Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hak Asasi Manusia Dan Pendidikan

Hak Asasi Manusia Dan Pendidikan

Ratings: (0)|Views: 2|Likes:
Published by Wahid Abdulrahman

More info:

Published by: Wahid Abdulrahman on Sep 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
Dec 1, '08 10:35 PMuntuk semuanya
A. Pendahuluan
 Salah satu prestasi signifikan yang diraih Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) dalamrentang sejarah lima puluh tahun pertama organisasi ini berdiri adalah berhasilnya PBBmenyusun satu deklarasi yang dikenal dengan Deklarasi Hak Asasi manusia (HAM). Sejak pendeklarasiannya tahun 1948, isu tentang HAM terus hangat dibicarakan sampai sekarang,baik itu oleh akademisi, pers, organisasi pemerintah, lembaga-lembaga Swadaya Masyarakat,maupun para aktivis HAM disemua level; domestik, regional, dan internasional. Isu ini terusmenggelinding dari mulai mendiskusikan tentang pentingnya suatu negara menjunjung tinggiHAM sampai perlu diadilinya para pelanggar HAM, bahkan perlunya mengembargo negarayang tidak memerdulikan hak yang paling asasi bagi manusia tersebut.Tulisan ini mencoba melihat relasi hak asasi manusia dari perspektif pendidikan.Karenanya, pembahasan secara umum dimulai dari konsep HAM (dalam bidang pendidikan)versi PBB dan deklarasi Kairo, pengokohan HAM melalui pendidikan, dan diakhiri denganHAM dalam konsep islam.
B. Sejarah Hak Asasi Manusia
 Hak asasi manusia menurut definisinya adalah hak moral yang universal, sesuatuyang harus dimiliki semua manusia, dimanapun dan dalam waktu apapun, dan merupakansesuatu dimana seseorang tidak dapat dicabut haknya tanpa adanya penghinaan yang berartiterhadap keadilan, sesuatu yang harus diberikan kepada setiap manusia, hanya karena diamanusia.
 Istilah hak asasi manusia baru muncul setelah Revolusi Perancis, dimana para tokohborjuis berkoalisi dengan tokoh-tokoh gereja untuk merampas hak-hak rakyat yang telahmereka miliki sejak lahir. Akibat dari penindasan panjang yang dialami masyarakat Eropadari kedua kaum ini, munculah perlawanan rakyat dan yang akhirnya berhasil memaksa pararaja mengakui aturan tentang hak asasi manusia. Diantaranya adalah pengumuman hak asasimanusia dari Raja John kepada rakyat Inggris tahun 1216. Di Amerika pengumumandilakukan tahun 1773. Hak asasi ini lalu diadopsi oleh tokoh-tokoh Revolusi Perancis dalambentuk yang lebih jelas dan luas, serta dideklarasikan pada 26 Agustus 1789.
HAM akronim dari “Hak 
-
Hak asasi manusia “ adalah sebuah konsep yang
beriwayat lama tentang hak-hak manusia dalam kedudukannya sebagai warga negaradihadapan kekuasaan negara dan para pejabatnya. Konsep ini marak mula-mula di negeri-negeri barat di mana kekuasaan negara berseiring dengan berlangsungnya proses tumbuhkembangnya negara bangsa (nation state) dan industrialisasi berkembang kearah sentralisasidan absolutisme yang tak tertahankan abat 18.
 Cikal bakal perumusan konsep hak asasi manusia di dunia Barat dapat ditelusurimulai dari filsuf Inggris abat ke 17, Jhon Locke (1632-1704) yang merumuskan beberapa hak alam (natural right) yang inheren pada manusia. Konsep ini bangkit kembali seusai perangdunia II (1948) dengan dicanangkannya Universal Declaration of Human Rights oleh negara-negara yang tergabung dalam PBB. Duapuluh tahun kemudian, yaitu pada tahun 1966,
 
Deklarasi universal dijabarkan dalam dua perjanjian internasional, yang satu memuat hak ekonomi, yang lainnya hak politik. 
 Di Eropa proses
standard setting
diteruskan pada dasawarsa 70-an denganditerimanya Helsinki Accord (1975), dalam dasawarsa 80-an disusul dengan Africa Charter
on human and people‟s Right (1981). Dalam dasawarsa 90
-an disusul dengan CairoDeclaration on Human Right in Islam (1990) hasil karya Organisasi Konferensi Islam ( OKI), Bangkok Declaration (Regional meeting for Asia of the World Confrence on HumanRights, 1993) Vienna Declaration ( World Conference on Human Rights, 1993) dan HumanRight Declaration of AIPO (Asean Interparliamentary Organization, 1993).
 Lebih jelas mengenai HAM versi PBB, bermula dari keinginan pemimpin negara-negara Eropa merumuskan HAM yang diakui di seluruh dunia sebagai standar bagi prilakumanusia secara universal, yang perumusannya diserahkan pada komisi HAM (Commissionon Human Right ) yang diberntuk PBB pada tahun 1946. pada tanggal 10 Desember 1948rumusan komisi tersebut diterima secara aklamasi oleh negara-negara yang tergabung dalamPBB (48 setuju sepenuhnya, 8 abstain dan tidak ada negara yang menolaknya)
 dan
kemudian diumumkan oleh PBB sebagai “ pernyataan sejagat Hak Asasi Manusia ( Universal
Declaration of Human Rights ). Pernyataan sejagat HAM ini dimuat dalam 30 pasal, 28 pasalmengenai HAM, satu pasal mengenai kewajiban individu dan satu pasal lagi mengenailarangan untuk meniadakan salah satu hak dalam pernyataan tersebut.
 Secara garis besar ke 28 HAM tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:Pertama,mengenai persamaan hak (pasal: 1, 2 dan 6). Kedua, persamaan didepan hukum danperadilan, termasuk hak untuk menikah, mempunyai hak milik (pasal 5, 7 s/d 17, 28). Ketiga,kebebasan berfikir, berpendapat, berkumpul dan berserikat, turut dalam pemerintahan ( pasal:19 s/d 21). Keempat, HAM dibidang ekonomi (pasal 23 dan 24 ). Kelima, HAM dibidangsosial dan budaya seperti: bebas dari perbudakan, mendapat pengajaran, jaminan kesehatan,makanan, rumah dll termasuk didalamnya hak untuk beragama ( pasal: 4, 18, 22, 25, 26, 27).
C. Konsep HAM tentang pendidikan versi PBB dan Deklarasi Kairo
 Secara sepesifik, tentang pendidikan (pengajaran) dalam konsep HAM PBB tersebuttertuang dalam pasal 26 ayat 1,2 dan 3, berbunyi:1. Setiap orang memiliki hak atas pengajaran. Pengajaran harus bebas, artinya pada tingkat-tingkat elementer dan fundamental. Pengajaran elementer harus wajib. Pengajaran teknik dan profesi pada umumnya harus terbuka, dan pengajaran tinggi harsu terbuka bagisemua berdasarkan kecakapannya.2. Pengajaran harus diarahkan pada perkembangan penuh kepribadian insan dan pengokohanrasa hormat terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip kebebasan. Dia harusmemajukan pengertian, toleransi dan persahabatan diantara kelompok-kelompok ras dankeagamaan, disamping harus mengembangkan aktivitas-aktivitas Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menjaga perdamaian.
 3. Orang tua mempunyai hak utama untuk memilih macam pendidikan yang akan diberikankepada anak-anaknya. Demikian pula pasal 27 ayat 1 dan 2 berbunyi:
 
1. Setiap orang berhak untuk bebas berpartisipasi di dalam kehidupan kebudayaanmasyarakat, untuk menikmati kesenian dan berperan serta dalam memajukan ilmupengetahuan dan menikmati manfaatnya.2. Setiap orang berhak untuk mendapatkan perlindungan kepentingan moral dan materialyang ia peroleh dari setiap usahanya dibidang keilmuan, kesusasteraan, kesenian di manaia menjadi penciptanya[9] Untuk menandai abat ke-15 Era Islam, telah diakan deklarasi HAM Islam seduniayang diproklamasikan oleh dewan Islam Eropa pada saat konferensi islam,[10] pada tangal 21 Dzul Qaidah 1401 H bertepatan 19 September 1981 di Paris , sebagaimana dalam prakatayang disampaikan oleh sekretaris jendralnya Selem Azzam, bahwa deklarasi Islam Universaltentang hak-
hak asasi manusia itu berlandaskan alqur‟an dan sunnah, dan disusun oleh para
sarjana, ahli hukum, dan wakil-wakil gerakan islam terkemuka.
 Deklarasi tersebut dimulaidengan pembukaan berisi latar belakang, diikuti dengan 7 butir konsideran dan disambungdengan 22 pasal HAM, dimana Hak memperoleh pendidikan dalam deklarasi ini tercantumdalam pasal XX berbunyi:1. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan pendidikan dan pengajaran sesuai dengankemampuan alaminya.2. Setiap orang berhak mendapatkan kebebasan memilih profesi dan kariernya serta berhak memperoleh kesempatan guna mengembangkan sepenuhnya karunia dan anugerah alamiyang dimilikinya.
 Pada giliran berikutnya, negara-negara islam yang tergabung dalam The Organizationof The Islamic Conference (OKI), pada tanggal 5 Agustus 1990 mengeluarkan deklarasi
tentang kemanusiaan sesuai syari‟at islam sebagai satu
-satunya sumber acuan yang
 berlandaskan Alqur‟
an dan Sunnah. Konsep HAM OKI inilah disebut dengan Deklarasi
Kairo, berisi 25 pasal tentang hak asasi manusia berdasarkan Alqur‟an
dan sunnah yangdalam penerapan dan realitasnya memiliki beberapa persamaan dengan pernyataan semestaHAM yang dilahirkan PBB.[13]  Hak memperoleh pendidikan dan berperan serta dalam perkembangan ilmupengetahuan dalam deklarasi Kairo ini tercantum dalam pasal 9:1. Permasalahan ilmu pengetahuan merupakan kewajiban dan pengadaan pendidikanmenjadi tugas masyarakat dan pemerintah. Pemerintah harus menjamin adanya cara dansarana untuk memperoleh pendidikan bagi kepentingan masyarakat sehinggamemungkinkan orang mengenal islam dan fakta-fakta universal untuk kepentingan umatmanusia.2. Setiap manusia mempunyai hak untuk mendapatkan dua hal; agama dan dunia pendidikandari berbagai lembaga pendidikan dan bimbingan, di dalam keluarga, sekolah, universitas,media dan lain-lain. Dan semua itu dipadukan kepribadiannya, memperkuat ketakwaankepada tuhan dan meningkatkan pernghargaan untuk membela hak dankewajinbannya.[14] 
D. Pengokohan Hak Asasi Manusia lewat jalur pendidikan
 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->