Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Nilai-nilai Islam Dalam Kebudayaan Indonesia

Nilai-nilai Islam Dalam Kebudayaan Indonesia

Ratings: (0)|Views: 62 |Likes:
Published by DhaNi LastfrieNd

More info:

Published by: DhaNi LastfrieNd on Sep 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2013

pdf

text

original

 
NILAI-NILAI ISLAM DALAM
KEBUDAYAAN INDONESIA
(KAJIAN FILSAFAT NILAI)
Kebudayaan Islam merupakan suatu sistem yang memiliki sifat-sifatideal,sempurna, praktis, aktual, diakui keberadaannya dan senantiasadiekspresikan.Sistem yang ideal berdasarkan pada hal-hal yang biasa terjadi danberkaitandengan yang aktual (Picktchall, 1993: 26-29). Sistem Islammenerapkan danmenjanjikan perdamaian dan stabilitas dimanapun manusia berada,karena padahakikatnya manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapanAllah SWT,yang berbeda justru hanya terletak pada unsur-unsur keimanan danketakwaannya saja.
 
PRINSIP-PRINSIP KEBUDAYAAN ISLAM
Kebudayaan Islam berdasarkan pada beberapa prinsip:
1. Tuhan dalam Islam hanya Allah saja, maka semua perintah Allah
diperlakukan bagi seluruh manusia dimanapun mereka berada, haltersebut
melingkupi seluruh manusia baik sebagai subjek (melaksanakanperintahperintah
Allah) dan juga sebagai objek (semua perintah Allah dilaksanakan
manusia). Sebelum adanya Islam, umat manusia hidup secaraberkelompok,
hal ini berlandaskan pada ras atau budaya bahkan keduanya. Islammemberi
fondamen baru bagi kelompok-kelompok tersebut, yaitu yang dikenaldengan
ummah. Ummah adalah suatu kesepakatan yang meliputi beberapa hal yaitu
 
wawasan, kehendak dan perbuatan secara bersama-sama yang dilakukanolehumat Islam.Persaudaraan universal yang disebabkan oleh tauhid (mengesakan Allahdan meyakini bahwa Rasulullah saw adalah utusan Allah) memerlukansuatuformasi baru, sebab umat Islam adalah suatu masyarakat baru yangdikelompokkan bukan berlandaskan pada suku atau ras, namun padaagama,maka bagi orang-orang nonmuslim diharapkan dapat membuka diridengancara menghindari garis keturunan dan kesukuan serta melaksanakankoordinasi yang berlandaskan agama. Agama bukan memberikangambaranketerbelakangan dan prinsip pengorganisasian yang statis, banyakpurbasangka, dipenuhi hal-hal yang eksklusif, seperti yang dibayangkanolehorang-orang barat. Agama mewujudkan segi kehidupan manusia yangterpenting di dunia karena mengarah kepada tujuan tertinggi yang dapatdiraih oleh manusia (Al Faruqi, 1988: 190).a

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->