam penetapan kebijakan nasonal, standardisasi nasional pendidikan, pengendalian dan penjaminan mutu berdasarkan penilaian kinerja, serta harmonisasidan koordinasi sesuai dengan delegasi fungsi, urusan, dan tanggungjawab dari masing-masingtingkat pemerintahan, satuan pendidikan, dan masyarakat. Proses penyelarasan Renstra yang telahdisusun oleh Depdiknas telah mencakup kegiatan-kegiatan pokok, antara lain: (a) pembentukankelompok kerja Renstra oleh Mendiknas pada bulan Februari 2005, (b) analisis komprehensif dan pembahasan oleh para pengambil keputusan di Depdiknas termasuk hasil temuan penelitianoperasional, (c) konsultasi regional yang melibatkan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi,dan mitra-mitra pembangunan pendidikan, (d) diskusi yang intensif dengan instansi terkait sepertiDepartemen Agama, Departemen Dalam Negeri, Departemen Keuangan, BAPPENAS, dan DPR.Slide 5Alur Penyusunan Renstra Terdapat 8 langkah dalam melakukan penyusunan perencanaan strategisorganisasi seperti yang ditunjukan pada alur di bawah ini : Kaji kondisi organisasi; Apa yangmenjadi kekuatan dan kelemahan kita bila dibandingkan dengan negara lain? Apa saja faktor kuncikeberhasilan dalam menjalankan organisasi ini? Apa yang menjadi tantangan dan hambatan yangdapat kita hadapi dalam mencapai tujuan yang kita inginkan? Apa saja ukuran kunci kinerja untuk mengukur keberhasilan kita dalam mengelola organsiasi ini? Renungkan visi; Kondisi apa sajayang ingin diwujudkan di masa yang akan datang? Bila diukur, ukuran kinerja kunci yang sudahdi-tetapkan pada tahap sebelumnya menunjukkan nilai berapa saja? Secara bertahap, repelita demirepelita, tonggak-tonggak apa yang dapat mengukur kemajuan upaya organisasi mendekatkan kekondisi yang diinginkan tersebut? Lengkapi rencana pembangunan jangka panjang; Dalam rangkamendekatkan kondisi usaha ke arah yang telah ditetapkan sebelumnya, perubahan apa saja yang perlu diterapkan dalam repelita yang pertama? Perubahan apa yang akan diusahakan? Rumuskanrencana pembangunan jangka menengah; Langkah-langkah besar apa saja yang dituntut dalamsituasi yang sedang ditelaah, repelita demi repelita, program, kegiatan, organisasi, dan manusia?Teknologi apa yang akan diusahakan? Rumuskan kegiatan dan program tahunan; Secara rinci,langkah-langkah apa saja yang dituntut untuk dilaksanakan dari tahun ke tahun, di program,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->