Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gaya Kepemimpinan

Gaya Kepemimpinan

Ratings: (0)|Views: 577|Likes:
Published by SRy HaRyati
skripsi tentang kesehatan pada bayi dengan berat lahir rendah
skripsi tentang kesehatan pada bayi dengan berat lahir rendah

More info:

Published by: SRy HaRyati on Sep 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/22/2013

pdf

text

original

 
 Jurusan Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petrahttp://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=MAN 
 
Pengaruh Kepemimpinan Dan Tuntutan Tugas Terhadap Komitmen OrganisasiDengan Variabel Moderasi Motivasi Perawat Rumah Sakit Swasta Surabaya
H. Teman Koesmono
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas Khatolik Widya MandalaJl. Dinoyo No. 42-44, SurabayaE-mail: teman@mail.wima.ac.id
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk menemukan pengaruh Kepemimpinan dan Tuntutan Tugas terhadapKomitmen Organisasi. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan bahwa Kepemimpinan dan Tuntutan Tugasbepengaruh terhadap Komitmen Organisasi. Disamping itu dalam penelitian ini menemukan pengaruhsecara positif, tentang Kepemimpinan, Tuntutan Tugas kedalam Stress Kerja dan Kepuasan Kerja terhadapKomitmen Organisasi pada perawat.
Kata kunci:
kepemimpian, tuntutan tugas, stress kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi.
 ABSTRACT 
The purpose of this research is to find out the effect of leaderships and task striving on organizationcommitment. The result of this research can explain that leaderships and task striving affect organizationcommitment. Beside the result of this research is to find out effect of leaderships, task striving on work stressand affect job satisfaction to organization commitment of the nurses in a positive away
 Keywords:
leaderships, task striving, work stress, job satisfaction, organization comitment.
PENDAHULUAN
Keberadaan seorang pemimpin dalam organisasisangat dibutuhkan untuk membawa organisasi kepadatujuan yang telah ditetapkan. Berbagai gaya kepe-mimpinan akan mewarnai perilaku seorang pemimpindalam menjalankan tugasnya. Bagaimanapun gayakepemimpinan seseorang tentunya akan diarahkanuntuk kepentingan bersama yaitu kepentingan ang-gota dan organisasi. Kepemimpinan seseorang dapatmencerminkan karakter pribadinya disamping itudampak kepemimpinannya akan berpengaruh ter-hadap Stress kerja dan Komitmen organisasibawahannya.Seseorang dengan menerima tuntutan tugas yangtinggi akan dapat menimbulkan kemauan yang kerasuntuk mau mengerjakan suatu kegiatan yang menjadikewajibannya dan bahkan tidak segan-segan melak-sanakan tugas di luar perannya. Adanya tuntutantugas yang keras dan berat akan dapat menimbulkanStress kerja, untuk itu dalam menghadapi pekerjaan-nya, seseorang harus dapat mengelola kondisi stresskerjanya dengan sebaik mungkin. Namun demikianstress kerja tidak selamanya akan mengganguaktivitas seseorang dan bahkan memacu kinerjanya(eustress) dan pada akhirnya dapat menimbulkanKepuasan kerja. Mondy, Noe (1996:444) mengata-kan:
The organization’s research indicates that some jobs are generally perceived as being more stressfulthan others. Some of the less stressful jobs are held byworkers who have more control over their jobs, suchas college professors and master craftspersons.
 Begitu pula apabila pengelolaan unsur motivasidiselenggarakan dengan baik, tidak menutupkemungkinan dapat meningkatkan kepuasan kerjasehingga dapat menimbulkan komitmen organisasiyang maksimal bagi karyawan. Tuntutan tugas yangmenyenangkan dapat mempengaruhi loyalitas sese-orang, hal ini wajar sekali karena jenis tugas akanberdampak pada sikap dan perilaku yang bersang-kutanObyek penelitian yang dipakai oleh penelitiadalah keberadaan perawat di Rumah Sakit swasta diSurabaya. Alasan dipakainya perawat sebagai obyek penelitian di Rumah Sakit adalah keberadaan perawatbersinggungan secara langsung dengan pasien danperawat sebagai tenaga medis dapat membawa citrarumah sakit yang bersangkutan dan tenaganya sangatdibutuhkan oleh pasien. Mondy, Noe (1996:445)
 Nurse’s aide is a job with high stress.
Para perawatrumah sakit, dituntut untuk memiliki kemauan dankemampuan untuk mengembangkan ketrampilan danpengetahuannya dalam usaha untuk memberikanpelayanan yang berkualitas kepada pasien. Disampingitu seorang perawat dituntut untuk mampu mem-berikan pelayanan yang ramah, sopan, serta trampil,
30
 
 Koesmono
:
Pengaruh Kepemimpinan Dan Tuntutan Tugas Terhadap Komitmen Organisasi
 
 Jurusan Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petrahttp://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=MAN 
 
31
sehingga dapat mengurangi keluhan pasien. Tuntutanloyalitas bagi seorang perawat sangat diperlukanmisalnya untuk melakukan tugas lainnya apabiladibutuhkan oleh rumah sakit yang bersangkutan.Mengingat begitu khasnya tugas seorang perawatmaka perlu memperhatikan berbagai aspek yangdapat mempengaruhi stress kerjanya sehinggadampak pada komitmen organisasinya menjadi posi-tif. Seorang perawat mempunyai kontribusi yangtidak kalah pentingnya dalam usaha untuk memper-cepat penyembuhan seorang pasien di rumah sakit.Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan,maka penulis tertarik untuk meneliti tentang kebe-radaan seorang perawat melalui Pengaruh Kepemim-pinan dan Tuntutan Tugas terhadap KomitmenOrganisasi melalui
Stress
Kerja. Berdasarkan latarbelakang yang ada dapat dibuat rumusan masalahsebagai berikut:1. Apakah Kepemimpinan berpengaruh positif ter-hadap
Stress
Kerja ?2. Apakah Tuntutan Tugas berpengaruh positif terhadap
Stress
Kerja ?3. Apakah Kepemimpinan berpengaruh positif ter-hadap Komitmen Organisasi ?4. Apakah Tuntutan Tugas berpengaruh positif ter-hadap Komitmen Organisasi ?5. Apakah
Stress
Kerja berpengaruh positif terhadapKepuasan Kerja ?6. Apakah Kepuasan Kerja berpengaruh positif ter-hadap Komitmen Organisasi ?7. Apakah Motivasi mempengaruhi kuat tidaknyapengaruh
Stress
Kerja terhadap Kepuasan Kerja ?Merujuk pada latar belakang dan rumusan masa-lah, dibutuhkan teori yang mendukung keberadaanmasing-masing
laten variabel
yang berkaitan dengankeberadaan seorang perawat dalam menjalankantugasnya untuk memberikan pelayanan kepadapasien.
 Laten Variable
yang pertama adalah kepemim-pinan : berbagai aktivitas yang ada dalam perusahaan jasa maupun manufaktur tidak akan terlepas dariarahan dan kontrol seorang pimpinan, karenapimpinan akan bertanggung jawab terhadap pende-legasian sebagian wewenangnya kepada
subordinate-
nya. Hubungan antara pemimpin dengan pengikutnyasangat erat, oleh karena itu keberhasilan seorangpemimpinan dalam mengelola organisasi tidak akanterlepas dari peran bawahannya. Pemimpin harusmemiliki jiwa kepemimpinan yang kuat agar apayang diharapkan dapat diwujudkan secara bersamadengan stafnya dan bukan menyebabkan stress kerjabagi bawahannya. Menurut Ivancevich & Matteson(1999) dikutif oleh Wahyuningsih (2001:168):Kepemimpinan merupakan proses mempengaruhiorang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Artinyabahwa kepemimpinan terjadi pada saat seseorangmenggunakan pengaruhnya kepada orang lainterhadap pencapaian tujuan dalam suatu organisasi.Menurut Terry (1997:458)
“Leadership is therelationship in which one person, or the leader,influences others to work together willingly on related task to attain that which the leaders desire”
Padahakekatnya kepemimpinan merupakan hubungandimana diri seseorang atau seorang pemimpin,mempengaruhi orang-orang lain untuk mau bekerjasama secara sukarela, sehubungan dengan tugasnyauntuk mencapai yang diinginkan pemimpin. Sedang-kan Musselman dan Jackson (1990:112) mengatakanbahwa Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang-orang lain untuk berperilakudalam suatu cara tertentu.Mengingat setiap orangpemimpin mempunyai cara tersendiri dalam men- jalankan kepemimpinannya maka dalam mencapaitujuan organisasi akan menggunakan seefektif mung-kin kekuasaannya agar orang lain dapat diarahkanperilakunya dalam berbagai kondisi.Menurut Davis and Strom (1999:164), mem-bedakan gaya kepemimpinan menjadi tiga jenis: 1.Pemimpin autokratik, 2. Partispatif dan 3. Bebaskendali
(free-rein)
. Dalam diri pemimpin autokratik memusatkan perhatian pada kepuasan dirinya sendiri,dimana semua keputusan diambil oleh pemimpin itusenfiri dan bawahan hanya menerima perintah tanpamemberi alternatif pemecahan masalah. Namundemikian pemimpin autokratik memiliki kelebihanyaitu pengambilan keputusan dapat dilakukan dengancepat tetapi pada umumnya bawahan kurang dapatmenerimanya karena tidak bisa memperolehkebebasan dalam memecahkan masalah yang ada.Pemimpin partisipatif biasanya melakukan desen-tralisasi wewenang dan dalam mengambil keputusanmengikutsertakan bawahan untuk berpartisipasi me-nyumbangkan pemikirannya terhadap masalah yangdihadapi oleh organisasi. Pemimpin dan kelompok merupakan unit sosial yang utuh dalam melaksanakansemua kegiatan organisasi. Tipe kepemimpinan bebaskendali mempunyai peran yang kecil dan mem-berikan peluang kepada kelompok untuk menentukanpilihannya sendiri dan pada umumnya mempunyaikecenderungan akan terjadinya kekacauan.Timbul suatu pertanyaan dari tiga tipe kepe-mimpinan tersebut mana yang paling efektif, hal initergantung dari situasi dan kondisi yang ada dalamorganisasi dan dari pengalaman pribadinya pada saatmenangani masalah.Menurut Yulk (1998:48) bahwasuasana lapangan dapat mementukan perilaku kepe-mimpinan akan beorientasi kemana untuk meng-
 
 JURNAL MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN, VOL. 9, NO. 1, MARET 2007: 30-40
 Jurusan Ekonomi Manajemen, Fakultas Ekonomi – Universitas Kristen Petrahttp://www.petra.ac.id/~puslit/journals/dir.php?DepartmentID=MAN 
 
32
hasilkan kinerja dan kepuasan kerja bawahannya.Hersey dan Blanchard (1996:117) mengatakan bahwatidak ada gaya kepemimpinan yang sesuai bagi semuakondisi dalam suatu organisasi tetapi gaya kepemim-pinan akan sangat efektif apabila dapat meng-akomodasi lingkungannya (pengikut, atasan danrekan kerjanya). Tentunya seorang pemimpin harusmempunyai kewibawaan, kekuasaan untuk meme-rintah orang lain dan mempunyai kewajiban sertatanggungjawab terhadap apa yang telah merekalakukan.
 Laten Variable
yang kedua adalah tuntutan tugas:berbagai jenis tugas dalam pekerjaan adalahmerupakan kewajiban yang harus dilaksanakan olehseseorang. Namun dalam menjalankan tugas tersebutseseorang akan berusaha secara maksimal untuk dapat berprestasi. Dalam kenyataanya tidak menutupkemungkinan tugas-tugas yang menjadi tanggung- jawabnya akan menyebabkan munculnya stress kerjabagi yang bersangkutan.Robbins (2006:798); Tuntutan tugas merupakanfaktor yang terkait dengan pekerjaan seseorang dandapat memberi tekanan pada orang jika tuntutan tugaskecepatannya dirasakan berlebihan dan dapat mening-katkan kecemasan dan stress.Loyalitas seseorang akan meningkat apabilatuntutan tugasnya sesuai dengan kompetensinya danmerasa senang selama menjalankan tugasnya. Padadasarnya seseorang akan merasa tidak terbebanidengan tugasnya apabila memperoleh kenyamanandan dapat bersinergi dengan lingkungannya. Tuntutantugas akan dibentuk oleh karakter tugas yangbersangkutan misalnya: tingkat kesulitan, kondisikerja, persyaratan kerja, tingkat ketrampilan. Kartono(1994:146); Kerja itu merupakan aktivitas dasar, dandijadikan bagian esensial dari kehidupan manusia.Seperti bermain bagi kanak-kanak, maka kerja selakuativitas sosial bisa memberikan kesenangan dan artitersendiri bagi kehidupan orang dewasa. Gibson et al(1996:344); beban kerja yang sangat berubah-ubahmenyebabkan stress kerja. Nampak jelas sekali bahwatuntutan tugas yang beraneka ragam dan tidak sesuaidengan kompetensi serta
skill
yang dimiliki olehkaryawan akan berdampak pada stress kerja yangbersangkutan.Sedangkan
laten variable
ketiga adalah StressKerja : dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,seorang karyawan akan dihadapkan kepada banyak problem baik secara pribadi maupun dalam kelompok kerjanya. Berbagai problem tersebut dapat berdampak secara psikologis atau phisik, hal ini tergantung apapenyebab terjadinya problem tersebut. Menghadapiproblem dalam pekerjaannya, seorang karyawanberbeda antara yang satu dengan yang lainnya caramenyelesaikan masalahnya. Ketangguhan dalammenghadapi masalah di bidang pekerjaan padaumumnya di ketahui melalui besar kecilnya stresskerja yang dialami oleh seorang karyawan. Davis,Newstrom, (1999:430);
Stress is the general termapplied to the pressures people feel in life.
SedangkanMunandar (2001:374); pada umumnya kita merasa-kan bahwa stress merupakan suatu kondisi yangnegatif, suatu kondisi yang mengarah timbulnyapenyakit fisik maupun mental, atau mengarah keperilaku yang tak wajar. Demikian pula ada stressyang dapat bertsifat positif, makin tinggi dorongannyauntuk berprestasi, makin tinggi tingkat stressnya danmakin tinggi juga produktivitas dan effisiensinya.Stress dalam jumlah tertentu dapat mengarah kegagasan-gagasan yang inovatif dan keluaran kon-struktif. Kurva hubungan kekurangan./kelebihanbeban kerja dapat diilustrasikan dibawah ini:
Sumber: Gibson et al. (1996) Organisasi: Perilaku, Struktur,Proses, hal. 348.
Berdasarkan gambar tersebut tugas seseorangakan menghasilkan penampilan kinerja yang optimalpada saat beban kerja berada di titik optimal, artinyastress kerja pada kondisi inilah dapat menghasilkankinerja yang produktif.Menurut Lu, Luo et al (1999);
indicator of stressare: Morale and Organizational climate, Lack of  power and influence, Unclear promotion prospect, Managerial role
 
and Lack of consultation and communication.
Sedangkan Buchanan, Huczynski(1997:153);
Stress can, of course, be challenging,arousing and exciting, and can in some circumstancesour sense of satisfaction and accomplishment and improve our performance.
Pada dasarnya seperti apayang telah diuraikan bahwa stress tidak hanya bersifatnegatif tetapi berdampak positif pula kepadaorganisasi dan kinerja karyawan.Tentang
laten variable
yang keempat yaituKepuasan kerja dapat diuraikan sebagai berikut : baik atau tidaknya hasil kerja seseorang tentunya diawali

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->