P. 1
KP 378 Tahun 2011 Pedoman Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara

KP 378 Tahun 2011 Pedoman Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara

Ratings: (0)|Views: 76 |Likes:
Published by vianesq

More info:

Published by: vianesq on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/24/2012

pdf

text

original

 
1
KEMENTERIAN PERHUBUNGANDIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA
PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARANOMOR : KP.378 TAHUN 2011TENTANGPETUNJUK DAN TATA CARAPERATURAN KESELAMATAN PENERBANGAN SIPIL BAGIAN 139-16(
ADVISORY CIRCULAR CASR PART 139-16),
PEDOMAN PENYUSUNAN DOKUMEN RENCANAPENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BANDAR UDARA(
AIRPORT EMERGENCY PLAN DOCUMENT 
)DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESADIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARA,Menimbang : a. bahwa rencana penanggulangan keadaan darurat untukpelayanan menyelamatkan jiwa dan harta dari kejadian dan/ataukecelakaan pesawat udara di bandar udara disusun dalamdokumen sebagaimana telah diamanatkan oleh PeraturanMenteri Perhubungan Nomor KM 24 Tahun 2009 tentangPeraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139
(Civil Aviation Safety Regulations Part 139)
tentang Bandar Udara
(Aerodrome); 
 b. bahwa guna penyeragaman penyusunan dokumen rencanapenanggulangan keadaan darurat di setiap bandar udara, perludiatur Petunjuk Dan Tata Cara Peraturan KeselamatanPenerbangan Sipil Bagian 139-16, (
Advisory Circular CASR Part 139-16)
Pedoman Penyusunan Dokumen RencanaPenanggulangan Keadaan Darurat (
Airport Emergency Plan Document 
), dengan Peraturan Direktur Jenderal PerhubunganUdara;Mengingat : 1. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956);2. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanandan Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara RepublikIndonesia Tahun 2001 Nomor 9, Tambahan Lembaran NegaraRepublik Indonesia Nomor 4075);
 
2
3. Peraturan Pemerintah Nomor 70 tahun 2001 tentangKebandarudaraan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4146);4. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukandan Organisasi Kementerian Negara;5. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan,Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta SusunanOrganisasi, Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian;6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 20 tahun 2009tentang Sistem Manajemen Keselamatan (
Safety Management System 
);7. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 24 tahun 2009tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139(
Civil Aviation Safety Regulation Part 139 
) tentang Bandar Udara(
Aerodrome 
);8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 60 Tahun 2010tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan;
 
9. Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara NomorSKEP/301/V/2011 tentang Petunjuk dan Tata CaraBagian 139-10 (
Advisory Circular Part 139-10 
) RencanaPenanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara;
 
MEMUTUSKAN :Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERHUBUNGAN UDARATENTANG PETUNJUK DAN TATA CARA PERATURANKESELAMATAN PENERBANGAN SIPIL BAGIAN 139-16,(
ADVISORY CIRCULAR CASR PART 139-16)
PEDOMANPENYUSUNAN DOKUMEN RENCANA PENANGGULANGANKEADAAN DARURAT BANDAR UDARA
(AIRPORT EMERGENCY PLAN DOCUMENT 
).Pasal 1(1) Memberlakukan Petunjuk Dan Tata Cara PeraturanKeselamatan Penerbangan Sipil Bagian 139-16(
Advisory Circular CASR Part 139-16 
) Pedoman Penyusunan DokumenRencana Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara
(Airport Emergency Plan Document 
).(2) Petunjuk Dan Tata Cara Peraturan Keselamatan PenerbanganSipil Bagian 139-16 (
Advisory Circular CASR Part 139-16)
,Pedoman Penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan
 
3
Keadaan Darurat Bandar Udara
(Airport Emergency Plan Document 
), sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1)tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian yang tidakterpisahkan dari Peraturan ini.Pasal 2Unit penyelenggara bandar udara, badan usaha bandar udaradan/atau Badan Hukum Indonesia yang mengoperasikan bandarudara khusus harus membuat dokumen rencanapenanggulangan keadaan darurat bandar udara denganberpedoman pada penyusunan dokumen sebagaimanadimaksud dalam Pasal 1.Pasal 3(1) Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat bandarudara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 yang telahditetapkan oleh pimpinan bandar udara
 
disampaikan
 
kepadaDirektrur Jenderal Perhubungan Udara
.
 (2) Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat bandarudara yang disampaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)disahkan oleh Direktur yang membidangi pelayanan darurat atasnama Direktur Jenderal Perhubungan Udara.Pasal 4(1) Dokumen rencana penanggulangan keadaan darurat bandarudara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 disusun bersama-sama dengan komite penanggulangan keadaan darurat di setiapbandar udara.(2) Penyusunan dokumen rencana penanggulangan keadaandarurat bandar udara sebagaimana ayat (1) disesuaikan dengan kondisi masing-masing bandar udara.Pasal 5Dengan berlakunya peraturan ini, Unit penyelenggara bandarudara, badan usaha bandar udara dan/atau Badan HukumIndonesia yang mengoperasikan bandar udara khusus harusmembuat dokumen rencana penanggulangan keadaan daruratbandar udara dan menyesuaikan selambat lambatnya 3 (tiga)tahun sejak Peraturan ini ditetapkan.Pasal 6Direktur yang membidangi pelayanan darurat mengawasipelaksanaan Peraturan ini.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->