Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA PEREMPUAN KELOMPOK BINA KELUARGA BALITA (BKB) DI RW 18 KELURAHAN SINDANGJAYA KOTA BANDUNG

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PERIKSA PAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA PEREMPUAN KELOMPOK BINA KELUARGA BALITA (BKB) DI RW 18 KELURAHAN SINDANGJAYA KOTA BANDUNG

Ratings: (0)|Views: 1,321|Likes:
Published by stikesblcimahi
Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian kanker payudara adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai deteksi dini kanker payudara dengan perikSA payuDAra sendiRI (SADARI) yang bisa dilakukan setiap perempuan karena murah dan mudah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI pada perempuan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di RW 18 Kelurahan Sindangjaya Kota Bandung. Dengan metode penelitian deskriptif korelasional, analisis kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (65,4%) memiliki pengetahuan baik, dan 34,6% memiliki pengetahuan cukup. Sebanyak 38,5% memiliki sikap positif dan 61,5% lainnya memiliki sikap negatif serta hampir seluruh responden (80,5%) memiliki perilaku buruk dan hanya 10,5% yang memiliki perilaku baik. Berdasarkan perhitungan Chi Kuadrat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI pada perempuan Kelompok BKB di RW 18 Kelurahan Sindangjaya Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperlukan penyebarluasan informasi SADARI, khususnya: waktu, frekuensi, teknik SADARI melalui media seperti leaflet/ poster atau penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan atau Yayasan Kanker Indonesia.
Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian kanker payudara adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai deteksi dini kanker payudara dengan perikSA payuDAra sendiRI (SADARI) yang bisa dilakukan setiap perempuan karena murah dan mudah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI pada perempuan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di RW 18 Kelurahan Sindangjaya Kota Bandung. Dengan metode penelitian deskriptif korelasional, analisis kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (65,4%) memiliki pengetahuan baik, dan 34,6% memiliki pengetahuan cukup. Sebanyak 38,5% memiliki sikap positif dan 61,5% lainnya memiliki sikap negatif serta hampir seluruh responden (80,5%) memiliki perilaku buruk dan hanya 10,5% yang memiliki perilaku baik. Berdasarkan perhitungan Chi Kuadrat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI pada perempuan Kelompok BKB di RW 18 Kelurahan Sindangjaya Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperlukan penyebarluasan informasi SADARI, khususnya: waktu, frekuensi, teknik SADARI melalui media seperti leaflet/ poster atau penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan atau Yayasan Kanker Indonesia.

More info:

Published by: stikesblcimahi on Sep 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/24/2013

pdf

text

original

 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PERIKSAPAYUDARA SENDIRI (SADARI) PADA PEREMPUAN KELOMPOK BINAKELUARGA BALITA (BKB) DI RW 18 KELURAHAN SINDANGJAYA KOTABANDUNG
Upik RahmiABSTRAK
Salah satu upaya untuk menurunkan angka kejadian kanker payudara adalah peningkatanpengetahuan dan kesadaran mengenai deteksi dini kanker payudara dengan perikSA payuDArasendiRI (SADARI) yang bisa dilakukan setiap perempuan karena murah dan mudah. Penelitianini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI padaperempuan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di RW 18 Kelurahan Sindangjaya KotaBandung. Dengan metode penelitian deskriptif korelasional, analisis kuantitatif dan pendekatan
cross sectional 
. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (65,4%) memilikipengetahuan baik, dan 34,6% memiliki pengetahuan cukup. Sebanyak 38,5% memiliki sikappositif dan 61,5% lainnya memiliki sikap negatif serta hampir seluruh responden (80,5%)memiliki perilaku buruk dan hanya 10,5% yang memiliki perilaku baik. Berdasarkan perhitungan
Chi Kuadrat 
menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dansikap terhadap perilaku SADARI pada perempuan Kelompok BKB di RW 18 KelurahanSindangjaya Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperlukan penyebarluasaninformasi SADARI, khususnya: waktu, frekuensi, teknik SADARI melalui media seperti leaflet/poster atau penyuluhan yang dilakukan oleh petugas kesehatan bekerjasama dengan DinasKesehatan atau Yayasan Kanker Indonesia.
Kata kunci
: kanker, payudara, SADARI
PENDAHULUAN
Kanker adalah suatu penyakit yang relatif masih menyimpan banyak tanda tanya(Tapan, 2005). Kanker dapat menyerang laki-laki dan perempuan, tergantung dari adanyafaktor risiko yang dimiliki. Adapun kanker yang paling ditakuti dan menyerang banyakperempuan di dunia saat ini adalah kanker payudara. Hal ini berdasarkan hasil penelitian WHObahwa 8-9% perempuan di seluruh dunia akan terkena kanker payudara (Luwia, 2005).
 
Data WHO memperlihatkan angka 1,2 juta perempuan di dunia didiagnosisa kanker payudarapada tahun 2004 dengan angka kematian mencapai 5 juta jiwa, bahkan di Amerika Serikat dandi Malaysia kanker payudara telah menduduki peringkat pertama penyebab kematian padaperempuan (Departemen Bahagian Pendidikan Kesihatan Kementrian Kesihatan Malaysia,2004). Sedangkan di Indonesia kanker payudara berada diurutan kedua penyakit yangmenyerang perempuan (Luwia, 2005). Menurut Sumaryati dari Yayasan Kanker Indonesia(YKI), setelah YKI bekerja sama dengan 13 Rumah Sakit didapatkan data kanker payudarasebanyak 2.993 kasus. Menurut Tapan (2005) berdasarkan data dari hasil penelitian RumahSakit Kanker Dharmais Jakarta, dari data perkiraan 30.000 penderita kanker payudara, datayang terkumpul baru sekitar 100 kasus pertahun. Data Dinas Kesehatan Kota Bandung selamatahun 2005 angka kematian akibat kanker payudara berjumlah 19 orang. Data dari PuskesmasCicadas Kecamatan Arcamanik pada tahun 2006 terdapat tiga orang pasien yang datangdengan keluhan adanya benjolan pada payudara, dan dua diantaranya didiagnosa stadiumlanjut (stadium dua dan tiga).Keberhasilan penyembuhan kanker payudara sangat tergantung dari penderita kanker payudara sendiri. Data penelitian sejak Januari 1994 sampai Desember 1998 di Rumah SakitKanker Dharmais dari 447 pasien, hanya sekitar 14% perempuan datang pada Stadium I/II, dan86% perempuan datang pada stadium lanjut. Alasannya, tidak mengetahui gejala dini kanker payudara tersebut, atau malu memeriksakan diri atau bahkan tidak mau tahu, sehingga upayapengobatan tidak bisa menyembuhkan secara maksimal.Salah satu metode yang mudah, murah dan tidak susah untuk mendeteksi tumor stadium dini adalah dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Hasil penelitian Long(1989) 90% kanker payudara dapat ditemukan dengan SADARI. Menurut Pane (2000)sensitivitas SADARI dalam mendeteksi kanker payudara berdasarkan penelitian sebesar 26%,dan apabila SADARI dilanjutkan dengan mammografi sensitivitasnya bisa mencapai 75%, ituberarti jumlah perempuan yang meninggal akibat kanker payudara akan berkurang. Oleh sebabitu
American Cancer Society 
dalam proyek
Breast Cancer Screening 
menganjurkan padaperempuan yang berumur lebih dari 20 tahun, dan belum mempunyai keluhan padapayudaranya untuk melakukan SADARI rutin setiap bulannya (Tapan, 2005)
.
Hal ini untukmendeteksi sedini mungkin gejala kanker payudara, karena perempuan di atas umur 20 tahunmerupakan kelompok risiko terkena kanker payudara.Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Cicadas Kecamatan ArcamanikKota Bandung, Puskesmas Cicadas telah memberikan penyuluhan tentang SADARI pada bulanSeptember 2005 dan Maret 2006 kepada 26 perempuan di kelompok Bina Keluarga Balita
 
202
( )
hh
  f f    f  
  
 
(BKB) RW 18 Kelurahan Sindangjaya. Kelompok BKB di bawah binaan PKK KelurahanSindangjaya dan seksi Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Puskesmas Cicadas. Sebagian besar anggota kelompok BKB adalah perempuan yang berstatus sebaai ibu rumah tangga dengankelompok umur antara 20-50 tahun, dimana kelompok usia tersebut termasuk dalam kelompokrisiko terkena kanker payudara. Dari segi pengetahuan perempuan anggota kelompok BKBtersebut telah mendapatkan informasi SADARI. Setelah dilakukan wawancara terhadapbeberapa perempuan anggota BKB, kenyakinan terhadap SADARI sebagai deteksi dini gejalakanker payudara cukup baik sehingga sikap yang di munculkan adalah sikap positif ataumendukung (favorable) terhadap SADARI. Namun ketika di tanya apakah rutin melakukanSADARI setiap bulannya setelah selesai menstruasi, ternyata jawabannya adalah tidakmelakukan SADARI secara rutin setiap bulannya.Berdasarkan data dan permasalah diatas, penulis tertarik untuk melakukan penelitiandengan judul
Hubungan 
Pengetahuan dan Sikap Terhadap Perilaku Periksa Payudara Sendiri (SADARI) pada Perempuan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di RW 18 Kelurahan Sindangjaya Kota Bandung.
METODE
Penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional, dan analisis kuantitatif denganpendekatan
cross sectional.
Populasi penelitian ini adalah semua perempuan Kelompok BinaKeluarga Balita (BKB) di RW 18 Kelurahan Sindangjaya Kota Bandung yang pernahmendapatkan penyuluhan SADARI sebanyak 26 responden. Dalam penelitian ini digunakanteknik pengambilan sampel dengan cara total Sampling.Untuk menentukan hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku SADARI,penulis menggunakan metode uji korelasi Chi- Kuadrat, karena variabel yang dikorelasikanberbentuk kategori (gejala ordinal). Rumus Chi Kuadrat adalah :Keterangan : X = Chi Kuadrat
ƒо = Frekuensi yang diobservasi melalui hasil angket
 
ƒħ = Frekuensi yang diharapkan.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->