Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
OBESITAS

OBESITAS

Ratings: (0)|Views: 109 |Likes:
Published by Nanndha Ayoe

More info:

Published by: Nanndha Ayoe on Sep 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

 
GIZI dalam KESPROPRINSIP DIIT IBU HAMIL DENGAN OBESITASANGGOTA KELOMPOK :DIAN SAFITRIFITRI MASRUROHIKA KURNIAWATIMARIYA ULFARISKI NITA H.SAFITRI AYU K.
PRODI D III KEBIDANAN UNIVERSITAS TULUNGAGUNGTAHUN AKADEMIK 2012 - 2013
 
OBESITAS
Definisi
Obesitas adalah terjadinya penimbunan lemak yang berlebih pada jaringan tubuh. Obesitas dapatdikenali dengan dengan tanda dan gejala sebagai berikut: dagu rangkap, panjang leher yangrelatif pendek, dada yang menggembung dengan volume payudara yang membesar karenakandungan lemak berlebihan, perut membuncit dan dinding perut berlipat-lipat, kedua pangkalpaha bagian dalam saling menempel. Pada anak laki-laki, penis tampak kecil karena terbenamdalam jaringan lemak suprapubik.Namun seluruh indikasi tersebut masih memerlukan pendapat dari ahli gizi untuk mengetahuiberat badan ideal. Adapun untuk memperkecil risiko obesitas, usaha diet untuk penguranganberat badan dapat ditempuh. Diet ketat yang ada pun bukan sembarang diet. Bukan berartipengurangan porsi makan secara drastis. Namun penekanan makna diet kesehatan disini adalahmenggantikan asupan nutrisi yang biasa dikonsumsi menjadi lebih berkualitas dalam aspek gizi.Setiap orang memerlukan sejumlahlemak tubuh untuk menyimpanenergi,sebagai penyekat panas, penyerap guncangan dan fungsi lainnya. Rata-rata wanita memiliki lemak tubuh yanglebih banyak dibandingkan pria. Perbandingan yang normal antara lemak tubuh dengan beratbadan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Wanita dengan lemak tubuhlebih dari 30% dan pria dengan lemak tubuh lebih dari 25% dianggap mengalami obesitas.Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannyayang normal dianggap mengalami obesitas.Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok:
 
Obesitas ringan : kelebihan berat badan 20-40%
 
Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
 
Obesitas berat : kelebihan berat badan >100% (Obesitas berat ditemukan sebanyak 5%dari antara orang-orang yang gemuk).Perhatian tidak hanya ditujukan kepada jumlah lemak yang ditimbun, tetapi juga kepada lokasipenimbunan lemak tubuh. Pola penyebaran lemak tubuh pada pria dan wanita cenderungberbeda. Wanita cenderung menimbun lemaknya di pinggul dan bokong, sehingga memberikangambaran seperti buah pir. Sedangkan pada pria biasanya lemak menimbun di sekitar perut,sehingga memberikan gambaran seperti buah apel.Tetapi hal tersebut bukan merupakan sesuatu yang mutlak, kadang pada beberapa pria tampak sepertibuah pirdan beberapa wanita tampak seperti buah apel, terutama setelah masamenopause. Seseorang yang lemaknya banyak tertimbun di perut mungkin akan lebih mudah mengalamiberbagai masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas. Mereka memiliki risiko yanglebih tinggi. Gambaran buah pir lebih baik dibandingkan dengan gambaran buah apel.
 
Untuk membedakan kedua gambaran tersebut, telah ditemukan suatu cara untuk menentukanapakah seseorang berbentuk seperti buah apel atau seperti buah pir, yaitu dengan menghitungrasio pinggang dengan pinggul. Pinggang diukur pada titik yang tersempit, sedangkan pingguldiukur pada titik yang terlebar; lalu ukuran pinggang dibagi dengan ukuran pinggul. Seorangwanita dengan ukuran pinggang 87,5 cm dan ukuran pinggul 115 cm, memiliki rasio pinggang-pinggul sebesar 0,76. Wanita dengan rasio pinggang:pinggul lebih dari 0,8 atau pria dengan rasiopinggang:pinggul lebih dari 1, dikatakan berbentuk apel.Secara ilmiah, obesitas terjadi akibat mengkonsumsikalorilebih banyak dari yang diperlukanoleh tubuh. Penyebab terjadinya ketidakseimbangan antaraasupandanpembakaran kaloriini masih belum jelas.Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor:
 
Faktorgenetik.Obesitas cenderung diturunkan, sehingga diduga memiliki penyebabgenetik. Tetapi anggota keluarga tidak hanya berbagi gen, tetapi juga makanan dankebiasaan gaya hidup, yang bisa mendorong terjadinya obesitas. Seringkali sulit untuk memisahkan faktor gaya hidup dengan faktor genetik. Penelitian terbaru menunjukkanbahwa rata-rata faktor genetik memberikan pengaruh sebesar 33% terhadap berat badanseseorang.
 
Faktor lingkungan. Gen merupakan faktor yang penting dalam berbagai kasus obesitas,tetapi lingkungan seseorang juga memegang peranan yang cukup berarti. Lingkungan initermasuk perilaku/pola gaya hidup (misalnya apa yang dimakan dan berapa kaliseseorang makan serta bagaimana aktivitasnya). Seseorang tentu saja tidak dapatmengubah pola genetiknya, tetapi dia dapat mengubah pola makan dan aktivitasnya.
 
Faktorpsikis.Apa yang ada di dalam pikiran seseorang bisa mempengaruhi kebiasaanmakannya. Banyak orang yang memberikan reaksi terhadap emosinya dengan makan.Salah satu bentuk gangguan emosi adalah persepsi diri yang negatif. Gangguan ini merupakanmasalah yang serius pada banyak wanita muda yang menderita obesitas, dan bisa menimbulkankesadaran yang berlebihan tentang kegemukannya serta rasa tidak nyaman dalam pergaulansosial.Ada dua pola makanabnormalyang bisa menjadi penyebab obesitas yaitu makan dalam jumlahsangat banyak (binge) dan makan di malam hari (sindroma makan pada malam hari). Kedua polamakan ini biasanya dipicu oleh stres dan kekecewaan. Binge mirip dengan bulimia nervosa,dimana seseorang makan dalam jumlah sangat banyak, bedanya pada binge hal ini tidak diikutidengan memuntahkan kembali apa yang telah dimakan. Sebagai akibatnya kalori yangdikonsumsi sangat banyak. Pada sindroma makan pada malam hari, adalah berkurangnya nafsumakan di pagi hari dan diikuti dengan makan yang berlebihan, agitasi dan insomnia pada malamhari.
 
Faktor kesehatan. Beberapa penyakit bisa menyebabkan obesitas, diantaranya:
o
 
Hipotiroidisme
o
 
Sindroma Cushing
o
 
Sindroma Prader-Willi
o
 
Beberapa kelainan saraf yang bisa menyebabkan seseorang banyak makan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->