Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Islam Dan HAM

Islam Dan HAM

Ratings: (0)|Views: 7|Likes:
Published by Wahid Abdulrahman

More info:

Published by: Wahid Abdulrahman on Sep 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
Islam dan HAM
REP | 02 December 2011 | 09:37 288 2 NihilMenurut Jumana Shehata, ada dua pandangan mengenai HAM dalam Islam,pandangan kaum relativis dan kaum universalis. Kaum relativis mengatakan bahwa HAMdan Islam adalah perdebatan kultural yang tak pernah berhenti. Sebagian ilmuwanmengatakan bahwa Hak Asasi Manusia lahir dari peradaban Barat yang dipengaruhikeinginan menghapus imperialisme era Imperium Kristen saat itu. Oleh karena lahir dariBarat yang sekarang dominan dengan asas liberalisme dan individualisme inilah beberapaorang menyatakan bahwa Hak Asasi Manusia tidak bisa diberlakukan di negara-negara Islamdimana kepatuhan seseorang kepada aturan dan nilai-nilai keluarganya menjadi barometeryang sangat penting bagi penilaian di mata masyarakat sekitarnya. Ini jelas berbeda denganasas liberalisme dan individualisme yang membebaskan seseorang untuk memilih jalanhidupnya, sekalipun itu bertentangan dengan prinsip-prinsip yang sakral dalam keluarganya.Pendapat relativis yang lain disampaikan oleh Fred Halliday yang mengatakan bahwanilai-nilai Islam tidak bisa masuk dalam nilai-nilai HAM. Islam tidak memberikan kebebasanyang mutlak kepada setiap individu dan Islam tidak menerima sekulerisasi yang mana itumerupakan ciri dari HAM. Tapi pendapat ini kemudian dinyatakanSebaliknya, kaum universalis mengatakan bahwa Islam seharusnya menjadi bagianyang aktif dalam perdebatan mengenai penerapan nilai-nilai HAM ini karena HAM bukanlahdibentuk berdasarkan hasil pemikiran Barat saja, untuk kalangan khusus saja (non-muslim),tapi juga untuk seluruh penghuni bumi ini, termasuk didalamnya adalah umat Islam.Universalitas nilai-nilai HAM ini sebenarnya telah menjadi penyataan resmi dalam DeklarasiUniversal tentang HAM (
Universal Declaration of Human Rights)
 
yang mengatakan: “
acommon standard of achievement for all peoples and all nations
”. Dalam artikel I dalamdeklarasi juga disebutkan bahwa “
all human beings are born free and equal in dignity and inrights
”.
 Islam juga agama yang terus memperjuangkan kesamaan dan keadilan, tapi memangkeadilan akan berarti tidak sama, karena keadilan itu meletakkan sesuatu tepat padatempatnya dan porsinya. Tapi bagaimanapun, hukum Islam yang demikian sangatlah minimdibanding dengan hukum-hukum yang memiliki kesamaan dengan prinsip HAM. Oleh
 
karenanya, yang terpenting adalah bagaimana memadukan prinsip-prinsip Islam denganprinsip-prinsip yang telah disepakati dalam deklarasi HAM dengan tetap menghormati kultur-kultur keagamaan. Oleh karena itu, Abdullah an-Naim berpendapat perlu adanya
rejuvenasi
 atau
redefinisi
nilai-nilai Islam dalam konteks HAM untuk merukunkan konflik yangseharusnya dapat disatukan ini.Memang sulit menyatukan hukum syariah dengan prinsip HAM, khususnya ketikamembahas tentang hak kebebasan perempuan, tapi bukan berarti itu tidak mungkin. Islamadalah agama yang malah memberikan wewenang kepada kaum perempuan yang itu tidak didapatkannya saat Islam belum datang di jazirah Arab. Bahkan melalui Islam, perempuanmendapatkan perlindungan saat pernikahan melalui kontrak pra nikah dan juga keharusansuami memberikan nafkah kepada istri, dan tidak berlaku sebaliknya. Tidak hanya itu, Islamsebenarnya juga memberikan kebebasan yang sama antara laki-laki dan perempuan dalamhak berpolitik dan melakukan kegiatan sosial. Hal ini persis dengan apa yang telahdirumuskan dalam hukum internasional dan juga dalam prinsip-prinsip HAM.Maka menyatukan Islam dan HAM bukan hanya perlu, tapi merupakan suatukeharusan. Islam adalah agama yang ajarannya diturunkan secara bertahap pada tempat,waktu dan situasi yang berbeda-beda yang kemudian diinterpretasikan melalui jalur
 fikh
. Fikhmenjadi satu-satunya dasar hukum dalam Islam yang harus mampu mengakomodir temuan-temuan baru dan memberikan penegasan hukum atas temuan tersebut, sehingga hukum Islamtidak stagnan dan tetap terbuka dalam menerima perubahan interpretasi.Di sisi lain, diperlukan juga
redefinisi
dalam tubuh HAM itu sendiri, sehingga HAMpun tidak hanya mengutarakan konsep-konsep yang tidak menghormati nilai-nilai Islam.Salah satu contoh, dalam deklarasi dinyatakan bahwa negara diperbolehkan tidak mengikutiaturan HAM dalam kondisi-kondisi darurat. Dan itu tidak ada dalam prinsip hukum Islam,karena hukum Islam berlaku tetap dan seterusnya. Dan lagi, HAM seringkalidiinterpretasikan ke dalam bentuk hukum yang berbeda-beda dalam setiap negara yang itumembuat jarak (
gap
) antara Islam dan politik semakin jauh. Rasionalisasi penerapan nilai-nilai HAM ini memang terkadang menyebabkan tersingkirnya nilai-nilai lain, termasuk nilaiagama. Maka perlu adanya refleksi HAM dalam kerangka berpikir yang Islami sehingga nilaikeduanya dapat disatukan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->