Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT MAHASISWA MENGIKUTI PENDIDIKAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR CIMAHI

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT MAHASISWA MENGIKUTI PENDIDIKAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR CIMAHI

Ratings: (0)|Views: 668|Likes:
Published by stikesblcimahi
Minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di suatu perguruan tinggi didasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah pengelola atau penyelenggara pendidikan, biaya pendidikan yang relatif terjangkau, fasilitas pendidikan yang memadai, tenaga pengajarnya yang berkualitas, jarak tempat tinggal mahasiswa dan peluang kerja setelah lulus.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dimana penyajiannya secara deskriptif, yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik mahasiswa dan orang tua/wali mahasiswa, tanggapan mahasiswa mengenai penyelenggara pendidikan, biaya, fasillitas pendidikan, dosen, peluang kerja lulusan, sumber informasi dan jarak tempat tinggal sebagai determinan yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di STIKes Budi Luhur.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang aktif di STIKes Budi Luhur Tahun Akademik 2007/2008 yang berasal dari 3 (tiga) program studi meliputi Program Studi D-3 Kebidanan, S-1 Keperawatan dan D-3 Keperawatan yaitu sebanyak 496 orang.
Dari penelitian ini didapat bahwa faktor yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di STIKes Budi Luhur Cimahi adalah faktor internal institusi, faktor pendukung, karakteristik orang tua / wali, faktor pendorong dan faktor penguat.
Minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di suatu perguruan tinggi didasarkan berbagai pertimbangan, diantaranya adalah pengelola atau penyelenggara pendidikan, biaya pendidikan yang relatif terjangkau, fasilitas pendidikan yang memadai, tenaga pengajarnya yang berkualitas, jarak tempat tinggal mahasiswa dan peluang kerja setelah lulus.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur.
Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dimana penyajiannya secara deskriptif, yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik mahasiswa dan orang tua/wali mahasiswa, tanggapan mahasiswa mengenai penyelenggara pendidikan, biaya, fasillitas pendidikan, dosen, peluang kerja lulusan, sumber informasi dan jarak tempat tinggal sebagai determinan yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di STIKes Budi Luhur.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang aktif di STIKes Budi Luhur Tahun Akademik 2007/2008 yang berasal dari 3 (tiga) program studi meliputi Program Studi D-3 Kebidanan, S-1 Keperawatan dan D-3 Keperawatan yaitu sebanyak 496 orang.
Dari penelitian ini didapat bahwa faktor yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di STIKes Budi Luhur Cimahi adalah faktor internal institusi, faktor pendukung, karakteristik orang tua / wali, faktor pendorong dan faktor penguat.

More info:

Published by: stikesblcimahi on Sep 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/18/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGANDENGAN MINAT MAHASISWA MENGIKUTI PENDIDIKANDI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BUDI LUHUR CIMAHI
Ijun Rijwan S.,SKM., M.Kes; Emy Salmiyah, S.Pd, S.Kep, Ners
ABSTRAK
Minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di suatu perguruan tinggi didasarkanberbagai pertimbangan, diantaranya adalah pengelola atau penyelenggara pendidikan, biayapendidikan yang relatif terjangkau, fasilitas pendidikan yang memadai, tenaga pengajarnyayang berkualitas, jarak tempat tinggal mahasiswa dan peluang kerja setelah lulus.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan denganminat mahasiswa mengikuti pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur.Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dimana penyajiannya secara deskriptif,yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik mahasiswa dan orang tua/walimahasiswa, tanggapan mahasiswa mengenai penyelenggara pendidikan, biaya, fasillitaspendidikan, dosen, peluang kerja lulusan, sumber informasi dan jarak tempat tinggal sebagaideterminan yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di STIKes BudiLuhur.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa yang aktif di STIKes Budi Luhur Tahun Akademik 2007/2008 yang berasal dari 3 (tiga) program studi meliputi Program Studi D-3Kebidanan, S-1 Keperawatan dan D-3 Keperawatan yaitu sebanyak 496 orang.Dari penelitian ini didapat bahwa faktor yang berhubungan dengan minat mahasiswamengikuti pendidikan di STIKes Budi Luhur Cimahi adalah faktor internal institusi, faktor pendukung, karakteristik orang tua / wali, faktor pendorong dan faktor penguat.
Kata kunci :
cross sectional 
, minat mahasiswa, STIKes Budi LuhurKepustakaan : 11 pustaka, dari tahun 1998-2005PENDAHULUAN
Sekolah tinggi merupakan perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikanprofesional dan akademik dalam lingkup satu disiplin ilmu pengetahuan, teknologi/keseniantertentu (PP RI No 60 tahun 1999).Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 tahun 1999 tentangPendidikan Tinggi menetapkan bahwa pendidikan tinggi adalah pendidikan pada jalur pendidikan sekolah yang lebih tinggi daripada pendidikan menengah di jalur pendidikansekolah. Pendidikan tinggi diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggotamasyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan atau professional yang dapatmenerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan ataukesenian, sedangkan perguruan tinggi adalah satuan pendidikan yang menyelenggarakanpendidikan tinggi.
 
Perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat penyelenggaraan dan pengembanganpendidikan tinggi serta pemeliharaan, pembinaan dan pengembangan ilmu pengetahuan,teknologi dan atau kesenian sebagai suatu masyarakat ilmiah yang penuh cita
 –
cita luhur,masyarakat pendidikan yang gemar belajar dan mengabdi kepada masyarakat sertamelaksanakan penelitian yang menghasilkan manfaat yang meningkatkan mutu kehidupanbermasyarakat dan bernegara.Persyaratan pendirian suatu perguruan tinggi adalah harus adanya Rencana IndukPengembangan, kurikulum, tenaga kependidikan, calon mahasiswa, statute, kode etik civitasakademika, sumber pembiayaan, sarana dan prasarana yang memadai, dan penyelenggaraperguruan tinggi (Kepmenkes RI, 2000).Sesuai dengan amanah konstitusi (Permen Nomor 15 tahun 2005), Direktorat Akademiksebagai salah satu Direktorat di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi memilikitugas-tugas seperti penyiapan bahan perumusan kebijakan, pembinaan, pengembangan,pemberian bimbingan teknis, supervisi dan evaluasi bidang akademik. Berbagai program telahdilakukan seperti pengembangan Quality Assurance (QA), Pengembangan Perpustakaan,Standar Minimal laboratorium, program Wawasan dan Kemampuan Akademik Mahasiswa,Program Evaluasi Akademik.Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) menggelar Rembuk Nasional Pendidikan(RNP) 2008 pada 4 s.d. 6 Februari 2008. Bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan(Pusdiklat) Pegawai Depdiknas, Sawangan, Depok, kegiatan tahunan ini membahaspemantapan sembilan terobosan kebijakan di bidang pendidikan. Melalui RNP 2008 diharapkandapat mengevaluasi program dan target kinerja pembangunan pendidikan selama tahun 2005sampai dengan 2009 pada tiap-tiap unit utama di Depdiknas. Selain itu, makin mantapnyapelaksanaan sembilan terobosan kebijakan pendidikan. Terobosan kebijakan pendidikantersebut meliputi pendanaan pendidikan, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan sertifikasiguru dan dosen, penetapan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk e-pembelajarandan e-administrasi, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. Selanjutnya, rehabilitasisarana dan prasarana pendidikan, reformasi perbukuan, peningkatan mutu, relevansi, dan dayasaing pendidikan secara komprehensif, penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publikpendidikan secara komprehensif, serta pendidikan nonformal dan informal untuk menggapaiyang tak terjangkau (reaching the unreached).Sekolah tinggi terdiri atas satu program studi atau lebih yang menyelenggarakan ProgramDiploma Satu (DI), Program Diploma Dua (DII), Program Diploma Tiga (DIII) dan atau ProgramDiploma Empat (DIV), dan yang memenuhi syarat dapat menyelenggarakan Program S1,Program S2 dan Program S3 (KepMenKes RI, 2000).Salah satu sekolah tinggi yang berada di Propinsi Jawa Barat adalah Sekolah Tinggi IlmuKesehatan Budi Luhur, yang berdiri pada tanggal 12 Desember 2006 dengan ijin SK DiktiDepartemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 102/D/O/2006 dan SK. Rek.BPSDM dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.03.2.4.1.01870.Tahun Akademik 2007/2008 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Budi Luhur mempunyai 3Program Studi yaitu Program studi S-1 Keperawatan, D-3 Kebidanan dan Program Studi D-3Keperawatan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 496 orang, mahasiswa yang aktif sebanyak496 orang, dan mahasiswa yang tidak aktif sebanyak 3 orang.
 
Berdasarkan data yang diperoleh bahwa program studi D3 kebidanan mengalamipenurunan jumlah mahasiswanya dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2006 sejumlah 115orang kemudian menurun pada tahun 2007 sejumlah 94 orang, sedangkan program studi D3keperawatan mengalami peningkatan dari 40 orang tahun 2006 menjadi 42 orang pada tahun2007, penurunan juga terjadi pada program studi S1 keperawatan dimana pada tahun 2006sejumlah 24 orang kemudian menurun menjadi 8 orang pada tahun 2007.Minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di suatu lembaga pendidikan muncul apabilaterdapat keyakinan yang kuat untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi tersebut, pilihantersebut dianggap penting dan akan memperoleh imbalan yang memadai. Dengan demikianmahasiswa termotivasi untuk mereduksi rangsangan yang menimbulkan eksitasi (
excitation 
),baik yang disebabkan oleh individu itu sendiri maupun yang berasal dari luar. Dalam arti lainminat mahasiswa akan timbul apabila dalam dirinya terdapat komitmen. Menurut Feldman(1996), komitmen adalah kecenderungan melibatkan diri ke dalam apa yang dikerjakan dengankeyakinan bahwa kegiatan yang dikerjakan penting dan berarti (Sutjipto,2002)Minat mahasiswa untuk mengikuti pendidikan di suatu perguruan tinggi didasarkanberbagai pertimbangan, diantaranya adalah pengelola atau penyelenggara pendidikan, biayapendidikan yang relatif terjangkau, fasilitas pendidikan yang memadai, tenaga pengajarnyayang berkualitas, jarak tempat tinggal mahasiswa dan peluang kerja setelah lulus.
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian observasional, dimana penyajiannya secara deskriptif,yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai karakteristik mahasiswa dan orang tua / walimahasiswa, tanggapan mahasiswa mengenai penyelenggara pendidikan, biaya, fasillitaspendidikan, dosen, peluang kerja lulusan, sumber informasi dan jarak tempat tinggal sebagaideterminan yang berhubungan dengan minat mahasiswa mengikuti pendidikan di STIKes BudiLuhur.Rancangan penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi potong lintang
(cross sectional),
yaitu rancangan penelitian yang mengukur atau mengobservasi variabel-variabelnyasecara serentak pada individu-individu dari populasi tunggal, pada satu saat atau periodetertentu dan tidak diikuti secara terus-menerus (Bisma Murti, 1998).Pengambilan data dilaksanakan secara serentak ke semua program studi yang ada diSTIKes Budi Luhur dengan menggunakan angket yang dibagikan kesemua mahasiswa yangtelah dipilih sebagai sampel dalam penelitian.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->