Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Thn 2010 - KM 11 Tatanan Kebandarudaraan Nasional

Thn 2010 - KM 11 Tatanan Kebandarudaraan Nasional

Ratings: (0)|Views: 63 |Likes:
Published by vianesq

More info:

Published by: vianesq on Sep 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/08/2013

pdf

text

original

 
MENTERI PERHUBUNGAN
REPUBUK INDONESIA
PERATURAN MENTER. PERHUBUNGAN
NOMOR:
KM 11TAHUN 2010
TENTANGTATANAN KEBANDARUDARAAN NASIONAL
Menimbang: a. bahwa dalam Pasal 200 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009tentang Penerbangan telah diatur ketentuan-ketentuan mengenaiTatanan Kebandarudaraan Nasional;b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan sebagaimana dimaksuddalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Perhubungantentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional;1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan(Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan LembaranNegara Nomor 4956);2. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang RencanaTata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Tahun 2008 Namar48);3. Peraturan Pemerintah Nomar 3 Tahun 2001 tentang Keamanan danKeselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Namor 9,Tambahan lembaran Negara Namar 4075);4. Peraturan Pemerintah Namor __Iahun 2001 tentangKebandarudaraan (Lembaran egara Tahuli 2001 Nomar 128,Tambahan lembaran Negara N mar 4146);5. Peraturan Presiden Namor 7 Tahun 2005 Tentang PengelalaanPulau-pulau Kecil Terluar;6. Peraturan Menteri Perhubungan Namar KM 43 Tahun 2005 tentangOrganisasi dan Tata Kerja Departemen Perhubungan sebagaimanatelah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Perhubungan NamarKM 20 Tahun 2008;
 
6. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 24 Tahun 2009 tentangKeselamatan Penerbangan;Menetapkan :
PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG TATANANKEBANDARUDARAAN NASIONAL.BABIKETENTUAN UMUM
1. Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan denganbatas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udaramendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muatbarang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi,yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamananpenerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya,yang terdiri atas bandar udara umum dan bandar udara khususyang selanjutnya bandar udara umum disebut dengan bandarudara.2. Kebandarudaraan adalah segala sesuatu yang berkaitan denganpenyelenggaraan bandar udara dan kegiatan lainnya dalammelaksanakan fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, danketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang, kargodan/atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda sertameningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.3. Tatanan Kebandarudaraan Nasional adalah sistemkebandarudaraan secara nasional yang menggambarkanperencanaan bandar udara berdasarkan rencana tata ruang,pertumbuhan ekonomi, keunggulan komparatif wilayah, kondisialam dan geografi, keterpaduan intra dan antarmoda transportasi,kelestarian Iingkungan, keselamatan dan keamanan penerbangan,serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainnya.4. Jaringan Penerbangan adalah beberapa rute penerbangan yangmerupakan satu kesatuan pelayanan angkutan udara.5. Bandar Udara Umum adalah bandar udara yang dipergunakanuntuk melayani kepentingan umum.6. Bandar Udara Khusus adalah bandar udara yang hanya digunakanuntuk melayani kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatanusaha pokoknya.
 
7. Pemerintah Pusat, yang selanjutnya disebut Pemerintah, adalahPresiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaanpemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksuddalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.8. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidangpenerbangan.10. Pangkalan Udara adalah kawasan di daratan
dan/atau 
di perairandengan batas-batas tertentu dalam wilayah Republik Indonesiayang digunakan untuk kegiatan lepas landas dan pendaratanpesawat udara guna keperluan pertahanan negara oleh TentaraNasional Indonesia.11. Badan Usaha Bandar Udara adalah badan usaha milik negara,badan usaha milik daerah, atau badan hukum Indonesia berbentukperseroan terbatas atau koperasi, yang kegiatan utamanyamengoperasikan bandar udara untuk pelayanan umum.12. Unit Penyelenggara Bandar Udara adalah lembaga pemerintah dibandar udara yang bertindak sebagai penyelenggara bandar udarayang memberikan jasa pelayanan kebandarudaraan untuk bandarudara yang belum diusahakan secara komersial.13. Pemerintah Daerah adalah gubemur, bupati, atau waIikota, danperangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahandaerah.14. Angkutan Udara adalah setiap kegiatan dengan menggunakanpesawat udara untuk mengangkut penumpang, kargo,
dan/atau 
posuntuk satu pe~alanan atau lebih dari satu bandar udara ke bandarudara yang lain atau beberapa bandar udara.15. Angkutan Udara Dalam Negeri adalah kegiatan angkutan udaraniaga untuk melayani angkutan udara dari satu bandar udara kebandar udara lain di dalam wilayah Negara Kesatuan RepublikIndonesia.16. Angkutan Udara Luar Negeri adalah kegiatan angkutan udara niagauntuk melayani angkutan udara dari satu bandar udara di dalamnegeri ke bandar udara lain di luar wilayah Negara KesatuanRepublik Indonesia dan sebaliknya.17. Angkutan Udara Perintis adalah kegiatan angkutan udara niagadalam negeri yang melayani jaringan dan rute penerbangan untukmenghubungkan daerah terpencil dan tertinggal atau daerah yangbelum terlayani oleh moda transportasi lain dan secara komersialbelum menguntungkan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->