Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUBUNGAN FAKTOR IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KOTA BANDUNG TAHUN 2007

HUBUNGAN FAKTOR IBU DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD KOTA BANDUNG TAHUN 2007

Ratings: (0)|Views: 607 |Likes:
Published by stikesblcimahi
Angka kelahiran bayi BBLR di RSUD Kota Bandung pada tahun 2007 mencapai 22,45% (233) kasus. Angka tersebut menunjukkan bahwa status kesehatan bayi masih merupakan masalah yang harus diperhatikan khususnya di RSUD Kota Bandung karena BBLR ini merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu dengan kejadian bayi BBLR di RSUD Kota Bandung.
Desain penelitian yang di gunakan adalah metode analitik dengan pendekatan potong silang, menggunakan data sekunder berdasarkan catatan rekam medik. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang telah bersalin dimana bayinya lahir dengan BBLR di RSUD Kota Bandung periode Januari 2007 - Desember 2007.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan menggunakan uji chi kuadrat (chi square) dengan tingkat kemaknaan / kepercayaan 95 % (α 0,005). Serta untuk mengetahui besarnya hubungan menggunakan (OR).

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara umur ibu dengan bayi BBLR (p=0,000 OR=0,047 ), terdapat hubungan antara jarak kehamilan dengan bayi BBLR (p=0,006 OR= 1,508 95% CI: 1.135-2.005), terdapat hubungan antara riwayat kelahiran prematur dengan bayi BBLR (p=0,000 OR= 13, 437 95% CI: 8,470-21,318), dan terdapat hubungan antara ibu dengan hipertensi dengan bayi BBLR (p=0,000OR= 4,042 95% CI: 2,528-6,462).

Disarankan hendaknya Rumah Sakit mengusahakan upaya pencegahan terjadinya kelahiran bayi BBLR khususnya pada ibu hamil dengan usia
Angka kelahiran bayi BBLR di RSUD Kota Bandung pada tahun 2007 mencapai 22,45% (233) kasus. Angka tersebut menunjukkan bahwa status kesehatan bayi masih merupakan masalah yang harus diperhatikan khususnya di RSUD Kota Bandung karena BBLR ini merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayi khususnya pada masa perinatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor ibu dengan kejadian bayi BBLR di RSUD Kota Bandung.
Desain penelitian yang di gunakan adalah metode analitik dengan pendekatan potong silang, menggunakan data sekunder berdasarkan catatan rekam medik. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil yang telah bersalin dimana bayinya lahir dengan BBLR di RSUD Kota Bandung periode Januari 2007 - Desember 2007.
Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan menggunakan uji chi kuadrat (chi square) dengan tingkat kemaknaan / kepercayaan 95 % (α 0,005). Serta untuk mengetahui besarnya hubungan menggunakan (OR).

Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara umur ibu dengan bayi BBLR (p=0,000 OR=0,047 ), terdapat hubungan antara jarak kehamilan dengan bayi BBLR (p=0,006 OR= 1,508 95% CI: 1.135-2.005), terdapat hubungan antara riwayat kelahiran prematur dengan bayi BBLR (p=0,000 OR= 13, 437 95% CI: 8,470-21,318), dan terdapat hubungan antara ibu dengan hipertensi dengan bayi BBLR (p=0,000OR= 4,042 95% CI: 2,528-6,462).

Disarankan hendaknya Rumah Sakit mengusahakan upaya pencegahan terjadinya kelahiran bayi BBLR khususnya pada ibu hamil dengan usia

More info:

Published by: stikesblcimahi on Sep 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
iv
HUBUNGAN FAKTOR IBU DENGAN KEJADIANBAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)DI RSUD KOTA BANDUNG TAHUN 2007
Karwati, SST
ABSTRAK
 Angka kelahiran bayi BBLR di RSUD Kota Bandung pada tahun 2007 mencapai22,45% (233) kasus. Angka tersebut menunjukkan bahwa status kesehatan bayi masihmerupakan masalah yang harus diperhatikan khususnya di RSUD Kota Bandung karenaBBLR ini merupakan salah satu faktor risiko yang mempunyai kontribusi terhadapkematian bayi khususnya pada masa perinatal. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan antara faktor ibu dengan kejadian bayi BBLR di RSUD KotaBandung.Desain penelitian yang di
 
gunakan adalah metode analitik dengan pendekatanpotong silang, menggunakan data sekunder berdasarkan catatan rekam medik. Populasipenelitian ini adalah ibu hamil yang telah bersalin dimana bayinya lahir dengan BBLR diRSUD Kota Bandung periode Januari 2007 - Desember 2007. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Uji statistik yangdigunakan untuk mengetahui hubungan menggunakan uji chi kuadrat (chi square)
dengan tingkat kemaknaan / kepercayaan 95 % (α 0,005).
Serta untuk mengetahuibesarnya hubungan menggunakan (OR).Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara umur ibu denganbayi BBLR (p=0,000 OR=0,047 ), terdapat hubungan antara jarak kehamilan denganbayi BBLR (p=0,006 OR= 1,508 95% CI: 1.135-2.005), terdapat hubungan antarariwayat kelahiran prematur dengan bayi BBLR (p=0,000 OR= 13, 437 95% CI: 8,470-21,318), dan terdapat hubungan antara ibu dengan hipertensi dengan bayi BBLR(p=0,000OR= 4,042 95% CI: 2,528-6,462).Disarankan hendaknya Rumah Sakit mengusahakan upaya pencegahan terjadinyakelahiran bayi BBLR khususnya pada ibu hamil dengan usia < 20 tahun, jarak kehamilan2 tahun, mempunyai riwayat kelahiran prematur, dan menderita hipertensi pada waktuhamil, melalui penyuluhan mengenai BBLR dan cara perawatan bayi BBLR sehinggatidak terjadi kematian perinatal.Kata Kunci : potong silang, Faktor ibu, BBLRDaftar Pustaka : 18 (1995-2008)
 
PENDAHULUAN
Upaya meningkatkan kualitas manusia, seyogianya dimulai sedini mungkin sejak janin dalam kandungan. Hal ini sangat tergantung kepada kesejahteraan ibu dan janintermasuk kesehatan dan keselamatan reproduksi, karena itu upaya meningkatkan statuskesehatan ibu dan anak di Indonesia merupakan salah satu program prioritas.Beberapa dasawarsa ini Angka Kematian Bayi (AKB) menunjukkan penurunanyaitu pada tahun 1990 sekitar 51/1000 kelahiran hidup sedangkan pada tahun 2003turun menjadi 35/ 1000 kelahiran hidup. Angka kematian bayi ini masih lebih tinggi biladibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, kecuali Myanmar dan Kamboja (Sugiarto2006).Penyebab kematian bayi terbanyak adalah karena gangguan perinatal. Dariseluruh kematian perinatal sekitar 2
 –
27% disebabkan karena kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR). Sementara itu prevalensi BBLR pada saat ini diperkirakan 7
 –
14% yaitusekitar 459.200
 –
900.000 bayi (Joeharno, 2008).Hal ini terjadi karena masalah neonatus hingga kini belumterpecahkan(teratasi)yang tidak saja berdampak pada tumbuh kembang bayi, tetapi juga berkaitan denganberbagai penyakit usia dewasa dan usia lanjut. Data yang ada saat ini memperlihatkanbahwa status kesehatan bayi di Indonesia masih merupakan masalah .BBLRmerupakan salah satu faktor resiko yang mempunyai kontribusi terhadap kematian bayikhususnya pada masa perinatal.Bayi dengan BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan < 2500 gram.BBLR dibedakan dalam 2 kategori yaitu: BBLR karena
premature 
(usia kandungankurang dari 37 minggu) atau BBLR karena
intrauterine growth retriction 
(IUGR) yaitubayi cukup bulan tetapi berat kurang untuk usianya. Banyak BBLR di negaraberkembang dengan IUGR sebagai akibat ibu dengan status gizi buruk, anemia,malaria, dan menderita penyakit menular seksual (PMS) sebelum konsepsi,preeklamsia/eklamsia, jantung, gangguan pembuluh darah
, life style 
(perokok, alkoholik,pecandu narkoba) atau faktor ibu seperti usia, jarak kelahiran (Indah, 2006). Ibu usia dibawah 20 tahun atau di atas 35 tahun lebih banyak melahirkan berat badan lahir rendah(BBLR). Jarak kehamilan terlalu dekat maupun jauh bisa membahayakan ibu dan janin(Lisna, 2005). Pola penyebab kematian menunjukkan bahwa proporsi penyebab kematianneonatal kelompok umur 0-7 hari tertinggi adalah prematur dan BBLR/LBW, kemudianasfiksia/iskemi otak, sindroma gangguan pernapasan, perdarahan intraventrikuler,displasia bronkopulmonal, retrolental fibroplasia, infeksi, gangguan metabolik (asidosis,hipoglikemia, hiperbilirubinemia), dapat juga disebabkan dari keadaan sosial ekonomi,pendidikan orang tua dan perawatan saat kehamilan, persalinan dan nifas (pengaturansuhu lingkungan, resusitasi, makanan, mencegah infeksi, mengatasi gangguanpernapasan, asfiksia, hiperbilirubinemia, hipoglikemia, dan lain-lain) dan penyebabkematian neonatal kelompok umur 8-28 hari tertinggi adalah infeksi (tetanus, sepsis,pnemonia, diare),
feeding problem 
dan juga BBLR. (Indah, 2006)Di Indonesia saat ini angka kelahiran bayi dengan BBLR sekitar 19%, sedangkanbayi dengan BBLR yang terjadi di beberapa rumah sakit cukup bervariasi, diantaranya
 
rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo pada tahun 1977 sekitar 20,7%, di rumah sakitumum Manado antara tahun 1995-1999 sekitar 8,5-9,5%, di RSU Langsa Aceh pada1998 sebesar 5,08%; di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sebagai rumah sakitrujukan tahun 1999 ditemukan sebesar 11,9%, angka kelahiran bayi dengan BBLRyang ditemukan di Jawa Barat pada tahun 1999 sekitar 1,43% atau 11.729 kasus(Sugiarto Wiriadinata http://www.google.com : 12-5-2008). Dari hasil survei awal diRSUD Kota Bandung jumlah BBLR mengalami peningkatan sebesar 7,43 % dari 15,02% ( 105 ) kasus pada tahun 2006, menjadi 22,45% (233) kasus pada tahun 2007.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mengetahui lebih jauh ”
Hubungan antara faktor 
ibu hamil dengan bayi BBLR ” di
RSUD Kota Bandung Tahun2007
METODOLOGI PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan penelitian analitik denganpendekatan potong silang yaitu pengamatan subyek studi dilakukan dalam satuperiode. Dengan menggunakan data sekunder berdasarkan catatan rekam medik padaibu hamil yang melahirkan di RSUD Kota Bandung, tahun 2007
Tabel 1Definisi Operasional
Variabel Definisi Operasional Kategori Skala1. Umur Lamanya seseorang hidup yangdilihat direkam medik1. < 20 thn dan >35 thn(resiko tinggi)2. 20 thn
 –
35 thn (resikorendah)Ordinal2. Jarak kehamilan Jarak antara kehamilan sekarangdengan kehamilan yang lalu dalamukuran tahun.1. < 2 tahun (resiko tinggi)2.
≥ 2 tahun
(resiko rendah)Ordinal3. Riwayat kelahiranprematur Riwayat kelahiran terdahulu pernahmelahirkan bayi prematur denganberat lahir berkisar antara 1000 gr -gr,dan umur kehamilan28 mingggusampai < 37 minggu1. Ada Riwayat KelahiranPrematur 2. Tidak Ada RiwayatKelahiran Prematur Nominal4. Hipertensi Hipertensi adalah meningkatnyatekanan darah disebabkan olehmeningkatnya hambatan dalampembuluh
 –
pembuluh darah kapiler,terutama akibat vasokonstriksi umumdengan
batas tensi ≥140/90 mmHg.
 1. Hipertensi2. Tidak HipertensiNominal5. Bayi berat badan lrendah (BBLR)Bayi dengan berat badan lahir < 2500 gram dengan umur kehamilaminggu-42 minggu1. BBLR2. Tidak BBLRNominal

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->